alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Lumajang Raih Enam Medali di Kejurprov Balap Sepeda

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencananya balap sepeda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur diadakan bulan Juli lalu. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), event tersebut ditunda. Namun, akhir pekan lalu, kejuaraan bergengsi tersebut bisa terlaksana di Tirto Gumarang, Magetan. Atlet Lumajang sukses memborong enam medali.

Kejurprov tersebut diikuti oleh 25 kabupaten/kota. Dua nomor kejuaraan dipertandingkan. Yakni Mountain Bike Cross Country (MTB XC) dan Mountain Bike Downhill (MTB DH). Sepuluh atlet dari Kabupaten Lumajang ikut berlaga. Meski berlaga di kawasan ketinggian dengan udara tipis, enam di antaranya berhasil menjadi juara. “Kami dapat dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu,” ujar Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Dia mengatakan, enam juara itu dari nomor MTB XC. Sedangkan nomor MTB DH masih belum berhasil. Sebab, saat bertanding, Muhammad Efril Abi M, atlet balap sepeda MTB DH, jatuh dari sepeda. Meski demikian, dia bersyukur para atlet bertanding maksimal di ketinggian 1800 mdpl.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan program untuk kejuaraan Juli. Tetapi ditunda, sehingga program berubah lagi. Di sisi lain, udara di Magetan sangat berbeda. Oksigennya sangat tipis. Karena itu, sebelum berlaga kami menyiapkan atlet untuk latihan rutin di ketinggian. Lokasinya di Ranu Pane dan B29. Hasilnya memang juara, tetapi kebanyakan atlet masih harus beradaptasi dan berlatih lebih banyak lagi di ketinggian agar tidak ngos-ngosan (terengah-engah, Red),” jelasnya.

Oleh sebab itu, ke depan, pihaknya akan menambah jam latihan di kawasan dataran tinggi. Sebab, latihan tersebut efektif menjaga stamina dan pernapasan atlet. Jika sudah terbiasa, maka akan mudah beradaptasi di lingkungan apa saja. “Di kawasan panas atau dataran rendah akan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencananya balap sepeda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur diadakan bulan Juli lalu. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), event tersebut ditunda. Namun, akhir pekan lalu, kejuaraan bergengsi tersebut bisa terlaksana di Tirto Gumarang, Magetan. Atlet Lumajang sukses memborong enam medali.

Kejurprov tersebut diikuti oleh 25 kabupaten/kota. Dua nomor kejuaraan dipertandingkan. Yakni Mountain Bike Cross Country (MTB XC) dan Mountain Bike Downhill (MTB DH). Sepuluh atlet dari Kabupaten Lumajang ikut berlaga. Meski berlaga di kawasan ketinggian dengan udara tipis, enam di antaranya berhasil menjadi juara. “Kami dapat dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu,” ujar Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Dia mengatakan, enam juara itu dari nomor MTB XC. Sedangkan nomor MTB DH masih belum berhasil. Sebab, saat bertanding, Muhammad Efril Abi M, atlet balap sepeda MTB DH, jatuh dari sepeda. Meski demikian, dia bersyukur para atlet bertanding maksimal di ketinggian 1800 mdpl.

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan program untuk kejuaraan Juli. Tetapi ditunda, sehingga program berubah lagi. Di sisi lain, udara di Magetan sangat berbeda. Oksigennya sangat tipis. Karena itu, sebelum berlaga kami menyiapkan atlet untuk latihan rutin di ketinggian. Lokasinya di Ranu Pane dan B29. Hasilnya memang juara, tetapi kebanyakan atlet masih harus beradaptasi dan berlatih lebih banyak lagi di ketinggian agar tidak ngos-ngosan (terengah-engah, Red),” jelasnya.

Oleh sebab itu, ke depan, pihaknya akan menambah jam latihan di kawasan dataran tinggi. Sebab, latihan tersebut efektif menjaga stamina dan pernapasan atlet. Jika sudah terbiasa, maka akan mudah beradaptasi di lingkungan apa saja. “Di kawasan panas atau dataran rendah akan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencananya balap sepeda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur diadakan bulan Juli lalu. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), event tersebut ditunda. Namun, akhir pekan lalu, kejuaraan bergengsi tersebut bisa terlaksana di Tirto Gumarang, Magetan. Atlet Lumajang sukses memborong enam medali.

Kejurprov tersebut diikuti oleh 25 kabupaten/kota. Dua nomor kejuaraan dipertandingkan. Yakni Mountain Bike Cross Country (MTB XC) dan Mountain Bike Downhill (MTB DH). Sepuluh atlet dari Kabupaten Lumajang ikut berlaga. Meski berlaga di kawasan ketinggian dengan udara tipis, enam di antaranya berhasil menjadi juara. “Kami dapat dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu,” ujar Ashuri, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Lumajang.

Dia mengatakan, enam juara itu dari nomor MTB XC. Sedangkan nomor MTB DH masih belum berhasil. Sebab, saat bertanding, Muhammad Efril Abi M, atlet balap sepeda MTB DH, jatuh dari sepeda. Meski demikian, dia bersyukur para atlet bertanding maksimal di ketinggian 1800 mdpl.

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan program untuk kejuaraan Juli. Tetapi ditunda, sehingga program berubah lagi. Di sisi lain, udara di Magetan sangat berbeda. Oksigennya sangat tipis. Karena itu, sebelum berlaga kami menyiapkan atlet untuk latihan rutin di ketinggian. Lokasinya di Ranu Pane dan B29. Hasilnya memang juara, tetapi kebanyakan atlet masih harus beradaptasi dan berlatih lebih banyak lagi di ketinggian agar tidak ngos-ngosan (terengah-engah, Red),” jelasnya.

Oleh sebab itu, ke depan, pihaknya akan menambah jam latihan di kawasan dataran tinggi. Sebab, latihan tersebut efektif menjaga stamina dan pernapasan atlet. Jika sudah terbiasa, maka akan mudah beradaptasi di lingkungan apa saja. “Di kawasan panas atau dataran rendah akan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/