alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Tembakau Kesulitan Ekspor

Keluhan Petani Harga Pupuk Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ekonomi Lumajang memang harus dijaga serius. Sebab, dampaknya sangat begitu masif. Tak hanya para pengusaha yang terkena dampak. Tumpuan utama, yakni petani, juga terimbas.

Khususnya petani tembakau yang mengeluh karena gagal melakukan penjualan. Kabar terbaru, kegiatan ekspor tembakau berkualitas tinggi tersebut gagal karena pandemi.

Deni Suwarno, petani warga Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, menyatakan, pandemi Covid-19 sangat membuatnya resah. Bagaimana tidak, tembakau yang seharusnya sukses diekspor, pada tahun ini gagal. Itu karena negara tujuan melakukan penolakan mengimpor. “Australia dan China menolak menerima,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, harga tembakau miliknya kualitas unggulan. “Ini jenis tembakau burley,” ucapnya. Tanaman tembakau tersebut dinilai tinggi bagi pecinta tembakau. Karena memiliki rasa dan aroma yang manis dan harum. Harga kualitas yang bagus per kilogram Rp 42 ribu.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ekonomi Lumajang memang harus dijaga serius. Sebab, dampaknya sangat begitu masif. Tak hanya para pengusaha yang terkena dampak. Tumpuan utama, yakni petani, juga terimbas.

Khususnya petani tembakau yang mengeluh karena gagal melakukan penjualan. Kabar terbaru, kegiatan ekspor tembakau berkualitas tinggi tersebut gagal karena pandemi.

Deni Suwarno, petani warga Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, menyatakan, pandemi Covid-19 sangat membuatnya resah. Bagaimana tidak, tembakau yang seharusnya sukses diekspor, pada tahun ini gagal. Itu karena negara tujuan melakukan penolakan mengimpor. “Australia dan China menolak menerima,” ucapnya.

Dia mengaku, harga tembakau miliknya kualitas unggulan. “Ini jenis tembakau burley,” ucapnya. Tanaman tembakau tersebut dinilai tinggi bagi pecinta tembakau. Karena memiliki rasa dan aroma yang manis dan harum. Harga kualitas yang bagus per kilogram Rp 42 ribu.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ekonomi Lumajang memang harus dijaga serius. Sebab, dampaknya sangat begitu masif. Tak hanya para pengusaha yang terkena dampak. Tumpuan utama, yakni petani, juga terimbas.

Khususnya petani tembakau yang mengeluh karena gagal melakukan penjualan. Kabar terbaru, kegiatan ekspor tembakau berkualitas tinggi tersebut gagal karena pandemi.

Deni Suwarno, petani warga Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, menyatakan, pandemi Covid-19 sangat membuatnya resah. Bagaimana tidak, tembakau yang seharusnya sukses diekspor, pada tahun ini gagal. Itu karena negara tujuan melakukan penolakan mengimpor. “Australia dan China menolak menerima,” ucapnya.

Dia mengaku, harga tembakau miliknya kualitas unggulan. “Ini jenis tembakau burley,” ucapnya. Tanaman tembakau tersebut dinilai tinggi bagi pecinta tembakau. Karena memiliki rasa dan aroma yang manis dan harum. Harga kualitas yang bagus per kilogram Rp 42 ribu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/