alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Usulkan Enam Daerah Pemilihan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komposisi daerah pemilihan (dapil) yang cukup jomplang makin sering dilontarkan oleh sejumlah kalangan akademisi. Termasuk Dr M.H. Eko Romadhon. Salah satu pengamat politik itu menilai, akibat komposisi yang dianggap kurang adil itu, jumlah kursi di DPRD Lumajang kurang proporsional.

BACA JUGA : Hari Pertama Masuk Sekolah di Jember, Siswa Enggan Ditinggal Sang Ibunda

Diakui, selama ini jumlah kuota kursi dalam dapil telah memenuhi perundang-undangan. Tetapi, lima dapil yang diisi oleh 7, 10, 10, 11 dan 12 kursi tidak proporsional. Akibatnya, keterwakilan suara rakyat dianggap kurang memenuhi unsur keadilan. Karena itu, perlu dilakukan penataan dapil supaya hajat pesta demokrasi benar-benar dirasakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eko Romadhon yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Lumajang (Unilu) mengatakan, penataan dapil harus melihat ketersediaan jumlah pemilih. Apalagi belakangan ini jumlah pemilih milenial atau pemilih pemula yang berumur di atas 17 tahun melonjak cukup banyak.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komposisi daerah pemilihan (dapil) yang cukup jomplang makin sering dilontarkan oleh sejumlah kalangan akademisi. Termasuk Dr M.H. Eko Romadhon. Salah satu pengamat politik itu menilai, akibat komposisi yang dianggap kurang adil itu, jumlah kursi di DPRD Lumajang kurang proporsional.

BACA JUGA : Hari Pertama Masuk Sekolah di Jember, Siswa Enggan Ditinggal Sang Ibunda

Diakui, selama ini jumlah kuota kursi dalam dapil telah memenuhi perundang-undangan. Tetapi, lima dapil yang diisi oleh 7, 10, 10, 11 dan 12 kursi tidak proporsional. Akibatnya, keterwakilan suara rakyat dianggap kurang memenuhi unsur keadilan. Karena itu, perlu dilakukan penataan dapil supaya hajat pesta demokrasi benar-benar dirasakan.

Eko Romadhon yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Lumajang (Unilu) mengatakan, penataan dapil harus melihat ketersediaan jumlah pemilih. Apalagi belakangan ini jumlah pemilih milenial atau pemilih pemula yang berumur di atas 17 tahun melonjak cukup banyak.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Komposisi daerah pemilihan (dapil) yang cukup jomplang makin sering dilontarkan oleh sejumlah kalangan akademisi. Termasuk Dr M.H. Eko Romadhon. Salah satu pengamat politik itu menilai, akibat komposisi yang dianggap kurang adil itu, jumlah kursi di DPRD Lumajang kurang proporsional.

BACA JUGA : Hari Pertama Masuk Sekolah di Jember, Siswa Enggan Ditinggal Sang Ibunda

Diakui, selama ini jumlah kuota kursi dalam dapil telah memenuhi perundang-undangan. Tetapi, lima dapil yang diisi oleh 7, 10, 10, 11 dan 12 kursi tidak proporsional. Akibatnya, keterwakilan suara rakyat dianggap kurang memenuhi unsur keadilan. Karena itu, perlu dilakukan penataan dapil supaya hajat pesta demokrasi benar-benar dirasakan.

Eko Romadhon yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Lumajang (Unilu) mengatakan, penataan dapil harus melihat ketersediaan jumlah pemilih. Apalagi belakangan ini jumlah pemilih milenial atau pemilih pemula yang berumur di atas 17 tahun melonjak cukup banyak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/