alexametrics
27.2 C
Jember
Wednesday, 17 August 2022

Progres Kebutuhan Air Bersih, Habis Setengah Miliar Belum Berfungsi

Tahun lalu pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Lumajang cukup banyak. Salah satunya di Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko. Sayangnya, pengerjaan SPAM tersebut belum sempurna. Terkesan dipaksakan, lantaran pengerjaannya dicicil.

Mobile_AP_Rectangle 1

GRATI, Radar Semeru – Lokasi bangunan yang dominan berwarna biru itu tampak sepi. Tak satu pun petugas terlihat di tempat itu. Akses masuk yang dipenuhi rerumputan menambah keyakinan infrastruktur air minum perdesaan itu belum beroperasi. Padahal, informasinya ada ratusan rumah warga yang sudah terpasang water meter.

BACA JUGA: Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Memang pembangunan SPAM yang menghabiskan anggaran hampir mencapai Rp 700 juta baru selesai kurang lebih delapan bulan lalu. Tetapi SPAM itu belum benar-benar beroperasi. Paidi, salah satu warga setempat, menjelaskan, jaringan pipa SPAM menyambungkan aliran air hingga ke Dusun Curahjero.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau di tempat saya tidak ada. Paling ada empat rumah. Karena memang kualitas air di sekitar sini sangat baik. Sejak dulu tidak ada masalah, makanya kelihatannya sasarannya ke perumahan yang ada di selatan desa hingga terus ke Desa Dorogowok,” katanya saat ditemui di sekitar SPAM saat menggembala kambing.

Menurut dia, sambungan jaringan pipa yang terhubung ke beberapa rumah tetangganya sampai saat ini masih belum mengalir. Dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun demikian, kendala itu rupanya bukan menjadi masalah besar. Sebab, sebetulnya air sumur di permukiman depan SPAM itu sudah sangat layak minum.

Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Aris Pidekso mengatakan, SPAM yang mengambil air dari jaringan pipa berasal dari Pemandian Selokambang itu masih bisa mengalir. Namun, belum beroperasi lantaran tahapan pembangunan belum selesai.

“Mau tidak mau kami terima dana alokasi khusus penugasan itu dari pemerintah pusat. Karena peruntukannya memenuhi kebutuhan air di kawasan Grati. Tetapi memang dari proyeksi kami yang senilai Rp 3 miliar baru terealisasi tidak sampai sepertiganya. Sekitar Rp 699 juta alokasi dananya,” katanya.

Rencananya SPAM itu bakal diserahkan ke Perumda Tirta Mahameru Lumajang alias PDAM. Sebab, pembangunan yang menggunakan anggaran belanja modal itu harus terus dirawat Pemkab Lumajang. Namun, karena bangunan SPAM belum sempurna, sampai saat ini belum diserahkan ke perusahaan daerah tersebut. (son/c2/fid)

- Advertisement -

GRATI, Radar Semeru – Lokasi bangunan yang dominan berwarna biru itu tampak sepi. Tak satu pun petugas terlihat di tempat itu. Akses masuk yang dipenuhi rerumputan menambah keyakinan infrastruktur air minum perdesaan itu belum beroperasi. Padahal, informasinya ada ratusan rumah warga yang sudah terpasang water meter.

BACA JUGA: Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Memang pembangunan SPAM yang menghabiskan anggaran hampir mencapai Rp 700 juta baru selesai kurang lebih delapan bulan lalu. Tetapi SPAM itu belum benar-benar beroperasi. Paidi, salah satu warga setempat, menjelaskan, jaringan pipa SPAM menyambungkan aliran air hingga ke Dusun Curahjero.

“Kalau di tempat saya tidak ada. Paling ada empat rumah. Karena memang kualitas air di sekitar sini sangat baik. Sejak dulu tidak ada masalah, makanya kelihatannya sasarannya ke perumahan yang ada di selatan desa hingga terus ke Desa Dorogowok,” katanya saat ditemui di sekitar SPAM saat menggembala kambing.

Menurut dia, sambungan jaringan pipa yang terhubung ke beberapa rumah tetangganya sampai saat ini masih belum mengalir. Dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun demikian, kendala itu rupanya bukan menjadi masalah besar. Sebab, sebetulnya air sumur di permukiman depan SPAM itu sudah sangat layak minum.

Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Aris Pidekso mengatakan, SPAM yang mengambil air dari jaringan pipa berasal dari Pemandian Selokambang itu masih bisa mengalir. Namun, belum beroperasi lantaran tahapan pembangunan belum selesai.

“Mau tidak mau kami terima dana alokasi khusus penugasan itu dari pemerintah pusat. Karena peruntukannya memenuhi kebutuhan air di kawasan Grati. Tetapi memang dari proyeksi kami yang senilai Rp 3 miliar baru terealisasi tidak sampai sepertiganya. Sekitar Rp 699 juta alokasi dananya,” katanya.

Rencananya SPAM itu bakal diserahkan ke Perumda Tirta Mahameru Lumajang alias PDAM. Sebab, pembangunan yang menggunakan anggaran belanja modal itu harus terus dirawat Pemkab Lumajang. Namun, karena bangunan SPAM belum sempurna, sampai saat ini belum diserahkan ke perusahaan daerah tersebut. (son/c2/fid)

GRATI, Radar Semeru – Lokasi bangunan yang dominan berwarna biru itu tampak sepi. Tak satu pun petugas terlihat di tempat itu. Akses masuk yang dipenuhi rerumputan menambah keyakinan infrastruktur air minum perdesaan itu belum beroperasi. Padahal, informasinya ada ratusan rumah warga yang sudah terpasang water meter.

BACA JUGA: Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Memang pembangunan SPAM yang menghabiskan anggaran hampir mencapai Rp 700 juta baru selesai kurang lebih delapan bulan lalu. Tetapi SPAM itu belum benar-benar beroperasi. Paidi, salah satu warga setempat, menjelaskan, jaringan pipa SPAM menyambungkan aliran air hingga ke Dusun Curahjero.

“Kalau di tempat saya tidak ada. Paling ada empat rumah. Karena memang kualitas air di sekitar sini sangat baik. Sejak dulu tidak ada masalah, makanya kelihatannya sasarannya ke perumahan yang ada di selatan desa hingga terus ke Desa Dorogowok,” katanya saat ditemui di sekitar SPAM saat menggembala kambing.

Menurut dia, sambungan jaringan pipa yang terhubung ke beberapa rumah tetangganya sampai saat ini masih belum mengalir. Dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun demikian, kendala itu rupanya bukan menjadi masalah besar. Sebab, sebetulnya air sumur di permukiman depan SPAM itu sudah sangat layak minum.

Kabid Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Aris Pidekso mengatakan, SPAM yang mengambil air dari jaringan pipa berasal dari Pemandian Selokambang itu masih bisa mengalir. Namun, belum beroperasi lantaran tahapan pembangunan belum selesai.

“Mau tidak mau kami terima dana alokasi khusus penugasan itu dari pemerintah pusat. Karena peruntukannya memenuhi kebutuhan air di kawasan Grati. Tetapi memang dari proyeksi kami yang senilai Rp 3 miliar baru terealisasi tidak sampai sepertiganya. Sekitar Rp 699 juta alokasi dananya,” katanya.

Rencananya SPAM itu bakal diserahkan ke Perumda Tirta Mahameru Lumajang alias PDAM. Sebab, pembangunan yang menggunakan anggaran belanja modal itu harus terus dirawat Pemkab Lumajang. Namun, karena bangunan SPAM belum sempurna, sampai saat ini belum diserahkan ke perusahaan daerah tersebut. (son/c2/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/