alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Budi Daya Berteknologi Dilirik Pulau Dewata

Kemitraan Hulu-Hilir Mulai Terobos Pasar Luar Daerah

Mobile_AP_Rectangle 1

KLANTING, Radar Semeru – Pembudi daya ikan di Kabupaten Lumajang kian dikenal. Meski belum genap dua tahun, pola budi daya yang mengandalkan teknologi jadi jujukan daerah luar. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Bali, salah satunya. Mereka tertarik berkolaborasi dengan mengoptimalkan kemitraan hulu-hilir bersama perbankan.

Sekitar pukul 10.00 kemarin, tiga mobil rombongan dari Buleleng datang ke salah satu sentra budi daya berteknologi yang ada di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Ir Jon Benni itu langsung menuju kolam budi daya.

Mereka terkejut dengan sistem full aerasi yang bisa diterapkan untuk industri rumahan. Satu per satu anggota rombongan juga ikut diskusi dan melempar pakan pada ikan. Dinas Perikanan Lumajang dan perwakilan BNI 46 juga turut mendampingi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka mengakui, pemanfaatan sistem yang terbilang modern itu mempermudah para pengelola. Utamanya pelaku usaha home industry. Dengan hasil panen yang lebih cepat dan bobot lebih berat, pengelola hanya cukup untuk memberi makan setiap satu jam sekali pada siang hari.

- Advertisement -

KLANTING, Radar Semeru – Pembudi daya ikan di Kabupaten Lumajang kian dikenal. Meski belum genap dua tahun, pola budi daya yang mengandalkan teknologi jadi jujukan daerah luar. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Bali, salah satunya. Mereka tertarik berkolaborasi dengan mengoptimalkan kemitraan hulu-hilir bersama perbankan.

Sekitar pukul 10.00 kemarin, tiga mobil rombongan dari Buleleng datang ke salah satu sentra budi daya berteknologi yang ada di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Ir Jon Benni itu langsung menuju kolam budi daya.

Mereka terkejut dengan sistem full aerasi yang bisa diterapkan untuk industri rumahan. Satu per satu anggota rombongan juga ikut diskusi dan melempar pakan pada ikan. Dinas Perikanan Lumajang dan perwakilan BNI 46 juga turut mendampingi.

Mereka mengakui, pemanfaatan sistem yang terbilang modern itu mempermudah para pengelola. Utamanya pelaku usaha home industry. Dengan hasil panen yang lebih cepat dan bobot lebih berat, pengelola hanya cukup untuk memberi makan setiap satu jam sekali pada siang hari.

KLANTING, Radar Semeru – Pembudi daya ikan di Kabupaten Lumajang kian dikenal. Meski belum genap dua tahun, pola budi daya yang mengandalkan teknologi jadi jujukan daerah luar. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Bali, salah satunya. Mereka tertarik berkolaborasi dengan mengoptimalkan kemitraan hulu-hilir bersama perbankan.

Sekitar pukul 10.00 kemarin, tiga mobil rombongan dari Buleleng datang ke salah satu sentra budi daya berteknologi yang ada di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Rombongan yang dipimpin Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng Ir Jon Benni itu langsung menuju kolam budi daya.

Mereka terkejut dengan sistem full aerasi yang bisa diterapkan untuk industri rumahan. Satu per satu anggota rombongan juga ikut diskusi dan melempar pakan pada ikan. Dinas Perikanan Lumajang dan perwakilan BNI 46 juga turut mendampingi.

Mereka mengakui, pemanfaatan sistem yang terbilang modern itu mempermudah para pengelola. Utamanya pelaku usaha home industry. Dengan hasil panen yang lebih cepat dan bobot lebih berat, pengelola hanya cukup untuk memberi makan setiap satu jam sekali pada siang hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/