alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Sempat Dituduh Tidak Netral

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak banyak orang yang terlahir di desa mau mengabdikan dirinya untuk desa. Paling banyak yang ditemui adalah mereka jenuh dengan kehidupan desa. Bagi mereka, hidup di desa sudah cukup dihabiskan hingga masa muda akhir. Saat tua, mereka bisa menikmati kehidupannya di kota.

Tetapi, tidak bagi Muhammad Ridhol Mujib. Lulusan STIE Widya Gama Lumajang tersebut memiliki pandangan yang berbeda. “Saya pikir, peran saya di desa sangat kurang. Justru, saya sering berkecimpung di dunia luar. Baik di tingkat kabupaten hingga luar pulau,” ungkapnya.

Hal tersebut membuatnya terpanggil untuk kembali ke desa. Sebab, itu bagian dari pengabdiannya kepada warga desa. Lelaki yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Pilkades Pemilihan Antarwaktu (PAW) Desa Selokbesuki, Sukodono, tersebut mengatakan, peran kembali ke desa sangat penting.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Prinsipnya, setiap apa pun yang diamanahkan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Tidak terkecuali ketika teman-teman dan masyarakat mempercayai saya untuk memimpin pilkades ini. Banyak orang berpikir ini akan berat, sebab banyak tantangan. Tetapi, bagi saya, jika sudah ada permintaan untuk kemajuan desa sendiri, mengapa harus saya tolak. Tidak ada satu pun alasan saya menolak ini. Karena ini bagian dari sebagian kecil pengabdian sosial saya ke masyarakat,” kata lelaki yang pernah menjalani dunia wartawan tersebut.

Setidaknya, memimpin pelaksanaan pilkades bisa menjadi bagian berterima kasih ke desa yang sudah membesarkannya. “Minimal, saya bisa menyuguhkan dan mewujudkan keinginan masyarakat Selokbesuki untuk memiliki pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Pengalamannya dalam penyelenggaraan pemilu sudah tak terhitung. Oleh sebab itu, beragam karakter orang pernah dia hadapi. Namun, ada satu kejadian yang paling membekas saat dia menjabat sebagai salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak banyak orang yang terlahir di desa mau mengabdikan dirinya untuk desa. Paling banyak yang ditemui adalah mereka jenuh dengan kehidupan desa. Bagi mereka, hidup di desa sudah cukup dihabiskan hingga masa muda akhir. Saat tua, mereka bisa menikmati kehidupannya di kota.

Tetapi, tidak bagi Muhammad Ridhol Mujib. Lulusan STIE Widya Gama Lumajang tersebut memiliki pandangan yang berbeda. “Saya pikir, peran saya di desa sangat kurang. Justru, saya sering berkecimpung di dunia luar. Baik di tingkat kabupaten hingga luar pulau,” ungkapnya.

Hal tersebut membuatnya terpanggil untuk kembali ke desa. Sebab, itu bagian dari pengabdiannya kepada warga desa. Lelaki yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Pilkades Pemilihan Antarwaktu (PAW) Desa Selokbesuki, Sukodono, tersebut mengatakan, peran kembali ke desa sangat penting.

“Prinsipnya, setiap apa pun yang diamanahkan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Tidak terkecuali ketika teman-teman dan masyarakat mempercayai saya untuk memimpin pilkades ini. Banyak orang berpikir ini akan berat, sebab banyak tantangan. Tetapi, bagi saya, jika sudah ada permintaan untuk kemajuan desa sendiri, mengapa harus saya tolak. Tidak ada satu pun alasan saya menolak ini. Karena ini bagian dari sebagian kecil pengabdian sosial saya ke masyarakat,” kata lelaki yang pernah menjalani dunia wartawan tersebut.

Setidaknya, memimpin pelaksanaan pilkades bisa menjadi bagian berterima kasih ke desa yang sudah membesarkannya. “Minimal, saya bisa menyuguhkan dan mewujudkan keinginan masyarakat Selokbesuki untuk memiliki pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Pengalamannya dalam penyelenggaraan pemilu sudah tak terhitung. Oleh sebab itu, beragam karakter orang pernah dia hadapi. Namun, ada satu kejadian yang paling membekas saat dia menjabat sebagai salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak banyak orang yang terlahir di desa mau mengabdikan dirinya untuk desa. Paling banyak yang ditemui adalah mereka jenuh dengan kehidupan desa. Bagi mereka, hidup di desa sudah cukup dihabiskan hingga masa muda akhir. Saat tua, mereka bisa menikmati kehidupannya di kota.

Tetapi, tidak bagi Muhammad Ridhol Mujib. Lulusan STIE Widya Gama Lumajang tersebut memiliki pandangan yang berbeda. “Saya pikir, peran saya di desa sangat kurang. Justru, saya sering berkecimpung di dunia luar. Baik di tingkat kabupaten hingga luar pulau,” ungkapnya.

Hal tersebut membuatnya terpanggil untuk kembali ke desa. Sebab, itu bagian dari pengabdiannya kepada warga desa. Lelaki yang kini menjabat sebagai Ketua Panitia Pilkades Pemilihan Antarwaktu (PAW) Desa Selokbesuki, Sukodono, tersebut mengatakan, peran kembali ke desa sangat penting.

“Prinsipnya, setiap apa pun yang diamanahkan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Tidak terkecuali ketika teman-teman dan masyarakat mempercayai saya untuk memimpin pilkades ini. Banyak orang berpikir ini akan berat, sebab banyak tantangan. Tetapi, bagi saya, jika sudah ada permintaan untuk kemajuan desa sendiri, mengapa harus saya tolak. Tidak ada satu pun alasan saya menolak ini. Karena ini bagian dari sebagian kecil pengabdian sosial saya ke masyarakat,” kata lelaki yang pernah menjalani dunia wartawan tersebut.

Setidaknya, memimpin pelaksanaan pilkades bisa menjadi bagian berterima kasih ke desa yang sudah membesarkannya. “Minimal, saya bisa menyuguhkan dan mewujudkan keinginan masyarakat Selokbesuki untuk memiliki pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Pengalamannya dalam penyelenggaraan pemilu sudah tak terhitung. Oleh sebab itu, beragam karakter orang pernah dia hadapi. Namun, ada satu kejadian yang paling membekas saat dia menjabat sebagai salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/