alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pengelola Wisata Proaktif Memproses NIB

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengurusan perizinan sejatinya tidak ribet. Sebab, cukup menggunakan gawai, pemilik maupun pengelola pariwisata bisa mendaftarkan usahanya dari mana saja. Terpenting, setelah semua berkas dilengkapi dan proses dilalui, mereka bakal mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Ari Murcono mengungkapkan, awalnya bentuk perizinan sektor wisata berupa tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Perizinan itu diterbitkan oleh DPMPTSP atas rekomendasi Dinas Pariwisata yang berlaku selama tiga tahun. Namun, sejak tahun 2018, perizinan berganti melalui OSS.

Ari melanjutkan, pelaku usaha harus lebih proaktif mengurus perizinan. Sebab, pelaku usaha dengan klasifikasi risiko menengah-rendah wajib memiliki NIB. Meski demikian, jika pelaku usaha memilih mengurus di kantor DPMPTSP, pihaknya tetap melayani. “Hanya sifatnya memfasilitasi dan mengarahkan pelaku usaha saja,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengurusan perizinan sejatinya tidak ribet. Sebab, cukup menggunakan gawai, pemilik maupun pengelola pariwisata bisa mendaftarkan usahanya dari mana saja. Terpenting, setelah semua berkas dilengkapi dan proses dilalui, mereka bakal mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Ari Murcono mengungkapkan, awalnya bentuk perizinan sektor wisata berupa tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Perizinan itu diterbitkan oleh DPMPTSP atas rekomendasi Dinas Pariwisata yang berlaku selama tiga tahun. Namun, sejak tahun 2018, perizinan berganti melalui OSS.

Ari melanjutkan, pelaku usaha harus lebih proaktif mengurus perizinan. Sebab, pelaku usaha dengan klasifikasi risiko menengah-rendah wajib memiliki NIB. Meski demikian, jika pelaku usaha memilih mengurus di kantor DPMPTSP, pihaknya tetap melayani. “Hanya sifatnya memfasilitasi dan mengarahkan pelaku usaha saja,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pengurusan perizinan sejatinya tidak ribet. Sebab, cukup menggunakan gawai, pemilik maupun pengelola pariwisata bisa mendaftarkan usahanya dari mana saja. Terpenting, setelah semua berkas dilengkapi dan proses dilalui, mereka bakal mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lumajang Ari Murcono mengungkapkan, awalnya bentuk perizinan sektor wisata berupa tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Perizinan itu diterbitkan oleh DPMPTSP atas rekomendasi Dinas Pariwisata yang berlaku selama tiga tahun. Namun, sejak tahun 2018, perizinan berganti melalui OSS.

Ari melanjutkan, pelaku usaha harus lebih proaktif mengurus perizinan. Sebab, pelaku usaha dengan klasifikasi risiko menengah-rendah wajib memiliki NIB. Meski demikian, jika pelaku usaha memilih mengurus di kantor DPMPTSP, pihaknya tetap melayani. “Hanya sifatnya memfasilitasi dan mengarahkan pelaku usaha saja,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/