alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Wisata Ditutup, Kerumunan di Alun-Alun Bebas

DLH Klaim Sudah Melarang, tapi Penertiban Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

Memang, pihaknya tidak memberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan yang berpusat di sana. “Kalau mau ditutup penuh, ya jalannya harus ditutup, sehingga tidak ada aktivitas apa pun di sana. Akan tetapi, kami hanya menutup RTH saja. Sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan atau berkumpul,” tambahnya.

Gunawan berharap, masyarakat sadar untuk saling menegakkan protokol kesehatan yang ketat. “Penertiban masyarakat yang berkerumun atau tidak taat prokes bukan kewenangan kami. Akan tetapi, kami mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di sana dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.

Namun, dari pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak diberlakukan penutupan lokasi wisata, sampai kemarin belum ada penertiban dari tim gabungan untuk menekan kerumunan di kawasan taman terbuka hijau. Termasuk di Alun-Alun Lumajang. Bahkan, sejumlah pedagang leluasa berjualan di sana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -

Memang, pihaknya tidak memberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan yang berpusat di sana. “Kalau mau ditutup penuh, ya jalannya harus ditutup, sehingga tidak ada aktivitas apa pun di sana. Akan tetapi, kami hanya menutup RTH saja. Sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan atau berkumpul,” tambahnya.

Gunawan berharap, masyarakat sadar untuk saling menegakkan protokol kesehatan yang ketat. “Penertiban masyarakat yang berkerumun atau tidak taat prokes bukan kewenangan kami. Akan tetapi, kami mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di sana dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.

Namun, dari pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak diberlakukan penutupan lokasi wisata, sampai kemarin belum ada penertiban dari tim gabungan untuk menekan kerumunan di kawasan taman terbuka hijau. Termasuk di Alun-Alun Lumajang. Bahkan, sejumlah pedagang leluasa berjualan di sana.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Memang, pihaknya tidak memberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan yang berpusat di sana. “Kalau mau ditutup penuh, ya jalannya harus ditutup, sehingga tidak ada aktivitas apa pun di sana. Akan tetapi, kami hanya menutup RTH saja. Sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk berjualan atau berkumpul,” tambahnya.

Gunawan berharap, masyarakat sadar untuk saling menegakkan protokol kesehatan yang ketat. “Penertiban masyarakat yang berkerumun atau tidak taat prokes bukan kewenangan kami. Akan tetapi, kami mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di sana dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” harapnya.

Namun, dari pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sejak diberlakukan penutupan lokasi wisata, sampai kemarin belum ada penertiban dari tim gabungan untuk menekan kerumunan di kawasan taman terbuka hijau. Termasuk di Alun-Alun Lumajang. Bahkan, sejumlah pedagang leluasa berjualan di sana.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/