alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Jalan Berjambul Tunggu Korban

Janjinya Dilakukan Perbaikan setelah Lebaran

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalanan rusak di kawasan Lumajang semakin marak. Meski telah diperbaiki berkali-kali, kerusakan jalan masih terjadi. Usia jalan tersebut tidak bertahan lama. Rata-rata hanya dalam jangka waktu sebulan, jalan yang diperbaiki rusak kembali.

Seperti yang terlihat di jalan nasional III, tepatnya di utara perempatan Kantor BRI Unit Pelita, Jalan Gatot Subroto, Karangsari, Lumajang. Sebelum puasa, jalan tersebut sudah dilakukan perbaikan. Namun, selama puasa hingga kemarin, kerusakan semakin parah. “Terakhir diperbaiki sebelum puasa. Tetapi, dua pekan setelahnya sudah rusak lagi,” kata Saiful Rizal, warga setempat.

Lelaki yang bekerja sebagai satpam Kantor BRI Unit Pelita tersebut menjelaskan, jalan yang rusak sudah banyak menelan korban jiwa. Hal itu disebabkan kondisi jalan yang bergelombang dan membahayakan. “Saking banyaknya korban, saya tidak bisa menghitung jumlah pengendara yang jatuh. Jalannya memang menyembul atau bergelombang. Daripada sebelum diperbaiki, kondisinya lebih parah ini,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Memang, kerusakan tidak sedikit. Hampir sepanjang jalan nasional, jalan yang berlubang dan bergelombang cukup banyak. Bahkan, pada jalan yang bergelombang, dia mengecat aspal jalan. “Makanya, saya cat putih agar pengendara juga tahu. Terutama dari arah selatan menuju utara sering jadi korban. Selain itu, saat malam hari, minimal pengendara melihat jalan yang rusak dengan cat itu dan bisa menghindarinya,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalanan rusak di kawasan Lumajang semakin marak. Meski telah diperbaiki berkali-kali, kerusakan jalan masih terjadi. Usia jalan tersebut tidak bertahan lama. Rata-rata hanya dalam jangka waktu sebulan, jalan yang diperbaiki rusak kembali.

Seperti yang terlihat di jalan nasional III, tepatnya di utara perempatan Kantor BRI Unit Pelita, Jalan Gatot Subroto, Karangsari, Lumajang. Sebelum puasa, jalan tersebut sudah dilakukan perbaikan. Namun, selama puasa hingga kemarin, kerusakan semakin parah. “Terakhir diperbaiki sebelum puasa. Tetapi, dua pekan setelahnya sudah rusak lagi,” kata Saiful Rizal, warga setempat.

Lelaki yang bekerja sebagai satpam Kantor BRI Unit Pelita tersebut menjelaskan, jalan yang rusak sudah banyak menelan korban jiwa. Hal itu disebabkan kondisi jalan yang bergelombang dan membahayakan. “Saking banyaknya korban, saya tidak bisa menghitung jumlah pengendara yang jatuh. Jalannya memang menyembul atau bergelombang. Daripada sebelum diperbaiki, kondisinya lebih parah ini,” jelasnya.

Memang, kerusakan tidak sedikit. Hampir sepanjang jalan nasional, jalan yang berlubang dan bergelombang cukup banyak. Bahkan, pada jalan yang bergelombang, dia mengecat aspal jalan. “Makanya, saya cat putih agar pengendara juga tahu. Terutama dari arah selatan menuju utara sering jadi korban. Selain itu, saat malam hari, minimal pengendara melihat jalan yang rusak dengan cat itu dan bisa menghindarinya,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Jalanan rusak di kawasan Lumajang semakin marak. Meski telah diperbaiki berkali-kali, kerusakan jalan masih terjadi. Usia jalan tersebut tidak bertahan lama. Rata-rata hanya dalam jangka waktu sebulan, jalan yang diperbaiki rusak kembali.

Seperti yang terlihat di jalan nasional III, tepatnya di utara perempatan Kantor BRI Unit Pelita, Jalan Gatot Subroto, Karangsari, Lumajang. Sebelum puasa, jalan tersebut sudah dilakukan perbaikan. Namun, selama puasa hingga kemarin, kerusakan semakin parah. “Terakhir diperbaiki sebelum puasa. Tetapi, dua pekan setelahnya sudah rusak lagi,” kata Saiful Rizal, warga setempat.

Lelaki yang bekerja sebagai satpam Kantor BRI Unit Pelita tersebut menjelaskan, jalan yang rusak sudah banyak menelan korban jiwa. Hal itu disebabkan kondisi jalan yang bergelombang dan membahayakan. “Saking banyaknya korban, saya tidak bisa menghitung jumlah pengendara yang jatuh. Jalannya memang menyembul atau bergelombang. Daripada sebelum diperbaiki, kondisinya lebih parah ini,” jelasnya.

Memang, kerusakan tidak sedikit. Hampir sepanjang jalan nasional, jalan yang berlubang dan bergelombang cukup banyak. Bahkan, pada jalan yang bergelombang, dia mengecat aspal jalan. “Makanya, saya cat putih agar pengendara juga tahu. Terutama dari arah selatan menuju utara sering jadi korban. Selain itu, saat malam hari, minimal pengendara melihat jalan yang rusak dengan cat itu dan bisa menghindarinya,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/