alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Pembersihan Bangunan Masih Berlanjut

Tanggap Darurat Tinggal Empat Hari Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih dampak bencana gempa bumi dirasakan masyarakat Lumajang. Terutama bagi 28 desa yang terdampak. Setiap keluarga sudah menerima bantuan. Baik dari pemerintah, organisasi, ataupun masyarakat. Namun, hal tersebut masih belum cukup. Sebab, pembersihan rumah masih menjadi hal yang harus segera diselesaikan.

Sesuai prosedur, tahapan tanggap darurat terhitung 14 hari sejak bencana terjadi. Ada ribuan bangunan yang rusak. Hal tersebut harus segera diselesaikan dengan pembersihan. “Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan bangunan. Karena ini termasuk dalam masa tanggap darurat. Terhitung mulai tanggal 10 hingga 23 mendatang,” kata Wawan Hadi Siswoyo, Kepala bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang.

Wawan menjelaskan, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan bersinergi untuk melakukan pembersihan. “Kami masih terus melakukan pembersihan. Komando tetap ada di Dandim. Saya pastikan semua berkolaborasi secara maksimal untuk segera menyelesaikan hal ini. Dari BPBD sendiri, kami menerjunkan semua tim di lapangan. Terutama di Kaliuling, Tempursari,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengungkapkan, ada tambahan alat berat jenis ekskavator yang didatangkan dari Surabaya. Hal itu akan mempercepat proses pembersihan. “Pihak Telkom Surabaya mengonfirmasi siap membantu dengan alat berat jenis ekskavator. Namun, tidak ekskavator besar. Sebab, aksesnya sulit dan hanya bisa dilalui ekskavator kecil,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih dampak bencana gempa bumi dirasakan masyarakat Lumajang. Terutama bagi 28 desa yang terdampak. Setiap keluarga sudah menerima bantuan. Baik dari pemerintah, organisasi, ataupun masyarakat. Namun, hal tersebut masih belum cukup. Sebab, pembersihan rumah masih menjadi hal yang harus segera diselesaikan.

Sesuai prosedur, tahapan tanggap darurat terhitung 14 hari sejak bencana terjadi. Ada ribuan bangunan yang rusak. Hal tersebut harus segera diselesaikan dengan pembersihan. “Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan bangunan. Karena ini termasuk dalam masa tanggap darurat. Terhitung mulai tanggal 10 hingga 23 mendatang,” kata Wawan Hadi Siswoyo, Kepala bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang.

Wawan menjelaskan, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan bersinergi untuk melakukan pembersihan. “Kami masih terus melakukan pembersihan. Komando tetap ada di Dandim. Saya pastikan semua berkolaborasi secara maksimal untuk segera menyelesaikan hal ini. Dari BPBD sendiri, kami menerjunkan semua tim di lapangan. Terutama di Kaliuling, Tempursari,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada tambahan alat berat jenis ekskavator yang didatangkan dari Surabaya. Hal itu akan mempercepat proses pembersihan. “Pihak Telkom Surabaya mengonfirmasi siap membantu dengan alat berat jenis ekskavator. Namun, tidak ekskavator besar. Sebab, aksesnya sulit dan hanya bisa dilalui ekskavator kecil,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah sepekan lebih dampak bencana gempa bumi dirasakan masyarakat Lumajang. Terutama bagi 28 desa yang terdampak. Setiap keluarga sudah menerima bantuan. Baik dari pemerintah, organisasi, ataupun masyarakat. Namun, hal tersebut masih belum cukup. Sebab, pembersihan rumah masih menjadi hal yang harus segera diselesaikan.

Sesuai prosedur, tahapan tanggap darurat terhitung 14 hari sejak bencana terjadi. Ada ribuan bangunan yang rusak. Hal tersebut harus segera diselesaikan dengan pembersihan. “Fokus utama kami saat ini adalah pembersihan bangunan. Karena ini termasuk dalam masa tanggap darurat. Terhitung mulai tanggal 10 hingga 23 mendatang,” kata Wawan Hadi Siswoyo, Kepala bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang.

Wawan menjelaskan, TNI, Polri, BPBD, dan para relawan bersinergi untuk melakukan pembersihan. “Kami masih terus melakukan pembersihan. Komando tetap ada di Dandim. Saya pastikan semua berkolaborasi secara maksimal untuk segera menyelesaikan hal ini. Dari BPBD sendiri, kami menerjunkan semua tim di lapangan. Terutama di Kaliuling, Tempursari,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada tambahan alat berat jenis ekskavator yang didatangkan dari Surabaya. Hal itu akan mempercepat proses pembersihan. “Pihak Telkom Surabaya mengonfirmasi siap membantu dengan alat berat jenis ekskavator. Namun, tidak ekskavator besar. Sebab, aksesnya sulit dan hanya bisa dilalui ekskavator kecil,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/