alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

ODGJ di Lumajang Didominasi Usia Produktif

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sejatinya memiliki harapan dan masa depan. Sebab, mereka hanya terguncang dan sakit jiwanya saja. Oleh sebab itu, tidak dibenarkan jika masyarakat mengucilkan dan menelantarkannya. Kalau kita bertemu mereka, apa yang harusnya dilakukan?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cukup banyak masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Baik yang ditemui di sejumlah titik jalan raya maupun yang masuk perkampungan. Ini karena perilaku mereka sering kali menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi masyarakat.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Informasi yang berhasil dihimpun, hampir semua kelompok usia terdapat warga dengan status ODGJ. Sebagian besar warga yang didiagnosis ODGJ itu berusia produktif. Khususnya mereka yang berumur 20 tahun ke atas. “Antara usia 20 hingga 50 tahun,” ujar dr Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyebut, karakter kepribadian masih mendominasi penyebab mereka didiagnosis ODGJ. Seperti karakter pendiam dan tertutup. Selain itu, trauma psikis yang dialami juga bisa menyebabkan mereka ODGJ. Jika seseorang mengalami dua hal ini tanpa ada tindakan dan penanganan tepat, kemungkinan besar mereka akan terguncang dan menjadi ODGJ.

“Bisa juga karena faktor lingkungan yang tidak kondusif. Misalnya pola asuh orang tua yang tidak tepat, pergaulannya, atau kondisi lingkungan lainnya. Yang jelas, karakter kepribadian itu jadi faktor dominan,” jelasnya.

Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak khawatir. Jika bertemu ODGJ, mereka bisa melaporkannya ke pemerintah setempat. Apalagi, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Lumajang bisa mendeteksi dan mengobati ODGJ. Sebab, semua perawat dan dokter sudah dilatih.

Tidak hanya itu, obat dan penanganan juga disediakan secara gratis. Harapannya, jumlah ODGJ di Lumajang bisa menurun. Sementara, mereka yang sudah menjalani perawatan bisa dinyatakan sembuh total.

“Kami sudah menyiapkan tempat penanganannya. Di Puskesmas Candipuro ada fasilitas rawat inap khusus ODGJ. Namun, jika masyarakat ingin membawa pasien ODGJ ke RSJ Lawang atau Menur disilakan. Karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah. Baik transportasi maupun perawatan dan pengobatannya,” tuturnya.

Keluarga Berperan Penting

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cukup banyak masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Baik yang ditemui di sejumlah titik jalan raya maupun yang masuk perkampungan. Ini karena perilaku mereka sering kali menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi masyarakat.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Informasi yang berhasil dihimpun, hampir semua kelompok usia terdapat warga dengan status ODGJ. Sebagian besar warga yang didiagnosis ODGJ itu berusia produktif. Khususnya mereka yang berumur 20 tahun ke atas. “Antara usia 20 hingga 50 tahun,” ujar dr Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang.

Dia menyebut, karakter kepribadian masih mendominasi penyebab mereka didiagnosis ODGJ. Seperti karakter pendiam dan tertutup. Selain itu, trauma psikis yang dialami juga bisa menyebabkan mereka ODGJ. Jika seseorang mengalami dua hal ini tanpa ada tindakan dan penanganan tepat, kemungkinan besar mereka akan terguncang dan menjadi ODGJ.

“Bisa juga karena faktor lingkungan yang tidak kondusif. Misalnya pola asuh orang tua yang tidak tepat, pergaulannya, atau kondisi lingkungan lainnya. Yang jelas, karakter kepribadian itu jadi faktor dominan,” jelasnya.

Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak khawatir. Jika bertemu ODGJ, mereka bisa melaporkannya ke pemerintah setempat. Apalagi, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Lumajang bisa mendeteksi dan mengobati ODGJ. Sebab, semua perawat dan dokter sudah dilatih.

Tidak hanya itu, obat dan penanganan juga disediakan secara gratis. Harapannya, jumlah ODGJ di Lumajang bisa menurun. Sementara, mereka yang sudah menjalani perawatan bisa dinyatakan sembuh total.

“Kami sudah menyiapkan tempat penanganannya. Di Puskesmas Candipuro ada fasilitas rawat inap khusus ODGJ. Namun, jika masyarakat ingin membawa pasien ODGJ ke RSJ Lawang atau Menur disilakan. Karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah. Baik transportasi maupun perawatan dan pengobatannya,” tuturnya.

Keluarga Berperan Penting

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Cukup banyak masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Baik yang ditemui di sejumlah titik jalan raya maupun yang masuk perkampungan. Ini karena perilaku mereka sering kali menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi masyarakat.

Baca Juga : Anggota PSHT Asal Wuluhan Meninggal, Diduga karena Latihan

Informasi yang berhasil dihimpun, hampir semua kelompok usia terdapat warga dengan status ODGJ. Sebagian besar warga yang didiagnosis ODGJ itu berusia produktif. Khususnya mereka yang berumur 20 tahun ke atas. “Antara usia 20 hingga 50 tahun,” ujar dr Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang.

Dia menyebut, karakter kepribadian masih mendominasi penyebab mereka didiagnosis ODGJ. Seperti karakter pendiam dan tertutup. Selain itu, trauma psikis yang dialami juga bisa menyebabkan mereka ODGJ. Jika seseorang mengalami dua hal ini tanpa ada tindakan dan penanganan tepat, kemungkinan besar mereka akan terguncang dan menjadi ODGJ.

“Bisa juga karena faktor lingkungan yang tidak kondusif. Misalnya pola asuh orang tua yang tidak tepat, pergaulannya, atau kondisi lingkungan lainnya. Yang jelas, karakter kepribadian itu jadi faktor dominan,” jelasnya.

Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak khawatir. Jika bertemu ODGJ, mereka bisa melaporkannya ke pemerintah setempat. Apalagi, seluruh puskesmas dan rumah sakit di Lumajang bisa mendeteksi dan mengobati ODGJ. Sebab, semua perawat dan dokter sudah dilatih.

Tidak hanya itu, obat dan penanganan juga disediakan secara gratis. Harapannya, jumlah ODGJ di Lumajang bisa menurun. Sementara, mereka yang sudah menjalani perawatan bisa dinyatakan sembuh total.

“Kami sudah menyiapkan tempat penanganannya. Di Puskesmas Candipuro ada fasilitas rawat inap khusus ODGJ. Namun, jika masyarakat ingin membawa pasien ODGJ ke RSJ Lawang atau Menur disilakan. Karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah. Baik transportasi maupun perawatan dan pengobatannya,” tuturnya.

Keluarga Berperan Penting

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/