alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Dua Bulan Warung Gorengan Tutup Usia

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir enam bulan, warga dibuat bingung dengan harga migor (minyak goreng) yang semakin tidak terkendali. Sebab, harga dipasaran semakin menguras kantong. Hingga membuat pedagang gorengan harus tutup usia, karena pendapatan semakin menurun dan tidak bisa mengembalikan modal berjualan.

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Hal ini, seperti yang dirasakan akun Lucky Laki. Dalam postingannya dia mengunggah foto warung gorengan miliknya. Terlihat foto itu diambil beberapa waktu yang lalu, dengan deskripsi foto bahwa warung gorengan miliknya sudah tutup sejak dua bulan lamanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, hal ini disebabkan karena kenaikan harga minyak goreng hingga membuat pendapatannya merosot tajam. “Sudah dua bulan warung gorengan saya tutup, karena harga minyak mahal dan omset menurun,” kata akun Lucky Laki.

Postingan yang diunggah beberapa jam tersebut, langsung menuai banyak komentar warganet. Ada yang berkomentar kesal, bahkan akan marah. “Temen kate ngamuk iki ngamuk neng sopo. Kate prei gak dodol iki gaenek sing ngekei pendapatan. Oalah rek-rek mandar ae pemerintah ngerti ngenese wong cilik,” komentar Cimolan. Ada juga warganet yang mengaku nasibnya sama persis, seperti yang dialami akun Lucky Laki. “Senasib,” tambah komentar Cak Afi.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir enam bulan, warga dibuat bingung dengan harga migor (minyak goreng) yang semakin tidak terkendali. Sebab, harga dipasaran semakin menguras kantong. Hingga membuat pedagang gorengan harus tutup usia, karena pendapatan semakin menurun dan tidak bisa mengembalikan modal berjualan.

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Hal ini, seperti yang dirasakan akun Lucky Laki. Dalam postingannya dia mengunggah foto warung gorengan miliknya. Terlihat foto itu diambil beberapa waktu yang lalu, dengan deskripsi foto bahwa warung gorengan miliknya sudah tutup sejak dua bulan lamanya.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena kenaikan harga minyak goreng hingga membuat pendapatannya merosot tajam. “Sudah dua bulan warung gorengan saya tutup, karena harga minyak mahal dan omset menurun,” kata akun Lucky Laki.

Postingan yang diunggah beberapa jam tersebut, langsung menuai banyak komentar warganet. Ada yang berkomentar kesal, bahkan akan marah. “Temen kate ngamuk iki ngamuk neng sopo. Kate prei gak dodol iki gaenek sing ngekei pendapatan. Oalah rek-rek mandar ae pemerintah ngerti ngenese wong cilik,” komentar Cimolan. Ada juga warganet yang mengaku nasibnya sama persis, seperti yang dialami akun Lucky Laki. “Senasib,” tambah komentar Cak Afi.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sudah hampir enam bulan, warga dibuat bingung dengan harga migor (minyak goreng) yang semakin tidak terkendali. Sebab, harga dipasaran semakin menguras kantong. Hingga membuat pedagang gorengan harus tutup usia, karena pendapatan semakin menurun dan tidak bisa mengembalikan modal berjualan.

Baca Juga : Tobatnya Pecandu Narkoba, Bisnis Ikan Asap

Hal ini, seperti yang dirasakan akun Lucky Laki. Dalam postingannya dia mengunggah foto warung gorengan miliknya. Terlihat foto itu diambil beberapa waktu yang lalu, dengan deskripsi foto bahwa warung gorengan miliknya sudah tutup sejak dua bulan lamanya.

Menurutnya, hal ini disebabkan karena kenaikan harga minyak goreng hingga membuat pendapatannya merosot tajam. “Sudah dua bulan warung gorengan saya tutup, karena harga minyak mahal dan omset menurun,” kata akun Lucky Laki.

Postingan yang diunggah beberapa jam tersebut, langsung menuai banyak komentar warganet. Ada yang berkomentar kesal, bahkan akan marah. “Temen kate ngamuk iki ngamuk neng sopo. Kate prei gak dodol iki gaenek sing ngekei pendapatan. Oalah rek-rek mandar ae pemerintah ngerti ngenese wong cilik,” komentar Cimolan. Ada juga warganet yang mengaku nasibnya sama persis, seperti yang dialami akun Lucky Laki. “Senasib,” tambah komentar Cak Afi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/