alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Penanganan Kesehatan Tembus Rp 71 M

Tanggungan pada Nakes Tahun Lalu Mencapai Rp 10 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat ini setiap OPD sedang sibuk melakukan pengeprasan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) untuk kebutuhan refocusing. Sebab, kebutuhan untuk penanganan korona di bidang kesehatan rencananya bakal dialokasikan sebesar Rp 71 miliar.
Anggaran tersebut bakal digunakan untuk beragam keperluan penanganan korona. Seperti untuk mendukung operasional, pemantauan dan penanggulangan dampak, distribusi, pengamanan penyediaan tempat, serta insentif bagi seluruh nakes yang terlibat pelaksanaan vaksinasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang Ester Pramedian mengatakan, selain digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, anggaran korona juga bakal digunakan untuk penanganan pandemi. Seperti mendukung kelurahan untuk pos penanganan tingkat desa serta insentif untuk nakes yang menangani korona.
“Tahun ini, semua anggaran difokuskan di Dinkes untuk pengelolaan dan pertanggungjawabannya. Juga untuk tahun ini nakes bakal menerima insentif. Sebelumnya, tahun kemarin dibebankan di pemerintah pusat, tetapi tahun ini dialihkan ke Pemkab Lumajang,” ucapnya.
Sementara itu, dari total besaran anggaran tersebut, setengahnya memang untuk insentif nakes. Bahkan, insentif itu terbagi menjadi dua. Yaitu berkaitan dengan nakes yang melakukan vaksinasi serta nakes yang bersentuhan dengan penanganan korona. Termasuk memberikan insentif pada nakes tahun 2020.
Kasubag Penyusunan Program Dinkes Lumajang Ririn Fitriana mengatakan, total tanggungan pemerintah pada nakes tahun lalu mencapai Rp 10 miliar. “Yang tahun 2021 kami rencanakan kebutuhan sekitar Rp 35 miliar. Tapi, masih menunggu kepastian setelah dari BPKD Lumajang,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat ini setiap OPD sedang sibuk melakukan pengeprasan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) untuk kebutuhan refocusing. Sebab, kebutuhan untuk penanganan korona di bidang kesehatan rencananya bakal dialokasikan sebesar Rp 71 miliar.
Anggaran tersebut bakal digunakan untuk beragam keperluan penanganan korona. Seperti untuk mendukung operasional, pemantauan dan penanggulangan dampak, distribusi, pengamanan penyediaan tempat, serta insentif bagi seluruh nakes yang terlibat pelaksanaan vaksinasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang Ester Pramedian mengatakan, selain digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, anggaran korona juga bakal digunakan untuk penanganan pandemi. Seperti mendukung kelurahan untuk pos penanganan tingkat desa serta insentif untuk nakes yang menangani korona.
“Tahun ini, semua anggaran difokuskan di Dinkes untuk pengelolaan dan pertanggungjawabannya. Juga untuk tahun ini nakes bakal menerima insentif. Sebelumnya, tahun kemarin dibebankan di pemerintah pusat, tetapi tahun ini dialihkan ke Pemkab Lumajang,” ucapnya.
Sementara itu, dari total besaran anggaran tersebut, setengahnya memang untuk insentif nakes. Bahkan, insentif itu terbagi menjadi dua. Yaitu berkaitan dengan nakes yang melakukan vaksinasi serta nakes yang bersentuhan dengan penanganan korona. Termasuk memberikan insentif pada nakes tahun 2020.
Kasubag Penyusunan Program Dinkes Lumajang Ririn Fitriana mengatakan, total tanggungan pemerintah pada nakes tahun lalu mencapai Rp 10 miliar. “Yang tahun 2021 kami rencanakan kebutuhan sekitar Rp 35 miliar. Tapi, masih menunggu kepastian setelah dari BPKD Lumajang,” pungkasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Saat ini setiap OPD sedang sibuk melakukan pengeprasan anggaran yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) untuk kebutuhan refocusing. Sebab, kebutuhan untuk penanganan korona di bidang kesehatan rencananya bakal dialokasikan sebesar Rp 71 miliar.
Anggaran tersebut bakal digunakan untuk beragam keperluan penanganan korona. Seperti untuk mendukung operasional, pemantauan dan penanggulangan dampak, distribusi, pengamanan penyediaan tempat, serta insentif bagi seluruh nakes yang terlibat pelaksanaan vaksinasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lumajang Ester Pramedian mengatakan, selain digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi, anggaran korona juga bakal digunakan untuk penanganan pandemi. Seperti mendukung kelurahan untuk pos penanganan tingkat desa serta insentif untuk nakes yang menangani korona.
“Tahun ini, semua anggaran difokuskan di Dinkes untuk pengelolaan dan pertanggungjawabannya. Juga untuk tahun ini nakes bakal menerima insentif. Sebelumnya, tahun kemarin dibebankan di pemerintah pusat, tetapi tahun ini dialihkan ke Pemkab Lumajang,” ucapnya.
Sementara itu, dari total besaran anggaran tersebut, setengahnya memang untuk insentif nakes. Bahkan, insentif itu terbagi menjadi dua. Yaitu berkaitan dengan nakes yang melakukan vaksinasi serta nakes yang bersentuhan dengan penanganan korona. Termasuk memberikan insentif pada nakes tahun 2020.
Kasubag Penyusunan Program Dinkes Lumajang Ririn Fitriana mengatakan, total tanggungan pemerintah pada nakes tahun lalu mencapai Rp 10 miliar. “Yang tahun 2021 kami rencanakan kebutuhan sekitar Rp 35 miliar. Tapi, masih menunggu kepastian setelah dari BPKD Lumajang,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/