alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pembersihan Sampah Tunggu Perintah

Sampah Menumpuk di Kawasan Jembatan Klakah

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan membuang sampah sembarangan makin diabaikan. Kebiasaan tidak baik tersebut masih sering dilakukan. Parahnya, sungai menjadi sasaran pembuangan. Akibatnya, sampah menumpuk dan sering kali membuat aliran air terhambat.
Seperti yang terlihat di perempatan arah Pasar Klakah, tepatnya Desa Mlawang, Klakah. Tumpukan sampah terlihat memenuhi sungai. Meski tidak ada air yang mengalir, sampah tersebut mengeluarkan bau busuk. Sebab, sudah dua bulan tidak ada aktivitas pembersihan di sungai tersebut.
“Sudah dua bulan ini tidak dibersihkan. Warga juga tidak mau kerja bakti. Kecuali kalau ada perintah dari pemerintah. Baru bersama-sama kita membersihkan sampah di sungai,” kata Mat, salah satu warga Klakah.
Lelaki yang sehari-hari bertugas di pos amalan perempatan tersebut mengungkapkan, setiap hari dia mengingatkan warga yang melintas agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sungai dekat pos amalannya. Namun, banyak warga yang mengabaikan. Akibatnya, sampah menumpuk hingga mendekati badan jalan dan jembatan.
“Masyarakat dengan mudah membuang sampah sembarangan. Paling sering membuangnya pagi hari sekitar pukul lima hingga pukul tujuh. Saat mereka akan berangkat kerja, sampah dari rumah itu dibawa. Biasanya sudah dimasukkan kresek dan dibuang ketika melintasi jembatan,” jelasnya.
Padahal, tempat pembuangan sampah (TPS) sudah disediakan di Pasar Klakah, tidak jauh dari jembatan. Namun, masyarakat enggan repot untuk membuang sesuai tempatnya. Saat hujan turun, sampah dari hulu terbawa aliran dan menghambat aliran sungai. Hal tersebut dibiarkan warga. Sebab, menurut mereka, sampah akan terbawa ke aliran yang lebih rendah.
Meski sudah sering dilaporkan warga, pemerintah belum turun tangan. Hingga saat ini, belum ada penanganan atas tumpukan sampah tersebut. “Harapannya, pemerintah segera menindaklanjuti. Terutama menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan membuang sampah sembarangan makin diabaikan. Kebiasaan tidak baik tersebut masih sering dilakukan. Parahnya, sungai menjadi sasaran pembuangan. Akibatnya, sampah menumpuk dan sering kali membuat aliran air terhambat.
Seperti yang terlihat di perempatan arah Pasar Klakah, tepatnya Desa Mlawang, Klakah. Tumpukan sampah terlihat memenuhi sungai. Meski tidak ada air yang mengalir, sampah tersebut mengeluarkan bau busuk. Sebab, sudah dua bulan tidak ada aktivitas pembersihan di sungai tersebut.
“Sudah dua bulan ini tidak dibersihkan. Warga juga tidak mau kerja bakti. Kecuali kalau ada perintah dari pemerintah. Baru bersama-sama kita membersihkan sampah di sungai,” kata Mat, salah satu warga Klakah.
Lelaki yang sehari-hari bertugas di pos amalan perempatan tersebut mengungkapkan, setiap hari dia mengingatkan warga yang melintas agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sungai dekat pos amalannya. Namun, banyak warga yang mengabaikan. Akibatnya, sampah menumpuk hingga mendekati badan jalan dan jembatan.
“Masyarakat dengan mudah membuang sampah sembarangan. Paling sering membuangnya pagi hari sekitar pukul lima hingga pukul tujuh. Saat mereka akan berangkat kerja, sampah dari rumah itu dibawa. Biasanya sudah dimasukkan kresek dan dibuang ketika melintasi jembatan,” jelasnya.
Padahal, tempat pembuangan sampah (TPS) sudah disediakan di Pasar Klakah, tidak jauh dari jembatan. Namun, masyarakat enggan repot untuk membuang sesuai tempatnya. Saat hujan turun, sampah dari hulu terbawa aliran dan menghambat aliran sungai. Hal tersebut dibiarkan warga. Sebab, menurut mereka, sampah akan terbawa ke aliran yang lebih rendah.
Meski sudah sering dilaporkan warga, pemerintah belum turun tangan. Hingga saat ini, belum ada penanganan atas tumpukan sampah tersebut. “Harapannya, pemerintah segera menindaklanjuti. Terutama menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Larangan membuang sampah sembarangan makin diabaikan. Kebiasaan tidak baik tersebut masih sering dilakukan. Parahnya, sungai menjadi sasaran pembuangan. Akibatnya, sampah menumpuk dan sering kali membuat aliran air terhambat.
Seperti yang terlihat di perempatan arah Pasar Klakah, tepatnya Desa Mlawang, Klakah. Tumpukan sampah terlihat memenuhi sungai. Meski tidak ada air yang mengalir, sampah tersebut mengeluarkan bau busuk. Sebab, sudah dua bulan tidak ada aktivitas pembersihan di sungai tersebut.
“Sudah dua bulan ini tidak dibersihkan. Warga juga tidak mau kerja bakti. Kecuali kalau ada perintah dari pemerintah. Baru bersama-sama kita membersihkan sampah di sungai,” kata Mat, salah satu warga Klakah.
Lelaki yang sehari-hari bertugas di pos amalan perempatan tersebut mengungkapkan, setiap hari dia mengingatkan warga yang melintas agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sungai dekat pos amalannya. Namun, banyak warga yang mengabaikan. Akibatnya, sampah menumpuk hingga mendekati badan jalan dan jembatan.
“Masyarakat dengan mudah membuang sampah sembarangan. Paling sering membuangnya pagi hari sekitar pukul lima hingga pukul tujuh. Saat mereka akan berangkat kerja, sampah dari rumah itu dibawa. Biasanya sudah dimasukkan kresek dan dibuang ketika melintasi jembatan,” jelasnya.
Padahal, tempat pembuangan sampah (TPS) sudah disediakan di Pasar Klakah, tidak jauh dari jembatan. Namun, masyarakat enggan repot untuk membuang sesuai tempatnya. Saat hujan turun, sampah dari hulu terbawa aliran dan menghambat aliran sungai. Hal tersebut dibiarkan warga. Sebab, menurut mereka, sampah akan terbawa ke aliran yang lebih rendah.
Meski sudah sering dilaporkan warga, pemerintah belum turun tangan. Hingga saat ini, belum ada penanganan atas tumpukan sampah tersebut. “Harapannya, pemerintah segera menindaklanjuti. Terutama menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/