alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Program Nyata Seribu Mahasiswa Kurang Mampu, Masih Separuh

Salah satu dari 20 progam nyata dengan memberikan beasiswa pada seribu mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tampaknya sulit terwujud. Sebab, selama masa kepemimpinan mendekati akhir periode, target itu masih separuh dari kuota.

Mobile_AP_Rectangle 1

Tambah Sasaran Penghafal Alquran

MINIMNYA kuota beasiswa yang terserap membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Sejak tahun 2020, Dinas Sosial menambah sasaran baru penerima beasiswa. Selain mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, penghafal alquran minimal 10 Juz juga dapat menikmati progam beasiswa tersebut.

Tahun 2020, ada sekitar 10 mahasiswa berprestasi yang menggunakan kemampuan tersebut untuk mendapat beasiswa. Kemudian tahun 2021, ada sekitar 8 mahasiswa. Tentu, seluruh mahasiswa yang mendapat beasiswa ini bakal dipenuhi sampai lulus, alias maksimal 8 semester selama kuliah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rata-rata mahasiswa yang mengakses program ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi di beberapa daerah. Seperti di kabupaten kota yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Pulau Bali. “Mulai dua tahun ini ada 18 penerima beasiswa dari penghafal Alquran,” katanya.

Menurutnya, jumlah penerima beasiswa ini sangat fluktuatif. Bisa tetap mendapat beasiswa atau tidak mendapatkan. Artinya selama satu semester mampu mempertahankan IPK sebesar 3, dia akan dapat beasiswa. Tahun ini saja, dari total 405 penerima beasiswa hanya 401 mahasiswa yang berhasil bertahan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Kalau IPK-nya di bawah 3, kemudian semester berikutnya naik menjadi 3 lagi ya dapat lagi,” jelasnya. Penerima beasiswa tersebut dapat mengambil pencairan beasiswa itu Rp 1,2 perbulan dalam satu semester. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengambil pencairan tersebut di akhir semester. Sebab, banyak kekurangan yang harus dilengkapi.

“Persyaratannya minimal IPK yang didapat harus 3, jika kurang dari itu di semester itu dia tidak menerima. Kalaupun ada yang mengambil di akhir semester, itu karena memang dia belum segera menyetorkan kartu hasil studi atau KHS setiap semester. Jadi ya kadang numpuk di akhir,” pungkasnya (son/fid)

 

- Advertisement -

Tambah Sasaran Penghafal Alquran

MINIMNYA kuota beasiswa yang terserap membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Sejak tahun 2020, Dinas Sosial menambah sasaran baru penerima beasiswa. Selain mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, penghafal alquran minimal 10 Juz juga dapat menikmati progam beasiswa tersebut.

Tahun 2020, ada sekitar 10 mahasiswa berprestasi yang menggunakan kemampuan tersebut untuk mendapat beasiswa. Kemudian tahun 2021, ada sekitar 8 mahasiswa. Tentu, seluruh mahasiswa yang mendapat beasiswa ini bakal dipenuhi sampai lulus, alias maksimal 8 semester selama kuliah.

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rata-rata mahasiswa yang mengakses program ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi di beberapa daerah. Seperti di kabupaten kota yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Pulau Bali. “Mulai dua tahun ini ada 18 penerima beasiswa dari penghafal Alquran,” katanya.

Menurutnya, jumlah penerima beasiswa ini sangat fluktuatif. Bisa tetap mendapat beasiswa atau tidak mendapatkan. Artinya selama satu semester mampu mempertahankan IPK sebesar 3, dia akan dapat beasiswa. Tahun ini saja, dari total 405 penerima beasiswa hanya 401 mahasiswa yang berhasil bertahan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Kalau IPK-nya di bawah 3, kemudian semester berikutnya naik menjadi 3 lagi ya dapat lagi,” jelasnya. Penerima beasiswa tersebut dapat mengambil pencairan beasiswa itu Rp 1,2 perbulan dalam satu semester. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengambil pencairan tersebut di akhir semester. Sebab, banyak kekurangan yang harus dilengkapi.

“Persyaratannya minimal IPK yang didapat harus 3, jika kurang dari itu di semester itu dia tidak menerima. Kalaupun ada yang mengambil di akhir semester, itu karena memang dia belum segera menyetorkan kartu hasil studi atau KHS setiap semester. Jadi ya kadang numpuk di akhir,” pungkasnya (son/fid)

 

Tambah Sasaran Penghafal Alquran

MINIMNYA kuota beasiswa yang terserap membuat Pemkab Lumajang memutar otak. Sejak tahun 2020, Dinas Sosial menambah sasaran baru penerima beasiswa. Selain mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, penghafal alquran minimal 10 Juz juga dapat menikmati progam beasiswa tersebut.

Tahun 2020, ada sekitar 10 mahasiswa berprestasi yang menggunakan kemampuan tersebut untuk mendapat beasiswa. Kemudian tahun 2021, ada sekitar 8 mahasiswa. Tentu, seluruh mahasiswa yang mendapat beasiswa ini bakal dipenuhi sampai lulus, alias maksimal 8 semester selama kuliah.

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rata-rata mahasiswa yang mengakses program ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi di beberapa daerah. Seperti di kabupaten kota yang ada di Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Pulau Bali. “Mulai dua tahun ini ada 18 penerima beasiswa dari penghafal Alquran,” katanya.

Menurutnya, jumlah penerima beasiswa ini sangat fluktuatif. Bisa tetap mendapat beasiswa atau tidak mendapatkan. Artinya selama satu semester mampu mempertahankan IPK sebesar 3, dia akan dapat beasiswa. Tahun ini saja, dari total 405 penerima beasiswa hanya 401 mahasiswa yang berhasil bertahan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Kalau IPK-nya di bawah 3, kemudian semester berikutnya naik menjadi 3 lagi ya dapat lagi,” jelasnya. Penerima beasiswa tersebut dapat mengambil pencairan beasiswa itu Rp 1,2 perbulan dalam satu semester. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengambil pencairan tersebut di akhir semester. Sebab, banyak kekurangan yang harus dilengkapi.

“Persyaratannya minimal IPK yang didapat harus 3, jika kurang dari itu di semester itu dia tidak menerima. Kalaupun ada yang mengambil di akhir semester, itu karena memang dia belum segera menyetorkan kartu hasil studi atau KHS setiap semester. Jadi ya kadang numpuk di akhir,” pungkasnya (son/fid)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/