alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Program Nyata Seribu Mahasiswa Kurang Mampu, Masih Separuh

Salah satu dari 20 progam nyata dengan memberikan beasiswa pada seribu mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tampaknya sulit terwujud. Sebab, selama masa kepemimpinan mendekati akhir periode, target itu masih separuh dari kuota.

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPUHARJO, Radar Semeru – Hampir setiap tahun cukup banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mengakses beasiswa dari Pemkab Lumajang. Namun, rupanya sekalipun banyak mendaftar, kuota seribu beasiswa yang seperti dijanjikan belum terpenuhi dengan sempurna.

Sejak 2019 program beasiswa itu diumumkan secara terbuka. Siapapun yang ingin dipersilakan mendaftar. Di awal, ada sekitar 121 mahasiswa terpilih menjadi penerima. Tahun 2020, kuota 200 penerima itu hampir terpenuhi, sebanyak 184 terpilih. Tetapi tahun 2021, kuota tersebut dikurangi menjadi 100 penerima. 

Kabid Penanganan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Nira Fitri Aviana mengatakan, pengurangan kuota tersebut disebabkan minimnya ketersediaan anggaran untuk pemenuhan progam. Sebab, tahun itu ada sejumlah pos anggaran yang terpaksa dilakukan refocusing untuk penanganan korona. Termasuk juga untuk penanganan bencana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Idealnya, setiap tahun Pemkab Lumajang seharusnya komitmen membuka kuota sebesar 200 mahasiswa. Supaya target seribu mahasiswa itu bisa terpenuhi selama lima tahun atau satu periode ini. Tetapi jika dalam satu tahun ada pengurangan, otomatis perlu kerja ekstra untuk mewujudkan itu. Apalagi sekarang masih berjumlah 405 mahasiswa penerima beasiswa.

“Tahun sebelum-sebelumnya kami batasi sampai 200, tetapi memang tidak ada yang mendaftar. Kemudian kami juga sudah melakukan sosialisasi, tetapi hasilnya memang selalu kurang,” katanya. Besaran beasiswa yang diterima mahasiswa ini sejumlah Rp 7,2 juta diterimakan di pergantian semester.

Tahun ini janji tersebut masih berjalan. Diperkirakan di sisa masa kepemimpinan periode ini, pasangan Thoriq-Indah bakal sulit mewujudkan progam nyata ini. Sebab, ketersediaan anggaran masih tergolong cukup minim. 

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rencananya, kekurangan-kekurangan tersebut bakal dipenuhi di sisa masa periode ini. Sebab, target janji tersebut berjumlah seribu mahasiswa. “Kami masih ada dua kali pembukaan sampai tahun 2023, kami optimis bisa kejar target itu kalau anggarannya tersedia,” pungkasnya (son/fid)

- Advertisement -

KEPUHARJO, Radar Semeru – Hampir setiap tahun cukup banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mengakses beasiswa dari Pemkab Lumajang. Namun, rupanya sekalipun banyak mendaftar, kuota seribu beasiswa yang seperti dijanjikan belum terpenuhi dengan sempurna.

Sejak 2019 program beasiswa itu diumumkan secara terbuka. Siapapun yang ingin dipersilakan mendaftar. Di awal, ada sekitar 121 mahasiswa terpilih menjadi penerima. Tahun 2020, kuota 200 penerima itu hampir terpenuhi, sebanyak 184 terpilih. Tetapi tahun 2021, kuota tersebut dikurangi menjadi 100 penerima. 

Kabid Penanganan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Nira Fitri Aviana mengatakan, pengurangan kuota tersebut disebabkan minimnya ketersediaan anggaran untuk pemenuhan progam. Sebab, tahun itu ada sejumlah pos anggaran yang terpaksa dilakukan refocusing untuk penanganan korona. Termasuk juga untuk penanganan bencana.

Idealnya, setiap tahun Pemkab Lumajang seharusnya komitmen membuka kuota sebesar 200 mahasiswa. Supaya target seribu mahasiswa itu bisa terpenuhi selama lima tahun atau satu periode ini. Tetapi jika dalam satu tahun ada pengurangan, otomatis perlu kerja ekstra untuk mewujudkan itu. Apalagi sekarang masih berjumlah 405 mahasiswa penerima beasiswa.

“Tahun sebelum-sebelumnya kami batasi sampai 200, tetapi memang tidak ada yang mendaftar. Kemudian kami juga sudah melakukan sosialisasi, tetapi hasilnya memang selalu kurang,” katanya. Besaran beasiswa yang diterima mahasiswa ini sejumlah Rp 7,2 juta diterimakan di pergantian semester.

Tahun ini janji tersebut masih berjalan. Diperkirakan di sisa masa kepemimpinan periode ini, pasangan Thoriq-Indah bakal sulit mewujudkan progam nyata ini. Sebab, ketersediaan anggaran masih tergolong cukup minim. 

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rencananya, kekurangan-kekurangan tersebut bakal dipenuhi di sisa masa periode ini. Sebab, target janji tersebut berjumlah seribu mahasiswa. “Kami masih ada dua kali pembukaan sampai tahun 2023, kami optimis bisa kejar target itu kalau anggarannya tersedia,” pungkasnya (son/fid)

KEPUHARJO, Radar Semeru – Hampir setiap tahun cukup banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu mengakses beasiswa dari Pemkab Lumajang. Namun, rupanya sekalipun banyak mendaftar, kuota seribu beasiswa yang seperti dijanjikan belum terpenuhi dengan sempurna.

Sejak 2019 program beasiswa itu diumumkan secara terbuka. Siapapun yang ingin dipersilakan mendaftar. Di awal, ada sekitar 121 mahasiswa terpilih menjadi penerima. Tahun 2020, kuota 200 penerima itu hampir terpenuhi, sebanyak 184 terpilih. Tetapi tahun 2021, kuota tersebut dikurangi menjadi 100 penerima. 

Kabid Penanganan dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Nira Fitri Aviana mengatakan, pengurangan kuota tersebut disebabkan minimnya ketersediaan anggaran untuk pemenuhan progam. Sebab, tahun itu ada sejumlah pos anggaran yang terpaksa dilakukan refocusing untuk penanganan korona. Termasuk juga untuk penanganan bencana.

Idealnya, setiap tahun Pemkab Lumajang seharusnya komitmen membuka kuota sebesar 200 mahasiswa. Supaya target seribu mahasiswa itu bisa terpenuhi selama lima tahun atau satu periode ini. Tetapi jika dalam satu tahun ada pengurangan, otomatis perlu kerja ekstra untuk mewujudkan itu. Apalagi sekarang masih berjumlah 405 mahasiswa penerima beasiswa.

“Tahun sebelum-sebelumnya kami batasi sampai 200, tetapi memang tidak ada yang mendaftar. Kemudian kami juga sudah melakukan sosialisasi, tetapi hasilnya memang selalu kurang,” katanya. Besaran beasiswa yang diterima mahasiswa ini sejumlah Rp 7,2 juta diterimakan di pergantian semester.

Tahun ini janji tersebut masih berjalan. Diperkirakan di sisa masa kepemimpinan periode ini, pasangan Thoriq-Indah bakal sulit mewujudkan progam nyata ini. Sebab, ketersediaan anggaran masih tergolong cukup minim. 

Kepala Dinas Sosial Dewi Susiyanti mengatakan, rencananya, kekurangan-kekurangan tersebut bakal dipenuhi di sisa masa periode ini. Sebab, target janji tersebut berjumlah seribu mahasiswa. “Kami masih ada dua kali pembukaan sampai tahun 2023, kami optimis bisa kejar target itu kalau anggarannya tersedia,” pungkasnya (son/fid)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/