alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Wabup Lumajang Kecewa, Peralatan Pos Pantau Tidak Maksimal

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Setelah ditelusuri, early warning system (EWS) dan penyebaran informasi bencana pada warga terlambat. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap ada penambahan sejumlah alat di pos pengamatan Gunung Semeru.

“Terus terang, tadi kami menyampaikan dan memohon kepada menteri agar alat-alat yang ada di-upgrade (ditingkatkan, Red). Kami merasa pos pantau di sini tidak maksimal. Seperti kamera termal yang baru dipasang setelah kejadian. Nah, seharusnya tidak begitu,” ungkap Bunda Indah setelah berkoordinasi dengan Menteri ESDM di Pos Pemantauan Desa Sumberwuluh, kemarin.

Bunda Indah mengatakan, banyak alat yang tidak maksimal. Sebab, jumlahnya belum mencukupi. Dia menyebut, hanya ada empat alat seismograf. Sementara, kamera thermal hanya ada satu dan baru dipasang, dua hari lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan closed circuit television (CCTV) direncanakan dipasang di sejumlah titik. Pemasangan itu difokuskan pada kawasan rawan. Selain memantau aktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru, CCTV tersebut juga berfungsi memantau aktivitas masyarakat.

“Kami minta ada sirene atau alarm. Karena munculnya APG ini memang tidak tahu kapan.  Tetapi, ada gejala yang bisa kita ketahui. Terutama kalau kita punya kamera termal. Sehingga kita bisa mengukur suhu dari gunung. Nah, jika ada gejala, sirene dibunyikan, maka masyarakat bisa waspada,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Setelah ditelusuri, early warning system (EWS) dan penyebaran informasi bencana pada warga terlambat. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap ada penambahan sejumlah alat di pos pengamatan Gunung Semeru.

“Terus terang, tadi kami menyampaikan dan memohon kepada menteri agar alat-alat yang ada di-upgrade (ditingkatkan, Red). Kami merasa pos pantau di sini tidak maksimal. Seperti kamera termal yang baru dipasang setelah kejadian. Nah, seharusnya tidak begitu,” ungkap Bunda Indah setelah berkoordinasi dengan Menteri ESDM di Pos Pemantauan Desa Sumberwuluh, kemarin.

Bunda Indah mengatakan, banyak alat yang tidak maksimal. Sebab, jumlahnya belum mencukupi. Dia menyebut, hanya ada empat alat seismograf. Sementara, kamera thermal hanya ada satu dan baru dipasang, dua hari lalu.

Sedangkan closed circuit television (CCTV) direncanakan dipasang di sejumlah titik. Pemasangan itu difokuskan pada kawasan rawan. Selain memantau aktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru, CCTV tersebut juga berfungsi memantau aktivitas masyarakat.

“Kami minta ada sirene atau alarm. Karena munculnya APG ini memang tidak tahu kapan.  Tetapi, ada gejala yang bisa kita ketahui. Terutama kalau kita punya kamera termal. Sehingga kita bisa mengukur suhu dari gunung. Nah, jika ada gejala, sirene dibunyikan, maka masyarakat bisa waspada,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bencana alam awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan puluhan orang meninggal dunia. Setelah ditelusuri, early warning system (EWS) dan penyebaran informasi bencana pada warga terlambat. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap ada penambahan sejumlah alat di pos pengamatan Gunung Semeru.

“Terus terang, tadi kami menyampaikan dan memohon kepada menteri agar alat-alat yang ada di-upgrade (ditingkatkan, Red). Kami merasa pos pantau di sini tidak maksimal. Seperti kamera termal yang baru dipasang setelah kejadian. Nah, seharusnya tidak begitu,” ungkap Bunda Indah setelah berkoordinasi dengan Menteri ESDM di Pos Pemantauan Desa Sumberwuluh, kemarin.

Bunda Indah mengatakan, banyak alat yang tidak maksimal. Sebab, jumlahnya belum mencukupi. Dia menyebut, hanya ada empat alat seismograf. Sementara, kamera thermal hanya ada satu dan baru dipasang, dua hari lalu.

Sedangkan closed circuit television (CCTV) direncanakan dipasang di sejumlah titik. Pemasangan itu difokuskan pada kawasan rawan. Selain memantau aktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru, CCTV tersebut juga berfungsi memantau aktivitas masyarakat.

“Kami minta ada sirene atau alarm. Karena munculnya APG ini memang tidak tahu kapan.  Tetapi, ada gejala yang bisa kita ketahui. Terutama kalau kita punya kamera termal. Sehingga kita bisa mengukur suhu dari gunung. Nah, jika ada gejala, sirene dibunyikan, maka masyarakat bisa waspada,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/