alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Setahun Jembatan Penghubung di Lumajang Mangkrak

Jembatan darurat penghubung Kecamatan Tempeh dan Kecamatan Pasirian memang cukup efektif. Salah satunya dapat digunakan lalu lalang warga yang mengendarai kendaraan bermotor. Sayangnya, jembatan yang terbuat dari bambu itu mudah rusak.

Mobile_AP_Rectangle 1

Diakui bahwa APBD tahun 2022 berkurang cukup banyak. Untuk cicilan PEN, membentuk dana cadangan pilkada dan sumber pendapatan lainnya yang menyusut. Namun, urusan pembangunan infrastruktur bakal menjadi prioritas. Bahkan, jembatan penghubung itu kabarnya diusulkan untuk pembangunan tahun depan.

Tidak sekali dua kali warga melihat sejumlah orang melakukan survei dan pengukuran setiap sisi jembatan. Besar harapan, survei tersebut tidak berhenti. Namun, dapat terus dilanjutkan hingga pembangunan jembatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, jembatan tersebut tidak bisa dilakukan perbaikan, tetapi harus pembangunan dari awal. Sebab, kerusakan itu cukup parah melebihi batas minimal standar untuk dilakukan perbaikan.

“Kami dulu sudah pernah melakukan survei di lokasi itu, panjang jembatan dan lebar jembatan. Kemudian, kekuatan fondasi yang digunakan sekarang. Bahkan, kami juga menghitung kebutuhan untuk pembangunan jembatan itu jika dimulai dari nol,” katanya.

Namun, pihaknya mengaku, kondisi anggaran untuk tahun depan memang berbeda dengan tahun ini. Kemungkinan besar bakal ada pengurangan-pengurangan. Tetapi, pihaknya sudah mengusulkan untuk segera melakukan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami tahapnya bukan merencanakan, tetapi mengusulkan ke Bappeda Lumajang. Sudah kami usulkan, tetapi untuk dimasukkan perencanaan atau tidak itu bukan ranah dan wewenang kami untuk memutuskan. Kan prosesnya juga panjang. Setelah itu, ada pembahasan dan sebagainya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

Diakui bahwa APBD tahun 2022 berkurang cukup banyak. Untuk cicilan PEN, membentuk dana cadangan pilkada dan sumber pendapatan lainnya yang menyusut. Namun, urusan pembangunan infrastruktur bakal menjadi prioritas. Bahkan, jembatan penghubung itu kabarnya diusulkan untuk pembangunan tahun depan.

Tidak sekali dua kali warga melihat sejumlah orang melakukan survei dan pengukuran setiap sisi jembatan. Besar harapan, survei tersebut tidak berhenti. Namun, dapat terus dilanjutkan hingga pembangunan jembatan.

Plt Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, jembatan tersebut tidak bisa dilakukan perbaikan, tetapi harus pembangunan dari awal. Sebab, kerusakan itu cukup parah melebihi batas minimal standar untuk dilakukan perbaikan.

“Kami dulu sudah pernah melakukan survei di lokasi itu, panjang jembatan dan lebar jembatan. Kemudian, kekuatan fondasi yang digunakan sekarang. Bahkan, kami juga menghitung kebutuhan untuk pembangunan jembatan itu jika dimulai dari nol,” katanya.

Namun, pihaknya mengaku, kondisi anggaran untuk tahun depan memang berbeda dengan tahun ini. Kemungkinan besar bakal ada pengurangan-pengurangan. Tetapi, pihaknya sudah mengusulkan untuk segera melakukan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami tahapnya bukan merencanakan, tetapi mengusulkan ke Bappeda Lumajang. Sudah kami usulkan, tetapi untuk dimasukkan perencanaan atau tidak itu bukan ranah dan wewenang kami untuk memutuskan. Kan prosesnya juga panjang. Setelah itu, ada pembahasan dan sebagainya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

Diakui bahwa APBD tahun 2022 berkurang cukup banyak. Untuk cicilan PEN, membentuk dana cadangan pilkada dan sumber pendapatan lainnya yang menyusut. Namun, urusan pembangunan infrastruktur bakal menjadi prioritas. Bahkan, jembatan penghubung itu kabarnya diusulkan untuk pembangunan tahun depan.

Tidak sekali dua kali warga melihat sejumlah orang melakukan survei dan pengukuran setiap sisi jembatan. Besar harapan, survei tersebut tidak berhenti. Namun, dapat terus dilanjutkan hingga pembangunan jembatan.

Plt Kasi Pemeliharaan dan Bangunan Penunjang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TR) Lumajang Subowo mengatakan, jembatan tersebut tidak bisa dilakukan perbaikan, tetapi harus pembangunan dari awal. Sebab, kerusakan itu cukup parah melebihi batas minimal standar untuk dilakukan perbaikan.

“Kami dulu sudah pernah melakukan survei di lokasi itu, panjang jembatan dan lebar jembatan. Kemudian, kekuatan fondasi yang digunakan sekarang. Bahkan, kami juga menghitung kebutuhan untuk pembangunan jembatan itu jika dimulai dari nol,” katanya.

Namun, pihaknya mengaku, kondisi anggaran untuk tahun depan memang berbeda dengan tahun ini. Kemungkinan besar bakal ada pengurangan-pengurangan. Tetapi, pihaknya sudah mengusulkan untuk segera melakukan pembangunan jembatan tersebut.

“Kami tahapnya bukan merencanakan, tetapi mengusulkan ke Bappeda Lumajang. Sudah kami usulkan, tetapi untuk dimasukkan perencanaan atau tidak itu bukan ranah dan wewenang kami untuk memutuskan. Kan prosesnya juga panjang. Setelah itu, ada pembahasan dan sebagainya,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/