alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Ratusan Sopir Truk Pasir Tutup Akses Jalan Nasional di Lumajang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan sopir truk pasir terpaksa memarkir armadanya di jalan nasional sekitar Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin pagi. Pasalnya, mereka menuntut portal jalan desa dibuka agar truk bisa melintas. Penyampaian aspirasi ke desa dan pemerintah kabupaten dilakukan. Hasilnya, truk pasir bisa melintas jalan desa setempat.

AKSI MASSA: Para sopir armada pasir melakukan aksi di jalan nasional sekitar Kantor Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin. Ratusan truk berbaris di jalanan sekitar lima jam.

Aksi tersebut dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Ratusan truk tersebut menutup akses jalan nasional selama hampir lima jam. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan. Setelah penyampaian aspirasi ke pemerintah desa, mereka baru membuka jalan. Sebab, mereka belum menerima jawaban. Sehingga audiensi dilanjutkan sore hari dengan jajaran Forkopimda Lumajang.

“Kami hanya meminta untuk diperbolehkan melintasi jalan Dusun Uranggantung saat menambang pasir. Sebab, jika harus melawati jalan lainnya jauh dan dapat memakan waktu yang lama. Semoga ada keputusan baik, win-win solution. Artinya, tidak merugikan sopir dan masyarakat. Kami hanya menuntut agar truk pasir kosongan atau tanpa muatan boleh lewat dengan kesepakatan,” ujar Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Pasir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, perwakilan pemerintah dan masyarakat Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, dan paguyuban sopir truk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sekitar pukul 16.00 WIB, audiensi dilakukan di Pendapa Arya Wiraraja, Lumajang. Hasilnya, semua pihak sepakat memberikan izin armada truk melintas di jalan desa. Namun, hanya dikhususkan truk tanpa muatan milik warga setempat.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan sopir truk pasir terpaksa memarkir armadanya di jalan nasional sekitar Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin pagi. Pasalnya, mereka menuntut portal jalan desa dibuka agar truk bisa melintas. Penyampaian aspirasi ke desa dan pemerintah kabupaten dilakukan. Hasilnya, truk pasir bisa melintas jalan desa setempat.

AKSI MASSA: Para sopir armada pasir melakukan aksi di jalan nasional sekitar Kantor Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin. Ratusan truk berbaris di jalanan sekitar lima jam.

Aksi tersebut dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Ratusan truk tersebut menutup akses jalan nasional selama hampir lima jam. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan. Setelah penyampaian aspirasi ke pemerintah desa, mereka baru membuka jalan. Sebab, mereka belum menerima jawaban. Sehingga audiensi dilanjutkan sore hari dengan jajaran Forkopimda Lumajang.

“Kami hanya meminta untuk diperbolehkan melintasi jalan Dusun Uranggantung saat menambang pasir. Sebab, jika harus melawati jalan lainnya jauh dan dapat memakan waktu yang lama. Semoga ada keputusan baik, win-win solution. Artinya, tidak merugikan sopir dan masyarakat. Kami hanya menuntut agar truk pasir kosongan atau tanpa muatan boleh lewat dengan kesepakatan,” ujar Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Pasir.

Selanjutnya, perwakilan pemerintah dan masyarakat Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, dan paguyuban sopir truk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sekitar pukul 16.00 WIB, audiensi dilakukan di Pendapa Arya Wiraraja, Lumajang. Hasilnya, semua pihak sepakat memberikan izin armada truk melintas di jalan desa. Namun, hanya dikhususkan truk tanpa muatan milik warga setempat.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Ratusan sopir truk pasir terpaksa memarkir armadanya di jalan nasional sekitar Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin pagi. Pasalnya, mereka menuntut portal jalan desa dibuka agar truk bisa melintas. Penyampaian aspirasi ke desa dan pemerintah kabupaten dilakukan. Hasilnya, truk pasir bisa melintas jalan desa setempat.

AKSI MASSA: Para sopir armada pasir melakukan aksi di jalan nasional sekitar Kantor Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, kemarin. Ratusan truk berbaris di jalanan sekitar lima jam.

Aksi tersebut dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Ratusan truk tersebut menutup akses jalan nasional selama hampir lima jam. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan. Setelah penyampaian aspirasi ke pemerintah desa, mereka baru membuka jalan. Sebab, mereka belum menerima jawaban. Sehingga audiensi dilanjutkan sore hari dengan jajaran Forkopimda Lumajang.

“Kami hanya meminta untuk diperbolehkan melintasi jalan Dusun Uranggantung saat menambang pasir. Sebab, jika harus melawati jalan lainnya jauh dan dapat memakan waktu yang lama. Semoga ada keputusan baik, win-win solution. Artinya, tidak merugikan sopir dan masyarakat. Kami hanya menuntut agar truk pasir kosongan atau tanpa muatan boleh lewat dengan kesepakatan,” ujar Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Pasir.

Selanjutnya, perwakilan pemerintah dan masyarakat Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, dan paguyuban sopir truk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sekitar pukul 16.00 WIB, audiensi dilakukan di Pendapa Arya Wiraraja, Lumajang. Hasilnya, semua pihak sepakat memberikan izin armada truk melintas di jalan desa. Namun, hanya dikhususkan truk tanpa muatan milik warga setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/