alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tabrak Lari di Wotgalih, Satlantas Amankan Pelaku

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dua kasus tabrak lari yang terjadi dua pekan lalu memasuki babak baru. Berkas dari peristiwa tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, Kamis lalu. Kelengkapan berkas terus diperiksa. Hal tersebut membutuhkan waktu sekitar sepekan sebelum berkas dinyatakan lengkap.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, berkas tersebut sudah diserahkan. Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih patuh berlalu lintas. Jika terjadi kasus serupa seperti dua kejadian sebelumnya, pihaknya mengingatkan agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kasus dua tabrak lari sudah diungkap semua kejadiannya. Berkas sudah ada di kejari. Kalau ada kejadian seperti itu, kuncinya foto atau dokumentasikan. Jika kebetulan tahu ciri-cirinya, langsung disampaikan ke masyarakat luas dan disebarkan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Abraham Islam Mulyana, staf intel Kejari Lumajang, menjelaskan, perkara baru masuk surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Hal tersebut memerlukan waktu satu pekan untuk diperiksa. Sebab, dimungkinkan ada berkas lainnya belum lengkap. Sebelum disahkan sebagai berkas penyidikan sudah lengkap (P-21).

Hasil penyidikan sudah lengkap, lanjut Bram, merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dalam suatu perkara tindak pidana. Setelah hasil dinyatakan lengkap oleh pihak kepolisian, maka hasil penyidikan dituangkan dalam berkas perkara yang juga sering disebut dengan berkas lengkap atau P-21.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dua kasus tabrak lari yang terjadi dua pekan lalu memasuki babak baru. Berkas dari peristiwa tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, Kamis lalu. Kelengkapan berkas terus diperiksa. Hal tersebut membutuhkan waktu sekitar sepekan sebelum berkas dinyatakan lengkap.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, berkas tersebut sudah diserahkan. Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih patuh berlalu lintas. Jika terjadi kasus serupa seperti dua kejadian sebelumnya, pihaknya mengingatkan agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kasus dua tabrak lari sudah diungkap semua kejadiannya. Berkas sudah ada di kejari. Kalau ada kejadian seperti itu, kuncinya foto atau dokumentasikan. Jika kebetulan tahu ciri-cirinya, langsung disampaikan ke masyarakat luas dan disebarkan,” katanya.

Sementara itu, Abraham Islam Mulyana, staf intel Kejari Lumajang, menjelaskan, perkara baru masuk surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Hal tersebut memerlukan waktu satu pekan untuk diperiksa. Sebab, dimungkinkan ada berkas lainnya belum lengkap. Sebelum disahkan sebagai berkas penyidikan sudah lengkap (P-21).

Hasil penyidikan sudah lengkap, lanjut Bram, merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dalam suatu perkara tindak pidana. Setelah hasil dinyatakan lengkap oleh pihak kepolisian, maka hasil penyidikan dituangkan dalam berkas perkara yang juga sering disebut dengan berkas lengkap atau P-21.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dua kasus tabrak lari yang terjadi dua pekan lalu memasuki babak baru. Berkas dari peristiwa tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, Kamis lalu. Kelengkapan berkas terus diperiksa. Hal tersebut membutuhkan waktu sekitar sepekan sebelum berkas dinyatakan lengkap.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho mengatakan, berkas tersebut sudah diserahkan. Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih patuh berlalu lintas. Jika terjadi kasus serupa seperti dua kejadian sebelumnya, pihaknya mengingatkan agar segera melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kasus dua tabrak lari sudah diungkap semua kejadiannya. Berkas sudah ada di kejari. Kalau ada kejadian seperti itu, kuncinya foto atau dokumentasikan. Jika kebetulan tahu ciri-cirinya, langsung disampaikan ke masyarakat luas dan disebarkan,” katanya.

Sementara itu, Abraham Islam Mulyana, staf intel Kejari Lumajang, menjelaskan, perkara baru masuk surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Hal tersebut memerlukan waktu satu pekan untuk diperiksa. Sebab, dimungkinkan ada berkas lainnya belum lengkap. Sebelum disahkan sebagai berkas penyidikan sudah lengkap (P-21).

Hasil penyidikan sudah lengkap, lanjut Bram, merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dalam suatu perkara tindak pidana. Setelah hasil dinyatakan lengkap oleh pihak kepolisian, maka hasil penyidikan dituangkan dalam berkas perkara yang juga sering disebut dengan berkas lengkap atau P-21.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/