alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Antisipasi Ancaman Banjir yang Mengintai Kawasan Lumajang

Setiap tahun, bencana banjir selalu menjadi momok yang seolah tak bisa diurai. Padahal, dalam satu dekade terakhir, kawasan yang terdampak, ya, itu-itu saja. Selalu ada upaya penanganan saat menggenang, tetapi saat banjir surut sering kali mentah. Kan payah!

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Langkah-langkah pencegahan maupun kesiapan menangani bencana alam tampaknya belum terlihat maksimal. Terutama dalam mengatasi ancaman potensi banjir. Padahal musim hujan saat ini datang lebih cepat, bahkan beberapa titik yang biasanya jadi langganan mulai mengkhawatirkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, sejak awal bulan ini hujan kadang mengguyur seluruh kawasan Lumajang. Sementara, tahun lalu musim hujan terjadi pada bulan Desember. Puncaknya, awal Maret tahun ini sebagian kawasan perkotaan tergenang banjir.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Lumajang sekarang telah memasuki potensi bencana hidrometeorologi saat pergantian musim tahun ini. Seperti potensi angin puting beliung, pohon tumbang, abrasi, hingga banjir.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau bicara potensi bencana banjir, sebetulnya ada tiga macam jenis banjir. Banjir genangan, banjir bandang, dan banjir lahar Gunung Semeru. Kenapa dikatakan sebagai potensi, karena peluangnya ada. Lebih tepatnya, menurut pemetaan yang sudah dilakukan, beberapa kawasan punya peluang untuk terjadi bencana,” jelasnya.

Menurut Wawan, potensi banjir genangan ada di beberapa desa di Kecamatan Rowokangkung. Berikutnya, beberapa desa di Kecamatan Sukodono dan satu desa di Kecamatan Yosowilangun. Sementara, untuk banjir lahar di empat sungai yang menjadi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru, dan terakhir untuk banjir bandang belum ada.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Langkah-langkah pencegahan maupun kesiapan menangani bencana alam tampaknya belum terlihat maksimal. Terutama dalam mengatasi ancaman potensi banjir. Padahal musim hujan saat ini datang lebih cepat, bahkan beberapa titik yang biasanya jadi langganan mulai mengkhawatirkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, sejak awal bulan ini hujan kadang mengguyur seluruh kawasan Lumajang. Sementara, tahun lalu musim hujan terjadi pada bulan Desember. Puncaknya, awal Maret tahun ini sebagian kawasan perkotaan tergenang banjir.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Lumajang sekarang telah memasuki potensi bencana hidrometeorologi saat pergantian musim tahun ini. Seperti potensi angin puting beliung, pohon tumbang, abrasi, hingga banjir.

“Kalau bicara potensi bencana banjir, sebetulnya ada tiga macam jenis banjir. Banjir genangan, banjir bandang, dan banjir lahar Gunung Semeru. Kenapa dikatakan sebagai potensi, karena peluangnya ada. Lebih tepatnya, menurut pemetaan yang sudah dilakukan, beberapa kawasan punya peluang untuk terjadi bencana,” jelasnya.

Menurut Wawan, potensi banjir genangan ada di beberapa desa di Kecamatan Rowokangkung. Berikutnya, beberapa desa di Kecamatan Sukodono dan satu desa di Kecamatan Yosowilangun. Sementara, untuk banjir lahar di empat sungai yang menjadi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru, dan terakhir untuk banjir bandang belum ada.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Langkah-langkah pencegahan maupun kesiapan menangani bencana alam tampaknya belum terlihat maksimal. Terutama dalam mengatasi ancaman potensi banjir. Padahal musim hujan saat ini datang lebih cepat, bahkan beberapa titik yang biasanya jadi langganan mulai mengkhawatirkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, sejak awal bulan ini hujan kadang mengguyur seluruh kawasan Lumajang. Sementara, tahun lalu musim hujan terjadi pada bulan Desember. Puncaknya, awal Maret tahun ini sebagian kawasan perkotaan tergenang banjir.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswo mengatakan, Lumajang sekarang telah memasuki potensi bencana hidrometeorologi saat pergantian musim tahun ini. Seperti potensi angin puting beliung, pohon tumbang, abrasi, hingga banjir.

“Kalau bicara potensi bencana banjir, sebetulnya ada tiga macam jenis banjir. Banjir genangan, banjir bandang, dan banjir lahar Gunung Semeru. Kenapa dikatakan sebagai potensi, karena peluangnya ada. Lebih tepatnya, menurut pemetaan yang sudah dilakukan, beberapa kawasan punya peluang untuk terjadi bencana,” jelasnya.

Menurut Wawan, potensi banjir genangan ada di beberapa desa di Kecamatan Rowokangkung. Berikutnya, beberapa desa di Kecamatan Sukodono dan satu desa di Kecamatan Yosowilangun. Sementara, untuk banjir lahar di empat sungai yang menjadi daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru, dan terakhir untuk banjir bandang belum ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/