alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Akan Punya Orang Tua Asuh, Anak Yatim yang Ortunya Meninggal Akibat Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan terhadap ratusan anak yatim di Lumajang yang orang tuanya meninggal dunia akibat terkonfirmasi korona sudah mulai dirancang. Salah satunya bantuan layanan dukungan psikososial (LDP). Di tengah proses penggodokan pelayanan tersebut, kemarin, mereka mendapat kejutan. Sejumlah anggota Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bersedia menjadi orang tua asuh mereka.

Puluhan anggota Polisi Satuan Lalu Lintas (Polantas) Polres Lumajang menjadi orang tua asuh bagi satu hingga dua anak korban korona, mulai kemarin. Ortu asuh tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak. Melainkan juga mendampingi, mengasuh, dan memberikan perhatian terhadap perkembangan anak.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyebutkan, ada 130 anak korban Covid-19 yang menjadi anak asuh anggota Polres Lumajang. Mereka menerima sejumlah bantuan secara langsung di Gedung Sudjono, Ditotrunan, kemarin. Selain itu, anak asuh yang berada di rumah atau di panti asuhan juga didatangi secara door to door.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Polda Jatim memiliki program SAPA SAYA. Artinya, satu polantas, satu anak yatim/piatu. Jadi, mereka menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang ditinggal ortunya karena terkonfirmasi korona. Ada 130 anak yang diangkat menjadi anak asuh,” katanya.

AKBP Eka menjelaskan, hal tersebut harus benar-benar dilakukan oleh anggotanya. Memang, awalnya hanya polantas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, anggota polres lain juga akan menjadi orang tua asuh. Hal tersebut untuk meringankan beban keluarga anak.

“Serentak dilaksanakan se-Jawa Timur. Bentuk konkretnya, mereka mempunyai tanggung jawab memberikan perhatian, mendampingi, dan memenuhi kebutuhan anak asuhnya. Pertama, memang dari anggota satlantas. Nanti bisa berkembang dari anggota reskrim dan lainnya. Semoga hal ini bisa menjadi percontohan untuk lainnya,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan terhadap ratusan anak yatim di Lumajang yang orang tuanya meninggal dunia akibat terkonfirmasi korona sudah mulai dirancang. Salah satunya bantuan layanan dukungan psikososial (LDP). Di tengah proses penggodokan pelayanan tersebut, kemarin, mereka mendapat kejutan. Sejumlah anggota Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bersedia menjadi orang tua asuh mereka.

Puluhan anggota Polisi Satuan Lalu Lintas (Polantas) Polres Lumajang menjadi orang tua asuh bagi satu hingga dua anak korban korona, mulai kemarin. Ortu asuh tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak. Melainkan juga mendampingi, mengasuh, dan memberikan perhatian terhadap perkembangan anak.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyebutkan, ada 130 anak korban Covid-19 yang menjadi anak asuh anggota Polres Lumajang. Mereka menerima sejumlah bantuan secara langsung di Gedung Sudjono, Ditotrunan, kemarin. Selain itu, anak asuh yang berada di rumah atau di panti asuhan juga didatangi secara door to door.

“Polda Jatim memiliki program SAPA SAYA. Artinya, satu polantas, satu anak yatim/piatu. Jadi, mereka menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang ditinggal ortunya karena terkonfirmasi korona. Ada 130 anak yang diangkat menjadi anak asuh,” katanya.

AKBP Eka menjelaskan, hal tersebut harus benar-benar dilakukan oleh anggotanya. Memang, awalnya hanya polantas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, anggota polres lain juga akan menjadi orang tua asuh. Hal tersebut untuk meringankan beban keluarga anak.

“Serentak dilaksanakan se-Jawa Timur. Bentuk konkretnya, mereka mempunyai tanggung jawab memberikan perhatian, mendampingi, dan memenuhi kebutuhan anak asuhnya. Pertama, memang dari anggota satlantas. Nanti bisa berkembang dari anggota reskrim dan lainnya. Semoga hal ini bisa menjadi percontohan untuk lainnya,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bantuan terhadap ratusan anak yatim di Lumajang yang orang tuanya meninggal dunia akibat terkonfirmasi korona sudah mulai dirancang. Salah satunya bantuan layanan dukungan psikososial (LDP). Di tengah proses penggodokan pelayanan tersebut, kemarin, mereka mendapat kejutan. Sejumlah anggota Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bersedia menjadi orang tua asuh mereka.

Puluhan anggota Polisi Satuan Lalu Lintas (Polantas) Polres Lumajang menjadi orang tua asuh bagi satu hingga dua anak korban korona, mulai kemarin. Ortu asuh tidak hanya bertanggung jawab terhadap kebutuhan anak. Melainkan juga mendampingi, mengasuh, dan memberikan perhatian terhadap perkembangan anak.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyebutkan, ada 130 anak korban Covid-19 yang menjadi anak asuh anggota Polres Lumajang. Mereka menerima sejumlah bantuan secara langsung di Gedung Sudjono, Ditotrunan, kemarin. Selain itu, anak asuh yang berada di rumah atau di panti asuhan juga didatangi secara door to door.

“Polda Jatim memiliki program SAPA SAYA. Artinya, satu polantas, satu anak yatim/piatu. Jadi, mereka menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang ditinggal ortunya karena terkonfirmasi korona. Ada 130 anak yang diangkat menjadi anak asuh,” katanya.

AKBP Eka menjelaskan, hal tersebut harus benar-benar dilakukan oleh anggotanya. Memang, awalnya hanya polantas. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, anggota polres lain juga akan menjadi orang tua asuh. Hal tersebut untuk meringankan beban keluarga anak.

“Serentak dilaksanakan se-Jawa Timur. Bentuk konkretnya, mereka mempunyai tanggung jawab memberikan perhatian, mendampingi, dan memenuhi kebutuhan anak asuhnya. Pertama, memang dari anggota satlantas. Nanti bisa berkembang dari anggota reskrim dan lainnya. Semoga hal ini bisa menjadi percontohan untuk lainnya,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/