alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sopir Tuntut Harga SKAB Diturunkan

Ancam Mogok Kerja, Pilih Tak Bayar Pajak

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Paguyuban sopir truk pasir menggelar aksi di Kantor Kecamatan Candipuro. Puluhan sopir tersebut menuntut pemerintah menurunkan harga Surat Asal Keterangan Barang (SKAB). Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama mereka melakukan tuntutan tersebut.

Mereka juga mengancam tidak akan membayar pungutan SKAB jika pemerintah tidak memberi toleransi. Hal tersebut terucap dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (16/9), di kantor Kecamatan Candipuro. “Kita sangat menginginkan adanya toleransi. Jika harga tidak diturunkan, maka kita akan tetap bekerja namun tidak bayar SKAB,” ucap salah seorang warga penambang. Sebab, kondisinya tidak normal, dan sudah tidak bekerja dalam beberapa hari karena pandemi.

Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Candipuro, menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 harga pasir makin turun. Sehingga paguyuban menuntut di tingkat kecamatan untuk melakukan konsolidasi menurunkan harga SKAB. Harga per satu lembar SKAB adalah Rp 100 ribu. Harga tersebut dinilai sangat tinggi dan membuat sopir tidak mendapat untung.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Paguyuban sopir truk pasir menggelar aksi di Kantor Kecamatan Candipuro. Puluhan sopir tersebut menuntut pemerintah menurunkan harga Surat Asal Keterangan Barang (SKAB). Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama mereka melakukan tuntutan tersebut.

Mereka juga mengancam tidak akan membayar pungutan SKAB jika pemerintah tidak memberi toleransi. Hal tersebut terucap dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (16/9), di kantor Kecamatan Candipuro. “Kita sangat menginginkan adanya toleransi. Jika harga tidak diturunkan, maka kita akan tetap bekerja namun tidak bayar SKAB,” ucap salah seorang warga penambang. Sebab, kondisinya tidak normal, dan sudah tidak bekerja dalam beberapa hari karena pandemi.

Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Candipuro, menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 harga pasir makin turun. Sehingga paguyuban menuntut di tingkat kecamatan untuk melakukan konsolidasi menurunkan harga SKAB. Harga per satu lembar SKAB adalah Rp 100 ribu. Harga tersebut dinilai sangat tinggi dan membuat sopir tidak mendapat untung.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Paguyuban sopir truk pasir menggelar aksi di Kantor Kecamatan Candipuro. Puluhan sopir tersebut menuntut pemerintah menurunkan harga Surat Asal Keterangan Barang (SKAB). Pandemi Covid-19 menjadi alasan utama mereka melakukan tuntutan tersebut.

Mereka juga mengancam tidak akan membayar pungutan SKAB jika pemerintah tidak memberi toleransi. Hal tersebut terucap dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (16/9), di kantor Kecamatan Candipuro. “Kita sangat menginginkan adanya toleransi. Jika harga tidak diturunkan, maka kita akan tetap bekerja namun tidak bayar SKAB,” ucap salah seorang warga penambang. Sebab, kondisinya tidak normal, dan sudah tidak bekerja dalam beberapa hari karena pandemi.

Hanafi, Ketua Paguyuban Sopir Truk Candipuro, menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 harga pasir makin turun. Sehingga paguyuban menuntut di tingkat kecamatan untuk melakukan konsolidasi menurunkan harga SKAB. Harga per satu lembar SKAB adalah Rp 100 ribu. Harga tersebut dinilai sangat tinggi dan membuat sopir tidak mendapat untung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/