alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Musdes PAW Bukan Pilihan Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gambaran pelaksanaan musyawarah desa (musdes) pilkades antar waktu (PAW) memang tidak seperti pemilihan rakyat langsung. Peserta harus mengikuti proses musdes mulai awal hingga penetapan kades. Bukan hanya datang, lalu mencoblos.

Ketua Panitia PAW Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Muhamad Ridhol Mujib mengatakan, saat ini panitia sedang menyusun daftar normatif untuk segera diserahkan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab, daftar normatif tersebut perlu segera dibahas bersama pemerintahan desa untuk menentukan jumlah peserta.

Menurutnya, ada dua opsi dalam proses mekanisme yang telah diatur. Yaitu melalui musyawarah dan pemilihan oleh peserta. Jika dalam musyawarah telah mencapai mufakat, artinya seluruh peserta tidak ada satu pun yang menolak satu calon, maka proses musdes dianggap selesai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebaliknya, jika dalam musyawarah itu ada satu orang yang menolak, maka opsi pemilihan dilakukan. Namun, pemilihan ini bukan dengan melakukan pencoblosan. Melainkan, mereka menulis nomor angka calon kades di kertas yang telah disediakan. “Hanya angka saja. Kalau ditambahi kata-kata lain, ya tidak sah,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gambaran pelaksanaan musyawarah desa (musdes) pilkades antar waktu (PAW) memang tidak seperti pemilihan rakyat langsung. Peserta harus mengikuti proses musdes mulai awal hingga penetapan kades. Bukan hanya datang, lalu mencoblos.

Ketua Panitia PAW Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Muhamad Ridhol Mujib mengatakan, saat ini panitia sedang menyusun daftar normatif untuk segera diserahkan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab, daftar normatif tersebut perlu segera dibahas bersama pemerintahan desa untuk menentukan jumlah peserta.

Menurutnya, ada dua opsi dalam proses mekanisme yang telah diatur. Yaitu melalui musyawarah dan pemilihan oleh peserta. Jika dalam musyawarah telah mencapai mufakat, artinya seluruh peserta tidak ada satu pun yang menolak satu calon, maka proses musdes dianggap selesai.

Sebaliknya, jika dalam musyawarah itu ada satu orang yang menolak, maka opsi pemilihan dilakukan. Namun, pemilihan ini bukan dengan melakukan pencoblosan. Melainkan, mereka menulis nomor angka calon kades di kertas yang telah disediakan. “Hanya angka saja. Kalau ditambahi kata-kata lain, ya tidak sah,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Gambaran pelaksanaan musyawarah desa (musdes) pilkades antar waktu (PAW) memang tidak seperti pemilihan rakyat langsung. Peserta harus mengikuti proses musdes mulai awal hingga penetapan kades. Bukan hanya datang, lalu mencoblos.

Ketua Panitia PAW Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Muhamad Ridhol Mujib mengatakan, saat ini panitia sedang menyusun daftar normatif untuk segera diserahkan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebab, daftar normatif tersebut perlu segera dibahas bersama pemerintahan desa untuk menentukan jumlah peserta.

Menurutnya, ada dua opsi dalam proses mekanisme yang telah diatur. Yaitu melalui musyawarah dan pemilihan oleh peserta. Jika dalam musyawarah telah mencapai mufakat, artinya seluruh peserta tidak ada satu pun yang menolak satu calon, maka proses musdes dianggap selesai.

Sebaliknya, jika dalam musyawarah itu ada satu orang yang menolak, maka opsi pemilihan dilakukan. Namun, pemilihan ini bukan dengan melakukan pencoblosan. Melainkan, mereka menulis nomor angka calon kades di kertas yang telah disediakan. “Hanya angka saja. Kalau ditambahi kata-kata lain, ya tidak sah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/