alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Waspadai Penularan Korona Meningkat

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Grafik kasus orang yang terkonfirmasi positif korona terus menurun. Bahkan sejak sore kemarin, tersisa satu pasien saja yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Namun, selama dua pekan ke depan, pemerintah harus lebih waspada. Sebab, penularan berpotensi meningkat.

Diakui, selama liburan Lebaran, angka penularan korona tidak melonjak signifikan. Bahkan cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, kebijakan pembatasan kerumunan yang telah dikeluarkan tersebut belum mempan menahan orang untuk berdiam diri di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, selama penerapan kebijakan pembatasan kerumunan, tidak banyak kasus korona muncul. Apalagi aktivitas publik banyak yang dibatasi berlapis. Misalnya menutup lokasi wisata serta melarang warga untuk melakukan perjalanan mudik.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hanya ada satu orang pasien korona yang dirawat di rumah sakit rujukan. Ini merupakan capaian yang harus dijaga,” jelasnya. Menurutnya, meskipun selama dua pekan terakhir kebijakan pembatasan itu efektif, tetapi puncak lonjakan kasus yang diperkirakan bakal terjadi sepekan pascaliburan perlu diwaspadai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Grafik kasus orang yang terkonfirmasi positif korona terus menurun. Bahkan sejak sore kemarin, tersisa satu pasien saja yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Namun, selama dua pekan ke depan, pemerintah harus lebih waspada. Sebab, penularan berpotensi meningkat.

Diakui, selama liburan Lebaran, angka penularan korona tidak melonjak signifikan. Bahkan cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, kebijakan pembatasan kerumunan yang telah dikeluarkan tersebut belum mempan menahan orang untuk berdiam diri di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, selama penerapan kebijakan pembatasan kerumunan, tidak banyak kasus korona muncul. Apalagi aktivitas publik banyak yang dibatasi berlapis. Misalnya menutup lokasi wisata serta melarang warga untuk melakukan perjalanan mudik.

“Hanya ada satu orang pasien korona yang dirawat di rumah sakit rujukan. Ini merupakan capaian yang harus dijaga,” jelasnya. Menurutnya, meskipun selama dua pekan terakhir kebijakan pembatasan itu efektif, tetapi puncak lonjakan kasus yang diperkirakan bakal terjadi sepekan pascaliburan perlu diwaspadai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Grafik kasus orang yang terkonfirmasi positif korona terus menurun. Bahkan sejak sore kemarin, tersisa satu pasien saja yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan. Namun, selama dua pekan ke depan, pemerintah harus lebih waspada. Sebab, penularan berpotensi meningkat.

Diakui, selama liburan Lebaran, angka penularan korona tidak melonjak signifikan. Bahkan cenderung mengalami penurunan. Meski demikian, kebijakan pembatasan kerumunan yang telah dikeluarkan tersebut belum mempan menahan orang untuk berdiam diri di rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, selama penerapan kebijakan pembatasan kerumunan, tidak banyak kasus korona muncul. Apalagi aktivitas publik banyak yang dibatasi berlapis. Misalnya menutup lokasi wisata serta melarang warga untuk melakukan perjalanan mudik.

“Hanya ada satu orang pasien korona yang dirawat di rumah sakit rujukan. Ini merupakan capaian yang harus dijaga,” jelasnya. Menurutnya, meskipun selama dua pekan terakhir kebijakan pembatasan itu efektif, tetapi puncak lonjakan kasus yang diperkirakan bakal terjadi sepekan pascaliburan perlu diwaspadai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/