alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Kolaborasikan Rumah Oleh-Oleh

Bakal Diberdayakan dengan Pelaku UMKM

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyaknya rumah oleh-oleh yang berdiri membuat sejumlah produsen oleh-oleh khas Lumajang mengikat pinggang lebih kencang. Pasalnya, jumlah pembeli oleh-oleh menurun drastis. Hal tersebut mengakibatkan beberapa produsen berinisiatif menjual produknya di satu tempat secara bersamaan. Bukan di bazar murah, melainkan di rumah oleh-oleh khas Lumajang.

Inisiatif itu ditindaklanjuti oleh Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Lumajang. Mereka berencana mengembangkan rumah oleh-oleh khas Lumajang. “Ada tiga rumah oleh-oleh yang akan kami berdayakan di Lumajang,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang M. Imron Rosyadi.

Tiga rumah oleh-oleh tersebut merupakan inisiatif para pelaku UMKM di Lumajang. “Memang beberapa dari mereka datang ke kami mengeluhkan penurunan pembeli secara drastis. Oleh karena itu, kami tindak lanjuti dengan mengolaborasikan tiga rumah. Pertama di kawasan kota, tepatnya di Jalan Kiai Ilyas. Kedua ada di Kawasan Wonorejo Terpadu atau KWT. Dan ketiga ada di Randuagung,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, tiga rumah oleh-oleh tersebut memang berada di bawah naungan Dinkop dan UM Lumajang. Namun, adanya kolaborasi pelaku UMKM akan membantu mereka memasarkan produknya. “Ini sangat baik bagi pengembangan usaha para produsen. Karena mereka tidak perlu khawatir untuk menjualnya ke siapa dan di mana. Melalui rumah oleh-oleh tersebut, mereka akan sangat terbantu. Terutama pemasaran dan pendapatan mereka,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyaknya rumah oleh-oleh yang berdiri membuat sejumlah produsen oleh-oleh khas Lumajang mengikat pinggang lebih kencang. Pasalnya, jumlah pembeli oleh-oleh menurun drastis. Hal tersebut mengakibatkan beberapa produsen berinisiatif menjual produknya di satu tempat secara bersamaan. Bukan di bazar murah, melainkan di rumah oleh-oleh khas Lumajang.

Inisiatif itu ditindaklanjuti oleh Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Lumajang. Mereka berencana mengembangkan rumah oleh-oleh khas Lumajang. “Ada tiga rumah oleh-oleh yang akan kami berdayakan di Lumajang,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang M. Imron Rosyadi.

Tiga rumah oleh-oleh tersebut merupakan inisiatif para pelaku UMKM di Lumajang. “Memang beberapa dari mereka datang ke kami mengeluhkan penurunan pembeli secara drastis. Oleh karena itu, kami tindak lanjuti dengan mengolaborasikan tiga rumah. Pertama di kawasan kota, tepatnya di Jalan Kiai Ilyas. Kedua ada di Kawasan Wonorejo Terpadu atau KWT. Dan ketiga ada di Randuagung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tiga rumah oleh-oleh tersebut memang berada di bawah naungan Dinkop dan UM Lumajang. Namun, adanya kolaborasi pelaku UMKM akan membantu mereka memasarkan produknya. “Ini sangat baik bagi pengembangan usaha para produsen. Karena mereka tidak perlu khawatir untuk menjualnya ke siapa dan di mana. Melalui rumah oleh-oleh tersebut, mereka akan sangat terbantu. Terutama pemasaran dan pendapatan mereka,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Banyaknya rumah oleh-oleh yang berdiri membuat sejumlah produsen oleh-oleh khas Lumajang mengikat pinggang lebih kencang. Pasalnya, jumlah pembeli oleh-oleh menurun drastis. Hal tersebut mengakibatkan beberapa produsen berinisiatif menjual produknya di satu tempat secara bersamaan. Bukan di bazar murah, melainkan di rumah oleh-oleh khas Lumajang.

Inisiatif itu ditindaklanjuti oleh Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan UM) Lumajang. Mereka berencana mengembangkan rumah oleh-oleh khas Lumajang. “Ada tiga rumah oleh-oleh yang akan kami berdayakan di Lumajang,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lumajang M. Imron Rosyadi.

Tiga rumah oleh-oleh tersebut merupakan inisiatif para pelaku UMKM di Lumajang. “Memang beberapa dari mereka datang ke kami mengeluhkan penurunan pembeli secara drastis. Oleh karena itu, kami tindak lanjuti dengan mengolaborasikan tiga rumah. Pertama di kawasan kota, tepatnya di Jalan Kiai Ilyas. Kedua ada di Kawasan Wonorejo Terpadu atau KWT. Dan ketiga ada di Randuagung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tiga rumah oleh-oleh tersebut memang berada di bawah naungan Dinkop dan UM Lumajang. Namun, adanya kolaborasi pelaku UMKM akan membantu mereka memasarkan produknya. “Ini sangat baik bagi pengembangan usaha para produsen. Karena mereka tidak perlu khawatir untuk menjualnya ke siapa dan di mana. Melalui rumah oleh-oleh tersebut, mereka akan sangat terbantu. Terutama pemasaran dan pendapatan mereka,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/