alexametrics
30.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Perawat Meninggal, Santunan Tertinggal

Keluarga Perawat Tetap Berharap

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu garda terdepan dalam penanganan virus korona adalah perawat. Selama hampir setahun berjibaku menangani pandemi, sudah ada empat yang meninggal dunia. Sementara, santunannya tertinggal.

Pada Hari Perawat Nasional ke-47 kemarin, tidak ada perayaan seperti tahun lalu. “Tahun 2020 kita peringati Hari Perawat Nasional dengan pemecahan rekor MURI edukasi bantuan hidup dasar (BHD) kepada awam khusus terbanyak di Stadion Semeru, Lumajang. Karena pandemi, tahun ini tidak ada peringatan,” kata Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang.

Menurut Suhari, para perawat kini fokus pada dua hal. Yakni penanganan pasien korona dan vaksinasi. Sebab, keduanya menjadi penting sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran. Namun, perjuangan perawat belum diindahkan. Beragam ujian mereka dapatkan. Terutama pelayanan kesehatan di masa pandemi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka sudah mengorbankan banyak hal. Waktu, tenaga, pikiran, keluarga, bahkan nyawa dipertaruhkan. Perjuangan itu harus dihargai. Tidak hanya pemberian insentif kepada mereka yang masih bekerja, tetapi juga ada santunan bagi keluarga perawat yang meninggal dunia,” jelasnya.

Hari, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ada empat perawat yang meninggal dunia akibat terpapar korona. Namun, keempat keluarga korban belum menerima santunan dari pemerintah seperti yang sudah dijanjikan. “Keluarga masih belum menerima santunan. Padahal meninggalnya juga sudah lama,” ungkapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu garda terdepan dalam penanganan virus korona adalah perawat. Selama hampir setahun berjibaku menangani pandemi, sudah ada empat yang meninggal dunia. Sementara, santunannya tertinggal.

Pada Hari Perawat Nasional ke-47 kemarin, tidak ada perayaan seperti tahun lalu. “Tahun 2020 kita peringati Hari Perawat Nasional dengan pemecahan rekor MURI edukasi bantuan hidup dasar (BHD) kepada awam khusus terbanyak di Stadion Semeru, Lumajang. Karena pandemi, tahun ini tidak ada peringatan,” kata Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang.

Menurut Suhari, para perawat kini fokus pada dua hal. Yakni penanganan pasien korona dan vaksinasi. Sebab, keduanya menjadi penting sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran. Namun, perjuangan perawat belum diindahkan. Beragam ujian mereka dapatkan. Terutama pelayanan kesehatan di masa pandemi.

“Mereka sudah mengorbankan banyak hal. Waktu, tenaga, pikiran, keluarga, bahkan nyawa dipertaruhkan. Perjuangan itu harus dihargai. Tidak hanya pemberian insentif kepada mereka yang masih bekerja, tetapi juga ada santunan bagi keluarga perawat yang meninggal dunia,” jelasnya.

Hari, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ada empat perawat yang meninggal dunia akibat terpapar korona. Namun, keempat keluarga korban belum menerima santunan dari pemerintah seperti yang sudah dijanjikan. “Keluarga masih belum menerima santunan. Padahal meninggalnya juga sudah lama,” ungkapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Salah satu garda terdepan dalam penanganan virus korona adalah perawat. Selama hampir setahun berjibaku menangani pandemi, sudah ada empat yang meninggal dunia. Sementara, santunannya tertinggal.

Pada Hari Perawat Nasional ke-47 kemarin, tidak ada perayaan seperti tahun lalu. “Tahun 2020 kita peringati Hari Perawat Nasional dengan pemecahan rekor MURI edukasi bantuan hidup dasar (BHD) kepada awam khusus terbanyak di Stadion Semeru, Lumajang. Karena pandemi, tahun ini tidak ada peringatan,” kata Suhari, Ketua DPD PPNI Lumajang.

Menurut Suhari, para perawat kini fokus pada dua hal. Yakni penanganan pasien korona dan vaksinasi. Sebab, keduanya menjadi penting sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran. Namun, perjuangan perawat belum diindahkan. Beragam ujian mereka dapatkan. Terutama pelayanan kesehatan di masa pandemi.

“Mereka sudah mengorbankan banyak hal. Waktu, tenaga, pikiran, keluarga, bahkan nyawa dipertaruhkan. Perjuangan itu harus dihargai. Tidak hanya pemberian insentif kepada mereka yang masih bekerja, tetapi juga ada santunan bagi keluarga perawat yang meninggal dunia,” jelasnya.

Hari, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ada empat perawat yang meninggal dunia akibat terpapar korona. Namun, keempat keluarga korban belum menerima santunan dari pemerintah seperti yang sudah dijanjikan. “Keluarga masih belum menerima santunan. Padahal meninggalnya juga sudah lama,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/