alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ikhlas Dibayar Pakai Buah Pisang

Munculnya Beragam Inovasi dalam Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Pandemi memaksa semua elemen masyarakat berinovasi. Bermacam-macam hal baru mulai dicoba. Kuncinya amati, tiru, dan modifikasi (ATM). Seperti yang dilakukan perawat di Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, dalam menekan kematian bayi dan ibu.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota menjadi tantangan tersendiri bagi para perawat. Tak terkecuali bagi Siswanto. Perawat yang kini menjadi Kepala Puskesmas Tunjung, Randuagung, tersebut merasakan itu. Tingkat sumber daya manusia yang rendah membuat edukasi kesehatan masyarakat terhambat. Gebrakan baru dilakukan dalam peringatan hari perawat kali ini.

Lelaki dengan songkok hitam itu memang baru bertugas beberapa bulan di Puskesmas Tunjung. Namun, kendala tersebut langsung dirasakannya. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan sebagai upaya mempermudah gagasan yang dibawa untuk kebaikan bersama. Alarm berkunjung untuk si ibu hamil, nifas, KB, dan bayi baru lahir di masa pandemi mulai disosialisasikan.

Dia mengatakan, pesan-pesan pengingat dari operator sim card membuatnya terinspirasi membuat inovasi baru. “Inspirasinya dari pesan operator yang selalu mengingatkan. Seperti pulsa Anda sudah habis, segera lakukan isi ulang. Nah, saya berpikir kenapa saya tidak membuat pesan-pesan seperti ini untuk menyelesaikan masalah ibu dan anak di Lumajang, ya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tujuannya agar para ibu hamil dan anaknya dapat diselamatkan. Sebab, selama ini mereka masih abai untuk memeriksakan kesehatan kandungan di fasilitas kesehatan. “Melalui itu, kita bisa mengingatkan mereka untuk periksa. Sekaligus kita juga mengontrol dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti kematian ibu atau bayi,” ujar bapak dua anak tersebut.

Saat ini, proses inovasi dalam tahap input data ibu hamil. Sebanyak empat desa yang menjadi naungan Puskesmas Tunjung mulai didata. Inovasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebab kematian. “Tidak hanya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga angka stunting dan TBC,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota menjadi tantangan tersendiri bagi para perawat. Tak terkecuali bagi Siswanto. Perawat yang kini menjadi Kepala Puskesmas Tunjung, Randuagung, tersebut merasakan itu. Tingkat sumber daya manusia yang rendah membuat edukasi kesehatan masyarakat terhambat. Gebrakan baru dilakukan dalam peringatan hari perawat kali ini.

Lelaki dengan songkok hitam itu memang baru bertugas beberapa bulan di Puskesmas Tunjung. Namun, kendala tersebut langsung dirasakannya. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan sebagai upaya mempermudah gagasan yang dibawa untuk kebaikan bersama. Alarm berkunjung untuk si ibu hamil, nifas, KB, dan bayi baru lahir di masa pandemi mulai disosialisasikan.

Dia mengatakan, pesan-pesan pengingat dari operator sim card membuatnya terinspirasi membuat inovasi baru. “Inspirasinya dari pesan operator yang selalu mengingatkan. Seperti pulsa Anda sudah habis, segera lakukan isi ulang. Nah, saya berpikir kenapa saya tidak membuat pesan-pesan seperti ini untuk menyelesaikan masalah ibu dan anak di Lumajang, ya,” katanya.

Tujuannya agar para ibu hamil dan anaknya dapat diselamatkan. Sebab, selama ini mereka masih abai untuk memeriksakan kesehatan kandungan di fasilitas kesehatan. “Melalui itu, kita bisa mengingatkan mereka untuk periksa. Sekaligus kita juga mengontrol dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti kematian ibu atau bayi,” ujar bapak dua anak tersebut.

Saat ini, proses inovasi dalam tahap input data ibu hamil. Sebanyak empat desa yang menjadi naungan Puskesmas Tunjung mulai didata. Inovasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebab kematian. “Tidak hanya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga angka stunting dan TBC,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tugas di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota menjadi tantangan tersendiri bagi para perawat. Tak terkecuali bagi Siswanto. Perawat yang kini menjadi Kepala Puskesmas Tunjung, Randuagung, tersebut merasakan itu. Tingkat sumber daya manusia yang rendah membuat edukasi kesehatan masyarakat terhambat. Gebrakan baru dilakukan dalam peringatan hari perawat kali ini.

Lelaki dengan songkok hitam itu memang baru bertugas beberapa bulan di Puskesmas Tunjung. Namun, kendala tersebut langsung dirasakannya. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan sebagai upaya mempermudah gagasan yang dibawa untuk kebaikan bersama. Alarm berkunjung untuk si ibu hamil, nifas, KB, dan bayi baru lahir di masa pandemi mulai disosialisasikan.

Dia mengatakan, pesan-pesan pengingat dari operator sim card membuatnya terinspirasi membuat inovasi baru. “Inspirasinya dari pesan operator yang selalu mengingatkan. Seperti pulsa Anda sudah habis, segera lakukan isi ulang. Nah, saya berpikir kenapa saya tidak membuat pesan-pesan seperti ini untuk menyelesaikan masalah ibu dan anak di Lumajang, ya,” katanya.

Tujuannya agar para ibu hamil dan anaknya dapat diselamatkan. Sebab, selama ini mereka masih abai untuk memeriksakan kesehatan kandungan di fasilitas kesehatan. “Melalui itu, kita bisa mengingatkan mereka untuk periksa. Sekaligus kita juga mengontrol dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti kematian ibu atau bayi,” ujar bapak dua anak tersebut.

Saat ini, proses inovasi dalam tahap input data ibu hamil. Sebanyak empat desa yang menjadi naungan Puskesmas Tunjung mulai didata. Inovasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai penyebab kematian. “Tidak hanya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga angka stunting dan TBC,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/