alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Hati-Hati Bersosial Media

Jangan sampai Tertipu dan Diperdaya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Informasi yang semakin mudah didapat membuat masyarakat kian masif mengaksesnya. Namun, bahaya kemudahan itu selalu mengintai. Salah satunya penyebaran konten porno. Seperti yang dialami oleh remaja SMA di Lumajang. Dia menjadi korban penyebaran foto porno di media sosial Facebook.

Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang, mengatakan, akses informasi yang mudah membuat masyarakat terlena. Terutama para remaja. “Remaja kita sekarang masih sering salah memahami teknologi dan informasi. Kemudahan yang ada justru digunakan untuk hal-hal sia-sia,” katanya.

Menurutnya, kemudahan itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan berhati-hati mengakses informasi. “Apalagi media sosial seperti Facebook. Kita harus berhati-hati. Jangan sampai menyebarkan privasi ke orang lain, terutama terhadap orang yang tidak dikenal. Sebab, hal itu membuka peluang kejahatan di media sosial,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti kasus remaja perempuan asal Sukodono, korban penyebaran foto porno oleh orang yang tidak dikenal di Facebook. Menurutnya, pemahaman korban bermedia sosial masih kurang. Karenanya, korban teperdaya dan tertekan. “Akibatnya, korban takut untuk melapor ke kami atau ke kepolisian,” tambahnya.

Keadaan tersebut, lanjut dia, akan memperparah psikologi korban. Jika dibiarkan, korban akan depresi bahkan bunuh diri. “Kita tidak ingin hal itu terjadi. Oleh sebab itu, korban bisa segera melapor ke kami agar kami tindak lanjuti. Akan lebih baik jika korban melapor didampingi keluarga. Jadi, kami dapat mendengar langsung dari mereka. Informasinya juga semakin jelas,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Informasi yang semakin mudah didapat membuat masyarakat kian masif mengaksesnya. Namun, bahaya kemudahan itu selalu mengintai. Salah satunya penyebaran konten porno. Seperti yang dialami oleh remaja SMA di Lumajang. Dia menjadi korban penyebaran foto porno di media sosial Facebook.

Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang, mengatakan, akses informasi yang mudah membuat masyarakat terlena. Terutama para remaja. “Remaja kita sekarang masih sering salah memahami teknologi dan informasi. Kemudahan yang ada justru digunakan untuk hal-hal sia-sia,” katanya.

Menurutnya, kemudahan itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan berhati-hati mengakses informasi. “Apalagi media sosial seperti Facebook. Kita harus berhati-hati. Jangan sampai menyebarkan privasi ke orang lain, terutama terhadap orang yang tidak dikenal. Sebab, hal itu membuka peluang kejahatan di media sosial,” ujarnya.

Seperti kasus remaja perempuan asal Sukodono, korban penyebaran foto porno oleh orang yang tidak dikenal di Facebook. Menurutnya, pemahaman korban bermedia sosial masih kurang. Karenanya, korban teperdaya dan tertekan. “Akibatnya, korban takut untuk melapor ke kami atau ke kepolisian,” tambahnya.

Keadaan tersebut, lanjut dia, akan memperparah psikologi korban. Jika dibiarkan, korban akan depresi bahkan bunuh diri. “Kita tidak ingin hal itu terjadi. Oleh sebab itu, korban bisa segera melapor ke kami agar kami tindak lanjuti. Akan lebih baik jika korban melapor didampingi keluarga. Jadi, kami dapat mendengar langsung dari mereka. Informasinya juga semakin jelas,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Informasi yang semakin mudah didapat membuat masyarakat kian masif mengaksesnya. Namun, bahaya kemudahan itu selalu mengintai. Salah satunya penyebaran konten porno. Seperti yang dialami oleh remaja SMA di Lumajang. Dia menjadi korban penyebaran foto porno di media sosial Facebook.

Rosyidah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBPP) Lumajang, mengatakan, akses informasi yang mudah membuat masyarakat terlena. Terutama para remaja. “Remaja kita sekarang masih sering salah memahami teknologi dan informasi. Kemudahan yang ada justru digunakan untuk hal-hal sia-sia,” katanya.

Menurutnya, kemudahan itu bisa dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dengan berhati-hati mengakses informasi. “Apalagi media sosial seperti Facebook. Kita harus berhati-hati. Jangan sampai menyebarkan privasi ke orang lain, terutama terhadap orang yang tidak dikenal. Sebab, hal itu membuka peluang kejahatan di media sosial,” ujarnya.

Seperti kasus remaja perempuan asal Sukodono, korban penyebaran foto porno oleh orang yang tidak dikenal di Facebook. Menurutnya, pemahaman korban bermedia sosial masih kurang. Karenanya, korban teperdaya dan tertekan. “Akibatnya, korban takut untuk melapor ke kami atau ke kepolisian,” tambahnya.

Keadaan tersebut, lanjut dia, akan memperparah psikologi korban. Jika dibiarkan, korban akan depresi bahkan bunuh diri. “Kita tidak ingin hal itu terjadi. Oleh sebab itu, korban bisa segera melapor ke kami agar kami tindak lanjuti. Akan lebih baik jika korban melapor didampingi keluarga. Jadi, kami dapat mendengar langsung dari mereka. Informasinya juga semakin jelas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/