alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Retribusi Uji KIR Tembus Rp 1,1 Miliar

Masih Kurang Sembilan Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

KEDUNGJAJANG, Radar Semeru – Sebanyak 11.858 kendaraan Lumajang melakukan pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) selama tahun 2021. Namun tidak semua kendaraan tersebut lulus uji KIR. Meski demikian, retribusi yang dihasilkan cukup fantastis. Dari target Rp 1,273 miliar, hanya kurang sembilan persen saja.

Koordinator penguji KIR Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Lumajang Arie Bidayanto mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan target tidak tepat sasaran. Salah satunya penurunan jumlah kendaraan yang beroperasi di Lumajang.

“Pandemi sangat berdampak terhadap pengopersian kendaraan. Banyak pemilik usaha kendaraan baik angkot atau jasa angkutan lainnya yang tidak beroperasi. Makanya, mereka tidak melakukan Uji KIR. Padahal Uji KIR ini kan dilakukan enam bulan sekali,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tentu, hal itu menyebabkan capaian retribusi hanya mentok di angka Rp 1,158 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 91 persen target yang ditentukan. Meski demikian, Arie mengungkapkan beberapa langkah akan dilakukan tahun ini. Sebab, target yang dibebankan ke UPT Uji KIR masih tetap di angka yang sama.

Selain melakukan uji KIR, pihaknya akan terjun langsung ke masyarakat dengan sinergi sejumlah pihak. Seperti kepolisian dan satpol PP untuk menertibkan kendaraan yang belum Uji KIR saat sedang razia. “Jadi, kami akan tahu kendaraan mana saja yang belum melakukan UJI KIR melalui sidak lapangan. Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan kementerian mengenai optimalisasi jembatan timbang. Karena, jembatan ini akan melihat daya angkut kendaraan. Sehingga pemilik kendaraan juga tahu beban muatan kendaraan,” jelasnya.

Selama ini, jembatan timbang masih belum optimal. Sehingga saat pengujian KIR, banyak kendaraan tidak lulus Uji KIR. Sedikitnya 934 kendaraan tak lolos. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai fisik, struktur hingga teknis kendaraan. “Makanya, kami terus sampaikan ke masyarakat agar menjaga kendaraannya. Dan terpenting yang melakukan Uji KIR itu pemilik kendaraan bukan sopir. Sebab, ini akan lebih memudahkan kami menyampaikan alasan tak lulus Uji KIR,” imbuhnya.(kin/fid)

Data Kendaraan Uji KIR

Uraian Kendaraan                Jumlah

- Advertisement -

KEDUNGJAJANG, Radar Semeru – Sebanyak 11.858 kendaraan Lumajang melakukan pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) selama tahun 2021. Namun tidak semua kendaraan tersebut lulus uji KIR. Meski demikian, retribusi yang dihasilkan cukup fantastis. Dari target Rp 1,273 miliar, hanya kurang sembilan persen saja.

Koordinator penguji KIR Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Lumajang Arie Bidayanto mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan target tidak tepat sasaran. Salah satunya penurunan jumlah kendaraan yang beroperasi di Lumajang.

“Pandemi sangat berdampak terhadap pengopersian kendaraan. Banyak pemilik usaha kendaraan baik angkot atau jasa angkutan lainnya yang tidak beroperasi. Makanya, mereka tidak melakukan Uji KIR. Padahal Uji KIR ini kan dilakukan enam bulan sekali,” katanya.

Tentu, hal itu menyebabkan capaian retribusi hanya mentok di angka Rp 1,158 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 91 persen target yang ditentukan. Meski demikian, Arie mengungkapkan beberapa langkah akan dilakukan tahun ini. Sebab, target yang dibebankan ke UPT Uji KIR masih tetap di angka yang sama.

Selain melakukan uji KIR, pihaknya akan terjun langsung ke masyarakat dengan sinergi sejumlah pihak. Seperti kepolisian dan satpol PP untuk menertibkan kendaraan yang belum Uji KIR saat sedang razia. “Jadi, kami akan tahu kendaraan mana saja yang belum melakukan UJI KIR melalui sidak lapangan. Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan kementerian mengenai optimalisasi jembatan timbang. Karena, jembatan ini akan melihat daya angkut kendaraan. Sehingga pemilik kendaraan juga tahu beban muatan kendaraan,” jelasnya.

Selama ini, jembatan timbang masih belum optimal. Sehingga saat pengujian KIR, banyak kendaraan tidak lulus Uji KIR. Sedikitnya 934 kendaraan tak lolos. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai fisik, struktur hingga teknis kendaraan. “Makanya, kami terus sampaikan ke masyarakat agar menjaga kendaraannya. Dan terpenting yang melakukan Uji KIR itu pemilik kendaraan bukan sopir. Sebab, ini akan lebih memudahkan kami menyampaikan alasan tak lulus Uji KIR,” imbuhnya.(kin/fid)

Data Kendaraan Uji KIR

Uraian Kendaraan                Jumlah

KEDUNGJAJANG, Radar Semeru – Sebanyak 11.858 kendaraan Lumajang melakukan pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) selama tahun 2021. Namun tidak semua kendaraan tersebut lulus uji KIR. Meski demikian, retribusi yang dihasilkan cukup fantastis. Dari target Rp 1,273 miliar, hanya kurang sembilan persen saja.

Koordinator penguji KIR Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Lumajang Arie Bidayanto mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan target tidak tepat sasaran. Salah satunya penurunan jumlah kendaraan yang beroperasi di Lumajang.

“Pandemi sangat berdampak terhadap pengopersian kendaraan. Banyak pemilik usaha kendaraan baik angkot atau jasa angkutan lainnya yang tidak beroperasi. Makanya, mereka tidak melakukan Uji KIR. Padahal Uji KIR ini kan dilakukan enam bulan sekali,” katanya.

Tentu, hal itu menyebabkan capaian retribusi hanya mentok di angka Rp 1,158 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 91 persen target yang ditentukan. Meski demikian, Arie mengungkapkan beberapa langkah akan dilakukan tahun ini. Sebab, target yang dibebankan ke UPT Uji KIR masih tetap di angka yang sama.

Selain melakukan uji KIR, pihaknya akan terjun langsung ke masyarakat dengan sinergi sejumlah pihak. Seperti kepolisian dan satpol PP untuk menertibkan kendaraan yang belum Uji KIR saat sedang razia. “Jadi, kami akan tahu kendaraan mana saja yang belum melakukan UJI KIR melalui sidak lapangan. Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan kementerian mengenai optimalisasi jembatan timbang. Karena, jembatan ini akan melihat daya angkut kendaraan. Sehingga pemilik kendaraan juga tahu beban muatan kendaraan,” jelasnya.

Selama ini, jembatan timbang masih belum optimal. Sehingga saat pengujian KIR, banyak kendaraan tidak lulus Uji KIR. Sedikitnya 934 kendaraan tak lolos. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai fisik, struktur hingga teknis kendaraan. “Makanya, kami terus sampaikan ke masyarakat agar menjaga kendaraannya. Dan terpenting yang melakukan Uji KIR itu pemilik kendaraan bukan sopir. Sebab, ini akan lebih memudahkan kami menyampaikan alasan tak lulus Uji KIR,” imbuhnya.(kin/fid)

Data Kendaraan Uji KIR

Uraian Kendaraan                Jumlah

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/