alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Setiap Lahar Langsung Dikeruk

Selain Terancam Gagal Panen, Juga Kehilangan Lahan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Risiko yang dialami petani di lereng Gunung Semeru memang cukup kompleks. Terlebih, ketika memasuki musim hujan yang mengakibatkan lahar dingin. Selain merawat tanamannya, mereka harus sering mengeruk lahan yang tertimbun lahar.

Saiful  Anwar, 40, petani cabai Supiturang, mengatakan, banjir luapan material vulkanis Gunung Semeru sudah 4 bulan terakhir mengancam pertanian mereka. Pihaknya sudah berulang kali melakukan pengerukan di lahan pertaniannya. Upaya itu harus sering kali dilakukan karena banjir lahar terus-menerus terjadi. “Ya kalau dibiarkan malah tambah parah. Jadi, sebisa mungkin tiap pagi saya ke sini untuk mengeruk bekas lahar,” ucapnya.

Dia sudah mencoba menanam kembali tanaman di lahannya. Terakhir kali tanaman cabai. Namun sangat disayangkan, tanamannya hanya bertahan dua pekan. Sebab, kembali rusak digenangi banjir lahar dingin. Jika diam menyerah dan tidak melakukan pengerukan, lahannya berpotensi hilang tertimbun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Risiko yang dialami petani di lereng Gunung Semeru memang cukup kompleks. Terlebih, ketika memasuki musim hujan yang mengakibatkan lahar dingin. Selain merawat tanamannya, mereka harus sering mengeruk lahan yang tertimbun lahar.

Saiful  Anwar, 40, petani cabai Supiturang, mengatakan, banjir luapan material vulkanis Gunung Semeru sudah 4 bulan terakhir mengancam pertanian mereka. Pihaknya sudah berulang kali melakukan pengerukan di lahan pertaniannya. Upaya itu harus sering kali dilakukan karena banjir lahar terus-menerus terjadi. “Ya kalau dibiarkan malah tambah parah. Jadi, sebisa mungkin tiap pagi saya ke sini untuk mengeruk bekas lahar,” ucapnya.

Dia sudah mencoba menanam kembali tanaman di lahannya. Terakhir kali tanaman cabai. Namun sangat disayangkan, tanamannya hanya bertahan dua pekan. Sebab, kembali rusak digenangi banjir lahar dingin. Jika diam menyerah dan tidak melakukan pengerukan, lahannya berpotensi hilang tertimbun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Risiko yang dialami petani di lereng Gunung Semeru memang cukup kompleks. Terlebih, ketika memasuki musim hujan yang mengakibatkan lahar dingin. Selain merawat tanamannya, mereka harus sering mengeruk lahan yang tertimbun lahar.

Saiful  Anwar, 40, petani cabai Supiturang, mengatakan, banjir luapan material vulkanis Gunung Semeru sudah 4 bulan terakhir mengancam pertanian mereka. Pihaknya sudah berulang kali melakukan pengerukan di lahan pertaniannya. Upaya itu harus sering kali dilakukan karena banjir lahar terus-menerus terjadi. “Ya kalau dibiarkan malah tambah parah. Jadi, sebisa mungkin tiap pagi saya ke sini untuk mengeruk bekas lahar,” ucapnya.

Dia sudah mencoba menanam kembali tanaman di lahannya. Terakhir kali tanaman cabai. Namun sangat disayangkan, tanamannya hanya bertahan dua pekan. Sebab, kembali rusak digenangi banjir lahar dingin. Jika diam menyerah dan tidak melakukan pengerukan, lahannya berpotensi hilang tertimbun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/