alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Suku Tengger Tuntut Insiden Tendang Sesajen

Pelaku penendang sesajen memang sudah tertangkap. Bahkan sudah menyatakan permintaan maaf. Namun, untuk pelaku intoleran, proses hukum harus ditegakkan. Suku Tengger terus mengawal sampai diusut hingga Pengadilan Lumajang.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Buntut penangkapan Hadfana Firdaus, pemuda penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, terus bergulir. Kali ini, puluhan warga menggelar aksi meminta dukungan DPRD Lumajang untuk mengusut tuntas tindakan yang dianggap melecehkan salah satu budaya Nusantara tersebut.

Sekitar pukul 10.30, rombongan masa aksi yang mengendarai sepeda motor itu mendatangi Kantor DPRD Lumajang. Warga yang mengenakan pakaian Suku Tengger itu turun, lalu membentangkan beberapa poster berisi tuntutan. Satu per satu nyanyian orasi dengan lantang disuarakan tentang budaya dan keberagaman.

Koordinator Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Keberagaman (Bineka) Mansur Hidayat mengatakan, pihak kepolisian menindak tegas siapa pun  yang terlibat dalam pelemparan sesajen. Baik si aktor, pembuat video, penyebar video, maupun kelompok pelindungnya yang berkedok relawan kemanusiaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Penangkapan tersangka yang berinisial HF ini di Jogjakarta, dan kemudian meminta maaf secara terbuka ke publik. Namun, hal itu tidak serta-merta dapat menyebabkan masalah selesai. Kami sebagai warga yang mengutuk intoleransi meminta kepolisian terus mengusut sampai sidang dapat dilaksanakan di Pengadilan Lumajang,” katanya.

Beberapa menit setelah melakukan orasi, lengkap seluruh Pimpinan DPRD Lumajang menemui massa aksi. Mereka disambut dengan upacara singkat menggunakan sesajen. “Soekarno dulu berjuang untuk mengusir penjajah. Kita sebagai penerusnya sekarang berjuang untuk mengusir pelaku intoleransi,” kata Ketua DPRD Lumajang Akhmad Anang Syaifuddin.

Anang melanjutkan, seluruh tuntutan yang disampaikan merupakan salah satu bentuk dukungan morel terhadap penegakan hukum. Maka tak salah, sebagai wakil rakyat pihaknya ikut berjuang menegakkan keadilan. Pelaku intoleransi harus mendapatkan sanksi yang tegas supaya menjadi pelajaran bagi orang yang macam-macam terhadap NKRI.

Lebih dari itu, seluruh pimpinan dewan juga mempersilakan massa aksi melaksanakan seribu takir dan dupa untuk Semeru di Pemandian Jarit pada Sabtu lalu yang sempat dibatalkan. Menurutnya, melalui cara itu masyarakat adat Nusantara dapat menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Desak Tertibkan Posko Relawan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Buntut penangkapan Hadfana Firdaus, pemuda penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, terus bergulir. Kali ini, puluhan warga menggelar aksi meminta dukungan DPRD Lumajang untuk mengusut tuntas tindakan yang dianggap melecehkan salah satu budaya Nusantara tersebut.

Sekitar pukul 10.30, rombongan masa aksi yang mengendarai sepeda motor itu mendatangi Kantor DPRD Lumajang. Warga yang mengenakan pakaian Suku Tengger itu turun, lalu membentangkan beberapa poster berisi tuntutan. Satu per satu nyanyian orasi dengan lantang disuarakan tentang budaya dan keberagaman.

Koordinator Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Keberagaman (Bineka) Mansur Hidayat mengatakan, pihak kepolisian menindak tegas siapa pun  yang terlibat dalam pelemparan sesajen. Baik si aktor, pembuat video, penyebar video, maupun kelompok pelindungnya yang berkedok relawan kemanusiaan.

“Penangkapan tersangka yang berinisial HF ini di Jogjakarta, dan kemudian meminta maaf secara terbuka ke publik. Namun, hal itu tidak serta-merta dapat menyebabkan masalah selesai. Kami sebagai warga yang mengutuk intoleransi meminta kepolisian terus mengusut sampai sidang dapat dilaksanakan di Pengadilan Lumajang,” katanya.

Beberapa menit setelah melakukan orasi, lengkap seluruh Pimpinan DPRD Lumajang menemui massa aksi. Mereka disambut dengan upacara singkat menggunakan sesajen. “Soekarno dulu berjuang untuk mengusir penjajah. Kita sebagai penerusnya sekarang berjuang untuk mengusir pelaku intoleransi,” kata Ketua DPRD Lumajang Akhmad Anang Syaifuddin.

Anang melanjutkan, seluruh tuntutan yang disampaikan merupakan salah satu bentuk dukungan morel terhadap penegakan hukum. Maka tak salah, sebagai wakil rakyat pihaknya ikut berjuang menegakkan keadilan. Pelaku intoleransi harus mendapatkan sanksi yang tegas supaya menjadi pelajaran bagi orang yang macam-macam terhadap NKRI.

Lebih dari itu, seluruh pimpinan dewan juga mempersilakan massa aksi melaksanakan seribu takir dan dupa untuk Semeru di Pemandian Jarit pada Sabtu lalu yang sempat dibatalkan. Menurutnya, melalui cara itu masyarakat adat Nusantara dapat menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Desak Tertibkan Posko Relawan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Buntut penangkapan Hadfana Firdaus, pemuda penendang sesajen di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, terus bergulir. Kali ini, puluhan warga menggelar aksi meminta dukungan DPRD Lumajang untuk mengusut tuntas tindakan yang dianggap melecehkan salah satu budaya Nusantara tersebut.

Sekitar pukul 10.30, rombongan masa aksi yang mengendarai sepeda motor itu mendatangi Kantor DPRD Lumajang. Warga yang mengenakan pakaian Suku Tengger itu turun, lalu membentangkan beberapa poster berisi tuntutan. Satu per satu nyanyian orasi dengan lantang disuarakan tentang budaya dan keberagaman.

Koordinator Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Keberagaman (Bineka) Mansur Hidayat mengatakan, pihak kepolisian menindak tegas siapa pun  yang terlibat dalam pelemparan sesajen. Baik si aktor, pembuat video, penyebar video, maupun kelompok pelindungnya yang berkedok relawan kemanusiaan.

“Penangkapan tersangka yang berinisial HF ini di Jogjakarta, dan kemudian meminta maaf secara terbuka ke publik. Namun, hal itu tidak serta-merta dapat menyebabkan masalah selesai. Kami sebagai warga yang mengutuk intoleransi meminta kepolisian terus mengusut sampai sidang dapat dilaksanakan di Pengadilan Lumajang,” katanya.

Beberapa menit setelah melakukan orasi, lengkap seluruh Pimpinan DPRD Lumajang menemui massa aksi. Mereka disambut dengan upacara singkat menggunakan sesajen. “Soekarno dulu berjuang untuk mengusir penjajah. Kita sebagai penerusnya sekarang berjuang untuk mengusir pelaku intoleransi,” kata Ketua DPRD Lumajang Akhmad Anang Syaifuddin.

Anang melanjutkan, seluruh tuntutan yang disampaikan merupakan salah satu bentuk dukungan morel terhadap penegakan hukum. Maka tak salah, sebagai wakil rakyat pihaknya ikut berjuang menegakkan keadilan. Pelaku intoleransi harus mendapatkan sanksi yang tegas supaya menjadi pelajaran bagi orang yang macam-macam terhadap NKRI.

Lebih dari itu, seluruh pimpinan dewan juga mempersilakan massa aksi melaksanakan seribu takir dan dupa untuk Semeru di Pemandian Jarit pada Sabtu lalu yang sempat dibatalkan. Menurutnya, melalui cara itu masyarakat adat Nusantara dapat menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Desak Tertibkan Posko Relawan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/