alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Sampai Bolong, Surat Perbaikan Tak Digubris Pemerintah Lumajang

Perbaikan Jembatan Menunggu Kucuran Dana

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lumajang diminta fokus penanganan bencana. Baik penanganan Covid-19 maupun awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Tak heran jika sejumlah program yang sudah direncanakan terpaksa ditunda. Salah satunya penanganan kerusakan jembatan di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

Jembatan yang berada di Dusun Siti Inggil, Desa Kebonagung, tersebut sudah rusak sejak bulan Juli tahun lalu. Namun, lambatnya penanganan menyebabkan kerusakan semakin parah dua bulan selanjutnya. Meski sudah melaporkan kerusakan tersebut, perbaikan belum dilakukan hingga saat ini.

Pengennya cepat diperbaiki biar kami tidak waswas saat melintas. Apalagi rusaknya yang besar, jadi kendaraan roda empat harus memutar hingga dua kilometer dan melalui jalan desa. Karena melintasi jalan desa, banyak jalan yang mulai rusak. Karena dilintasi truk-truk bermuatan seperti pasir maupun kayu,” harap Zainul Hasan, salah satu warga setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Desa Kebonagung Suhanto menjelaskan, sebenarnya kerusakan jembatan itu sangat kecil. Namun, pihaknya sudah memasang rambu atau tanda di titik kerusakan. Akan tetapi, kendaraan roda empat atau lebih tetap nekat melintas. Alhasil, salah satu armada truk bermuatan pasir terperosok. Sehingga kerusakan jembatan semakin membesar.

“Sudah kami pasang penanda, masih aja melintas. Ya, akhirnya kerusakannya semakin besar. Jadi, kami pasang penanda yang lebih besar dan luas lagi. Jadi, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lumajang diminta fokus penanganan bencana. Baik penanganan Covid-19 maupun awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Tak heran jika sejumlah program yang sudah direncanakan terpaksa ditunda. Salah satunya penanganan kerusakan jembatan di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

Jembatan yang berada di Dusun Siti Inggil, Desa Kebonagung, tersebut sudah rusak sejak bulan Juli tahun lalu. Namun, lambatnya penanganan menyebabkan kerusakan semakin parah dua bulan selanjutnya. Meski sudah melaporkan kerusakan tersebut, perbaikan belum dilakukan hingga saat ini.

Pengennya cepat diperbaiki biar kami tidak waswas saat melintas. Apalagi rusaknya yang besar, jadi kendaraan roda empat harus memutar hingga dua kilometer dan melalui jalan desa. Karena melintasi jalan desa, banyak jalan yang mulai rusak. Karena dilintasi truk-truk bermuatan seperti pasir maupun kayu,” harap Zainul Hasan, salah satu warga setempat.

Kepala Desa Kebonagung Suhanto menjelaskan, sebenarnya kerusakan jembatan itu sangat kecil. Namun, pihaknya sudah memasang rambu atau tanda di titik kerusakan. Akan tetapi, kendaraan roda empat atau lebih tetap nekat melintas. Alhasil, salah satu armada truk bermuatan pasir terperosok. Sehingga kerusakan jembatan semakin membesar.

“Sudah kami pasang penanda, masih aja melintas. Ya, akhirnya kerusakannya semakin besar. Jadi, kami pasang penanda yang lebih besar dan luas lagi. Jadi, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lumajang diminta fokus penanganan bencana. Baik penanganan Covid-19 maupun awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Tak heran jika sejumlah program yang sudah direncanakan terpaksa ditunda. Salah satunya penanganan kerusakan jembatan di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

Jembatan yang berada di Dusun Siti Inggil, Desa Kebonagung, tersebut sudah rusak sejak bulan Juli tahun lalu. Namun, lambatnya penanganan menyebabkan kerusakan semakin parah dua bulan selanjutnya. Meski sudah melaporkan kerusakan tersebut, perbaikan belum dilakukan hingga saat ini.

Pengennya cepat diperbaiki biar kami tidak waswas saat melintas. Apalagi rusaknya yang besar, jadi kendaraan roda empat harus memutar hingga dua kilometer dan melalui jalan desa. Karena melintasi jalan desa, banyak jalan yang mulai rusak. Karena dilintasi truk-truk bermuatan seperti pasir maupun kayu,” harap Zainul Hasan, salah satu warga setempat.

Kepala Desa Kebonagung Suhanto menjelaskan, sebenarnya kerusakan jembatan itu sangat kecil. Namun, pihaknya sudah memasang rambu atau tanda di titik kerusakan. Akan tetapi, kendaraan roda empat atau lebih tetap nekat melintas. Alhasil, salah satu armada truk bermuatan pasir terperosok. Sehingga kerusakan jembatan semakin membesar.

“Sudah kami pasang penanda, masih aja melintas. Ya, akhirnya kerusakannya semakin besar. Jadi, kami pasang penanda yang lebih besar dan luas lagi. Jadi, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/