alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kerumunan Lalat Jadi Petunjuk Lokasi Jenazah APG Gunung Semeru

Total 62 Orang Meninggal Dunia

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencarian korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru memang sudah resmi ditutup. Namun, warga dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian. Sebab, mereka yakin banyak jenazah yang masih tertimbun material APG Gunung Semeru. Terbaru, salah satu jenazah kembali ditemukan, kemarin.

Penemuan itu berlokasi di kawasan tambang pasir Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Awalnya, warga relawan dan tim BPBD Lumajang melakukan pemantauan daerah aliran sungai (DAS) di lokasi tersebut. Sekitar pukul 11.20, tim menemukan kerumunan lalat. “Setelah kami mendekat dan melakukan pengecekan awal, ternyata kami menemukan salah satu jenazah yang tertimbun material pasir,” ungkap koordinator tim, Sugiyono.

Dia mengatakan, tim gabungan yang terdiri atas TNI, BPBD, Dinkes, BPBD Jatim, relawan, dan warga segera melakukan penggalian. Setengah jam berlalu, jenazah berhasil dievakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke pos pantau yang berada di bekas loji pengamatan lahar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pukul 12.25 WIB, jenazah dibawa ke IPJ RSUD dr Hariyoto Lumajang menggunakan ambulan Puskesmas Kedungjajang yang berada di lokasi kejadian. Perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam,” tambahnya.

Sementara itu, paramedis RSUD dr Haryoto Lumajang, Akhmad Mustofa, menyebut, kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali secara jelas. Namun, dia menduga jenis kelamin jenazah adalah laki-laki. Meski demikian, tim gabungan yang melakukan evakuasi tidak menemukan identitas dari jenazah.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencarian korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru memang sudah resmi ditutup. Namun, warga dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian. Sebab, mereka yakin banyak jenazah yang masih tertimbun material APG Gunung Semeru. Terbaru, salah satu jenazah kembali ditemukan, kemarin.

Penemuan itu berlokasi di kawasan tambang pasir Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Awalnya, warga relawan dan tim BPBD Lumajang melakukan pemantauan daerah aliran sungai (DAS) di lokasi tersebut. Sekitar pukul 11.20, tim menemukan kerumunan lalat. “Setelah kami mendekat dan melakukan pengecekan awal, ternyata kami menemukan salah satu jenazah yang tertimbun material pasir,” ungkap koordinator tim, Sugiyono.

Dia mengatakan, tim gabungan yang terdiri atas TNI, BPBD, Dinkes, BPBD Jatim, relawan, dan warga segera melakukan penggalian. Setengah jam berlalu, jenazah berhasil dievakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke pos pantau yang berada di bekas loji pengamatan lahar.

“Pukul 12.25 WIB, jenazah dibawa ke IPJ RSUD dr Hariyoto Lumajang menggunakan ambulan Puskesmas Kedungjajang yang berada di lokasi kejadian. Perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam,” tambahnya.

Sementara itu, paramedis RSUD dr Haryoto Lumajang, Akhmad Mustofa, menyebut, kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali secara jelas. Namun, dia menduga jenis kelamin jenazah adalah laki-laki. Meski demikian, tim gabungan yang melakukan evakuasi tidak menemukan identitas dari jenazah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencarian korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru memang sudah resmi ditutup. Namun, warga dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian. Sebab, mereka yakin banyak jenazah yang masih tertimbun material APG Gunung Semeru. Terbaru, salah satu jenazah kembali ditemukan, kemarin.

Penemuan itu berlokasi di kawasan tambang pasir Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Awalnya, warga relawan dan tim BPBD Lumajang melakukan pemantauan daerah aliran sungai (DAS) di lokasi tersebut. Sekitar pukul 11.20, tim menemukan kerumunan lalat. “Setelah kami mendekat dan melakukan pengecekan awal, ternyata kami menemukan salah satu jenazah yang tertimbun material pasir,” ungkap koordinator tim, Sugiyono.

Dia mengatakan, tim gabungan yang terdiri atas TNI, BPBD, Dinkes, BPBD Jatim, relawan, dan warga segera melakukan penggalian. Setengah jam berlalu, jenazah berhasil dievakuasi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke pos pantau yang berada di bekas loji pengamatan lahar.

“Pukul 12.25 WIB, jenazah dibawa ke IPJ RSUD dr Hariyoto Lumajang menggunakan ambulan Puskesmas Kedungjajang yang berada di lokasi kejadian. Perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam,” tambahnya.

Sementara itu, paramedis RSUD dr Haryoto Lumajang, Akhmad Mustofa, menyebut, kondisi jenazah sudah tidak bisa dikenali secara jelas. Namun, dia menduga jenis kelamin jenazah adalah laki-laki. Meski demikian, tim gabungan yang melakukan evakuasi tidak menemukan identitas dari jenazah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/