alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Operasi SAR Korban Awan Panas Gunung Semeru Resmi Ditutup

Korban Meninggal 48 Jiwa, 36 Masih Belum Ditemukan

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) klaster pencarian dan pertolongan korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru resmi ditutup, kemarin. Operasi ini dilakukan selama 13 hari. Total 48 orang ditemukan meninggal dunia. Sementara, 36 orang masih belum ditemukan.

Kasi Operasi Badan SAR Kantor Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan, seluruh personel Badan SAR Nasional (Basarnas) ditarik kembali ke Surabaya. Selanjutnya, operasi menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Karena itu, jika ada penemuan jenazah maupun body part akan ditindaklanjuti oleh daerah.

“Di hari ketiga belas, operasi SAR klaster pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan rehabilitasi oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski sudah ditutup, pencarian korban tidak dihentikan. Artinya, pencarian masih bisa dilakukan oleh tim BPBD Lumajang agar pencarian lebih efektif. Penutupan ini sesuai prosedur yang ada. Sebab, masa  operasi SAR hanya tujuh hari. Namun, banyaknya korban hilang menyebabkan operasi SAR diperpanjang enam hari. Perinciannya, tiga hari pertama dan tiga hari kedua.

Pada hari terakhir, tim gabungan menemukan dua body part manusia. Masing-masing ditemukan di kawasan pertambangan Duta Pasir Semeru (DPS) milik Satuhan dan Curahkobokan. “Jadi, total ada 48 orang meninggal dunia. Sedangkan yang masih hilang dan dilaporkan ke kami ada 36 orang. Body part yang masih diidentifikasi di Rumah Sakit dr Haryoto berjumlah tujuh body part,” jelasnya.

Saat ini tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri dan Mapolda Jawa Timur masih melakukan upaya identifikasi. Sebab, beberapa hasil identifikasi body part tidak termasuk korban yang dilaporkan hilang. Karena itu, DVI akan memastikan kembali hasil identifikasi body part tersebut. “Kalau sudah pasti akan dirilis DVI,” tambahnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) klaster pencarian dan pertolongan korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru resmi ditutup, kemarin. Operasi ini dilakukan selama 13 hari. Total 48 orang ditemukan meninggal dunia. Sementara, 36 orang masih belum ditemukan.

Kasi Operasi Badan SAR Kantor Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan, seluruh personel Badan SAR Nasional (Basarnas) ditarik kembali ke Surabaya. Selanjutnya, operasi menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Karena itu, jika ada penemuan jenazah maupun body part akan ditindaklanjuti oleh daerah.

“Di hari ketiga belas, operasi SAR klaster pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan rehabilitasi oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Meski sudah ditutup, pencarian korban tidak dihentikan. Artinya, pencarian masih bisa dilakukan oleh tim BPBD Lumajang agar pencarian lebih efektif. Penutupan ini sesuai prosedur yang ada. Sebab, masa  operasi SAR hanya tujuh hari. Namun, banyaknya korban hilang menyebabkan operasi SAR diperpanjang enam hari. Perinciannya, tiga hari pertama dan tiga hari kedua.

Pada hari terakhir, tim gabungan menemukan dua body part manusia. Masing-masing ditemukan di kawasan pertambangan Duta Pasir Semeru (DPS) milik Satuhan dan Curahkobokan. “Jadi, total ada 48 orang meninggal dunia. Sedangkan yang masih hilang dan dilaporkan ke kami ada 36 orang. Body part yang masih diidentifikasi di Rumah Sakit dr Haryoto berjumlah tujuh body part,” jelasnya.

Saat ini tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri dan Mapolda Jawa Timur masih melakukan upaya identifikasi. Sebab, beberapa hasil identifikasi body part tidak termasuk korban yang dilaporkan hilang. Karena itu, DVI akan memastikan kembali hasil identifikasi body part tersebut. “Kalau sudah pasti akan dirilis DVI,” tambahnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi search and rescue (SAR) klaster pencarian dan pertolongan korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru resmi ditutup, kemarin. Operasi ini dilakukan selama 13 hari. Total 48 orang ditemukan meninggal dunia. Sementara, 36 orang masih belum ditemukan.

Kasi Operasi Badan SAR Kantor Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan, seluruh personel Badan SAR Nasional (Basarnas) ditarik kembali ke Surabaya. Selanjutnya, operasi menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Karena itu, jika ada penemuan jenazah maupun body part akan ditindaklanjuti oleh daerah.

“Di hari ketiga belas, operasi SAR klaster pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan rehabilitasi oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Meski sudah ditutup, pencarian korban tidak dihentikan. Artinya, pencarian masih bisa dilakukan oleh tim BPBD Lumajang agar pencarian lebih efektif. Penutupan ini sesuai prosedur yang ada. Sebab, masa  operasi SAR hanya tujuh hari. Namun, banyaknya korban hilang menyebabkan operasi SAR diperpanjang enam hari. Perinciannya, tiga hari pertama dan tiga hari kedua.

Pada hari terakhir, tim gabungan menemukan dua body part manusia. Masing-masing ditemukan di kawasan pertambangan Duta Pasir Semeru (DPS) milik Satuhan dan Curahkobokan. “Jadi, total ada 48 orang meninggal dunia. Sedangkan yang masih hilang dan dilaporkan ke kami ada 36 orang. Body part yang masih diidentifikasi di Rumah Sakit dr Haryoto berjumlah tujuh body part,” jelasnya.

Saat ini tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri dan Mapolda Jawa Timur masih melakukan upaya identifikasi. Sebab, beberapa hasil identifikasi body part tidak termasuk korban yang dilaporkan hilang. Karena itu, DVI akan memastikan kembali hasil identifikasi body part tersebut. “Kalau sudah pasti akan dirilis DVI,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/