alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Gunung Semeru Naik Level Jadi Siaga

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERWULUH.RADARJEMBER.ID – Pasca awan panas guguran (APG) susulan kemarin, status Gunung Semeru naik satu level. Sebelumnya, Gunung Semeru masih di level II atau waspada. Namun, hari ini (17/12), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi merilis laporan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru. Kemarin malam, Gunung Semeru berada di level III atau siaga.

Berdasarkan laporan tersebut, terjadi luncuran awan panas sebanyak tiga kali. Yakni pada pukul 09.01, 09.30, 15.42 WIB. Peningkatan aktivitas tersebut menyebabkan level Gunung Semeru berubah. Aktivitas APG masih berpotensi terjadi. Sebab ada endapan aliran lava (lidah lava) dengan panjang aliran dua kilometer dari pusat erupsi. Aliran lava tersebut masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan APG.

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Karena curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Didukung data dari BMKG diperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Secondary explosion juga berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai apabila luncuran awan panas yang terjadi masuk atau kontak dengan air sungai,” tulis Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi.

- Advertisement -

SUMBERWULUH.RADARJEMBER.ID – Pasca awan panas guguran (APG) susulan kemarin, status Gunung Semeru naik satu level. Sebelumnya, Gunung Semeru masih di level II atau waspada. Namun, hari ini (17/12), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi merilis laporan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru. Kemarin malam, Gunung Semeru berada di level III atau siaga.

Berdasarkan laporan tersebut, terjadi luncuran awan panas sebanyak tiga kali. Yakni pada pukul 09.01, 09.30, 15.42 WIB. Peningkatan aktivitas tersebut menyebabkan level Gunung Semeru berubah. Aktivitas APG masih berpotensi terjadi. Sebab ada endapan aliran lava (lidah lava) dengan panjang aliran dua kilometer dari pusat erupsi. Aliran lava tersebut masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan APG.

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Karena curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.

“Didukung data dari BMKG diperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Secondary explosion juga berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai apabila luncuran awan panas yang terjadi masuk atau kontak dengan air sungai,” tulis Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi.

SUMBERWULUH.RADARJEMBER.ID – Pasca awan panas guguran (APG) susulan kemarin, status Gunung Semeru naik satu level. Sebelumnya, Gunung Semeru masih di level II atau waspada. Namun, hari ini (17/12), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi merilis laporan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru. Kemarin malam, Gunung Semeru berada di level III atau siaga.

Berdasarkan laporan tersebut, terjadi luncuran awan panas sebanyak tiga kali. Yakni pada pukul 09.01, 09.30, 15.42 WIB. Peningkatan aktivitas tersebut menyebabkan level Gunung Semeru berubah. Aktivitas APG masih berpotensi terjadi. Sebab ada endapan aliran lava (lidah lava) dengan panjang aliran dua kilometer dari pusat erupsi. Aliran lava tersebut masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya. Sehingga bisa mengakibatkan APG.

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi. Karena curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.

“Didukung data dari BMKG diperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Secondary explosion juga berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai apabila luncuran awan panas yang terjadi masuk atau kontak dengan air sungai,” tulis Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/