alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Antisipasi Penyudetan Lahar Gunung Semeru agar Tidak Jebol Lagi

Bakal Pasang Sand Pack

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun setelah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan lahar dingin, kemarin. Akibatnya, tanggul penyudetan di kawasan Gladak Kembar jebol. Karenanya, aliran lahar sempat kembali memasuki perkampungan dan menutup jalan nasional di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, jalur lahar yang sudah dibuka tersebut kembali tertutup. Tebing abu vulkanis dan pasir yang terkikis aliran lahar menyebabkan aliran tersumbat. Akibatnya, aliran berbelok ke arah perkampungan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing berupa abu vulkanis dan pasir runtuh. Sehingga menutup aliran dan menyebabkan tanggul penahan yang dibuat selama dua hari ini jebol. Jebolnya tanggul bersamaan dengan abu vulkanis, sehingga menimbulkan asap yang pekat dan membuat panik warga,” kata Pj Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Azis menjelaskan, normalisasi sungai langsung dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Empat alat berat dikerahkan untuk mengarahkan lahar ke aliran semula. Rencananya, normalisasi tetap dilakukan hari ini. Sebagai antisipasi agar tanggul tidak jebol, pihaknya meminta masyarakat dan relawan membantu penyudetan. Sebab, ribuan sand pack sudah disiapkan.

Sand pack tersebut bakal diisi pasir dan batu dari aliran sungai setempat. Hal itu untuk memperkuat tanggul agar tidak terkikis bahkan jebol. “Besok (hari ini, Red) akan tetap kami lanjutkan dengan meminta bantuan tenaga dari warga untuk membantu kami menyiapkan sand pack. Karena, jika tidak dilakukan seperti itu, maka akan terkikis atau sledding lagi,” jelasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun setelah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan lahar dingin, kemarin. Akibatnya, tanggul penyudetan di kawasan Gladak Kembar jebol. Karenanya, aliran lahar sempat kembali memasuki perkampungan dan menutup jalan nasional di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, jalur lahar yang sudah dibuka tersebut kembali tertutup. Tebing abu vulkanis dan pasir yang terkikis aliran lahar menyebabkan aliran tersumbat. Akibatnya, aliran berbelok ke arah perkampungan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing berupa abu vulkanis dan pasir runtuh. Sehingga menutup aliran dan menyebabkan tanggul penahan yang dibuat selama dua hari ini jebol. Jebolnya tanggul bersamaan dengan abu vulkanis, sehingga menimbulkan asap yang pekat dan membuat panik warga,” kata Pj Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis.

Azis menjelaskan, normalisasi sungai langsung dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Empat alat berat dikerahkan untuk mengarahkan lahar ke aliran semula. Rencananya, normalisasi tetap dilakukan hari ini. Sebagai antisipasi agar tanggul tidak jebol, pihaknya meminta masyarakat dan relawan membantu penyudetan. Sebab, ribuan sand pack sudah disiapkan.

Sand pack tersebut bakal diisi pasir dan batu dari aliran sungai setempat. Hal itu untuk memperkuat tanggul agar tidak terkikis bahkan jebol. “Besok (hari ini, Red) akan tetap kami lanjutkan dengan meminta bantuan tenaga dari warga untuk membantu kami menyiapkan sand pack. Karena, jika tidak dilakukan seperti itu, maka akan terkikis atau sledding lagi,” jelasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hujan yang turun setelah awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menyebabkan lahar dingin, kemarin. Akibatnya, tanggul penyudetan di kawasan Gladak Kembar jebol. Karenanya, aliran lahar sempat kembali memasuki perkampungan dan menutup jalan nasional di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, jalur lahar yang sudah dibuka tersebut kembali tertutup. Tebing abu vulkanis dan pasir yang terkikis aliran lahar menyebabkan aliran tersumbat. Akibatnya, aliran berbelok ke arah perkampungan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan tebing berupa abu vulkanis dan pasir runtuh. Sehingga menutup aliran dan menyebabkan tanggul penahan yang dibuat selama dua hari ini jebol. Jebolnya tanggul bersamaan dengan abu vulkanis, sehingga menimbulkan asap yang pekat dan membuat panik warga,” kata Pj Kepala Desa Sumberwuluh Abdul Azis.

Azis menjelaskan, normalisasi sungai langsung dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Empat alat berat dikerahkan untuk mengarahkan lahar ke aliran semula. Rencananya, normalisasi tetap dilakukan hari ini. Sebagai antisipasi agar tanggul tidak jebol, pihaknya meminta masyarakat dan relawan membantu penyudetan. Sebab, ribuan sand pack sudah disiapkan.

Sand pack tersebut bakal diisi pasir dan batu dari aliran sungai setempat. Hal itu untuk memperkuat tanggul agar tidak terkikis bahkan jebol. “Besok (hari ini, Red) akan tetap kami lanjutkan dengan meminta bantuan tenaga dari warga untuk membantu kami menyiapkan sand pack. Karena, jika tidak dilakukan seperti itu, maka akan terkikis atau sledding lagi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/