alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Naik Haji Tunggu 33 Tahun Lagi, Pendaftar di Lumajang Meningkat

Penundaan keberangkatan haji selama dua tahun membuat antrean keberangkatan haji makin panjang. Apalagi setiap hari pendaftar terus bertambah. Akibatnya, calon jamaah haji harus menunggu selama puluhan tahun untuk berangkat ke Baitullah.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minat masyarakat Lumajang untuk beribadah haji sangat tinggi. Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang per kemarin, jumlahnya sudah mencapai 28.018 orang. Jika dihitung dengan jumlah porsi yang ada, diperkirakan jamaah yang mendaftar sekarang bakal berangkat 33 tahun lagi.

Hal itu juga imbas dari pandemi Covid-19. Pandemi menyebabkan pembatalan keberangkatan haji selama dua tahun terakhir. Meski demikian, pemerintah telah melakukan skema pelaksanaan haji untuk tahun berikutnya. Informasinya, pemerintah Lumajang akan melakukan upaya diplomasi agar rukun kelima umat Islam tersebut bisa dilaksanakan.

Sri Hartatik, salah seorang calon pendaftar haji, mengaku pengurusan haji di Lumajang saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Sebab, dia tidak perlu bolak-balik ke bank dan Kemenag untuk mengurus dokumen lain. Cukup menabung di bank sebesar Rp 25,1 juta, proses pendaftaran awal langsung beres. Tentu, sejumlah berkas dan data diri juga harus dilengkapi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, dia belum mengetahui kepastian keberangkatan haji. Padahal, dia mendaftar haji untuk menemani ibunya yang direncanakan berangkat lima tahun lagi.

“Belum tahu berangkat kapan. Harapannya, bisa melaksanakan secepatnya. Tetapi karena pendaftar banyak, harus taat aturan. Ketika dapat porsi tahun berapa ya sudah ditunggu. Yang penting, sudah diniatkan ibadah haji. Sekarang ini hanya minta diberikan kesehatan,” ungkap perempuan asal Desa Kedung Pakis, Kecamatan Pasirian, itu.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Lumajang Sugianto menyebutkan bahwa jumlah kuota jamaah haji kabupaten Lumajang adalah sejumlah 900 jamaah. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kloter pemberangkatan. Jika dihitung, waktu tunggu jamaah berangkat adalah selama 31 tahun.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minat masyarakat Lumajang untuk beribadah haji sangat tinggi. Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang per kemarin, jumlahnya sudah mencapai 28.018 orang. Jika dihitung dengan jumlah porsi yang ada, diperkirakan jamaah yang mendaftar sekarang bakal berangkat 33 tahun lagi.

Hal itu juga imbas dari pandemi Covid-19. Pandemi menyebabkan pembatalan keberangkatan haji selama dua tahun terakhir. Meski demikian, pemerintah telah melakukan skema pelaksanaan haji untuk tahun berikutnya. Informasinya, pemerintah Lumajang akan melakukan upaya diplomasi agar rukun kelima umat Islam tersebut bisa dilaksanakan.

Sri Hartatik, salah seorang calon pendaftar haji, mengaku pengurusan haji di Lumajang saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Sebab, dia tidak perlu bolak-balik ke bank dan Kemenag untuk mengurus dokumen lain. Cukup menabung di bank sebesar Rp 25,1 juta, proses pendaftaran awal langsung beres. Tentu, sejumlah berkas dan data diri juga harus dilengkapi.

Meski demikian, dia belum mengetahui kepastian keberangkatan haji. Padahal, dia mendaftar haji untuk menemani ibunya yang direncanakan berangkat lima tahun lagi.

“Belum tahu berangkat kapan. Harapannya, bisa melaksanakan secepatnya. Tetapi karena pendaftar banyak, harus taat aturan. Ketika dapat porsi tahun berapa ya sudah ditunggu. Yang penting, sudah diniatkan ibadah haji. Sekarang ini hanya minta diberikan kesehatan,” ungkap perempuan asal Desa Kedung Pakis, Kecamatan Pasirian, itu.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Lumajang Sugianto menyebutkan bahwa jumlah kuota jamaah haji kabupaten Lumajang adalah sejumlah 900 jamaah. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kloter pemberangkatan. Jika dihitung, waktu tunggu jamaah berangkat adalah selama 31 tahun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Minat masyarakat Lumajang untuk beribadah haji sangat tinggi. Berdasar data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang per kemarin, jumlahnya sudah mencapai 28.018 orang. Jika dihitung dengan jumlah porsi yang ada, diperkirakan jamaah yang mendaftar sekarang bakal berangkat 33 tahun lagi.

Hal itu juga imbas dari pandemi Covid-19. Pandemi menyebabkan pembatalan keberangkatan haji selama dua tahun terakhir. Meski demikian, pemerintah telah melakukan skema pelaksanaan haji untuk tahun berikutnya. Informasinya, pemerintah Lumajang akan melakukan upaya diplomasi agar rukun kelima umat Islam tersebut bisa dilaksanakan.

Sri Hartatik, salah seorang calon pendaftar haji, mengaku pengurusan haji di Lumajang saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Sebab, dia tidak perlu bolak-balik ke bank dan Kemenag untuk mengurus dokumen lain. Cukup menabung di bank sebesar Rp 25,1 juta, proses pendaftaran awal langsung beres. Tentu, sejumlah berkas dan data diri juga harus dilengkapi.

Meski demikian, dia belum mengetahui kepastian keberangkatan haji. Padahal, dia mendaftar haji untuk menemani ibunya yang direncanakan berangkat lima tahun lagi.

“Belum tahu berangkat kapan. Harapannya, bisa melaksanakan secepatnya. Tetapi karena pendaftar banyak, harus taat aturan. Ketika dapat porsi tahun berapa ya sudah ditunggu. Yang penting, sudah diniatkan ibadah haji. Sekarang ini hanya minta diberikan kesehatan,” ungkap perempuan asal Desa Kedung Pakis, Kecamatan Pasirian, itu.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Lumajang Sugianto menyebutkan bahwa jumlah kuota jamaah haji kabupaten Lumajang adalah sejumlah 900 jamaah. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kloter pemberangkatan. Jika dihitung, waktu tunggu jamaah berangkat adalah selama 31 tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/