alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Lumajang Terpilih Jadi Bagian Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Keberadaan perpustakaan sebagai jantung dan pusat literasi butuh perhatian lebih. Sebab, di Kabupaten Lumajang, perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berjalan sejak tahun 2018, kini seperti mati suri. Selain karena pandemi, anggaran pengelolaan perpus juga dikepras.

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Deni Rohman, Sekretaris Disarpus Lumajang, menuturkan, di era sekarang perpustakaan harus siap menghadapi zaman. Salah satunya persaingan buku cetak dan buku digital yang semakin ketat. Meski demikian, esensi buku tetap dipahami masyarakat. Menurutnya, keberadaan perpustakaan yang berisi buku cetak atau digital bisa mengubah karakter masyarakat.

“Esensi buku tetap menjadi sumber ilmu pengetahuan. Kami merancang perpustakaan itu menjadi tempat untuk belajar agar kehidupan menjadi lebih baik. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga menjadi sebuah tempat masyarakat beraktivitas berbasis literasi. Ini yang akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Pihaknya berharap, program tersebut bisa dilakukan dengan maksimal. Pandemi Covid-19 bisa menjadikan peluang mewujudkan masyarakat literasi. “Jadi, tidak hanya membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pelatihan. Sehingga ada perubahan perilaku. Namun, hal ini butuh konsistensi,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

Sementara itu, Deni Rohman, Sekretaris Disarpus Lumajang, menuturkan, di era sekarang perpustakaan harus siap menghadapi zaman. Salah satunya persaingan buku cetak dan buku digital yang semakin ketat. Meski demikian, esensi buku tetap dipahami masyarakat. Menurutnya, keberadaan perpustakaan yang berisi buku cetak atau digital bisa mengubah karakter masyarakat.

“Esensi buku tetap menjadi sumber ilmu pengetahuan. Kami merancang perpustakaan itu menjadi tempat untuk belajar agar kehidupan menjadi lebih baik. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga menjadi sebuah tempat masyarakat beraktivitas berbasis literasi. Ini yang akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Pihaknya berharap, program tersebut bisa dilakukan dengan maksimal. Pandemi Covid-19 bisa menjadikan peluang mewujudkan masyarakat literasi. “Jadi, tidak hanya membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pelatihan. Sehingga ada perubahan perilaku. Namun, hal ini butuh konsistensi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

Sementara itu, Deni Rohman, Sekretaris Disarpus Lumajang, menuturkan, di era sekarang perpustakaan harus siap menghadapi zaman. Salah satunya persaingan buku cetak dan buku digital yang semakin ketat. Meski demikian, esensi buku tetap dipahami masyarakat. Menurutnya, keberadaan perpustakaan yang berisi buku cetak atau digital bisa mengubah karakter masyarakat.

“Esensi buku tetap menjadi sumber ilmu pengetahuan. Kami merancang perpustakaan itu menjadi tempat untuk belajar agar kehidupan menjadi lebih baik. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga menjadi sebuah tempat masyarakat beraktivitas berbasis literasi. Ini yang akan kami kembangkan lagi,” tuturnya.

Pihaknya berharap, program tersebut bisa dilakukan dengan maksimal. Pandemi Covid-19 bisa menjadikan peluang mewujudkan masyarakat literasi. “Jadi, tidak hanya membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pelatihan. Sehingga ada perubahan perilaku. Namun, hal ini butuh konsistensi,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/