alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Dugaan Pungli BPUM Dilakukan Oknum Perangkat Desa Tegalrandu

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih tiga bulan kasus dugaan sunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, bergulir. Namun, sampai saat ini belum diumumkan siapa tersangkanya. Padahal sunatan bantuan itu merata pada ratusan penerima.

Kerugian awal sempat ditaksir sebesar Rp 120 juta. Namun, selama pemeriksaan, nominalnya belum pasti. Bahkan  laporan hasil pemeriksaan (LHP) perhitungan kerugian negara masih belum beres di inspektorat. Padahal dalam kasus itu tidak hanya kental dugaan sunatan bantuan, tetapi juga ditengarai banyak penerima yang tidak tepat sasaran.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, sampai saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan. Namun, untuk sejauh mana pemeriksaan itu berjalan, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih. “Sementara masih penentuan kerugian negara oleh inspektorat,” kata pria yang juga sebagai Ketua Tim Saber Pungli Lumajang itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Padahal, tanggal 16 Juni lalu, pemeriksaan dilakukan besar-besaran. Seluruh lembaga pemerintah yang tergabung dalam Tim Saber Pungli tersebut sangat banyak. Mulai dari inspektorat, kepolisian, kejaksaan, Dinas Koperasi, hingga satpol PP turun mendatangi setiap penerima. Namun, sampai sekarang belum ketahuan siapa tersangkanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, penyunatan bantuan tersebut dilakukan oleh salah satu oknum perangkat desa setempat. Bahkan dia juga melibatkan tiga sampai empat warga lainnya untuk memuluskan aksinya. Termasuk membantu warga yang tidak memiliki usaha untuk mengajukan BPUM.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih tiga bulan kasus dugaan sunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, bergulir. Namun, sampai saat ini belum diumumkan siapa tersangkanya. Padahal sunatan bantuan itu merata pada ratusan penerima.

Kerugian awal sempat ditaksir sebesar Rp 120 juta. Namun, selama pemeriksaan, nominalnya belum pasti. Bahkan  laporan hasil pemeriksaan (LHP) perhitungan kerugian negara masih belum beres di inspektorat. Padahal dalam kasus itu tidak hanya kental dugaan sunatan bantuan, tetapi juga ditengarai banyak penerima yang tidak tepat sasaran.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, sampai saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan. Namun, untuk sejauh mana pemeriksaan itu berjalan, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih. “Sementara masih penentuan kerugian negara oleh inspektorat,” kata pria yang juga sebagai Ketua Tim Saber Pungli Lumajang itu.

Padahal, tanggal 16 Juni lalu, pemeriksaan dilakukan besar-besaran. Seluruh lembaga pemerintah yang tergabung dalam Tim Saber Pungli tersebut sangat banyak. Mulai dari inspektorat, kepolisian, kejaksaan, Dinas Koperasi, hingga satpol PP turun mendatangi setiap penerima. Namun, sampai sekarang belum ketahuan siapa tersangkanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, penyunatan bantuan tersebut dilakukan oleh salah satu oknum perangkat desa setempat. Bahkan dia juga melibatkan tiga sampai empat warga lainnya untuk memuluskan aksinya. Termasuk membantu warga yang tidak memiliki usaha untuk mengajukan BPUM.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kurang lebih tiga bulan kasus dugaan sunatan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, bergulir. Namun, sampai saat ini belum diumumkan siapa tersangkanya. Padahal sunatan bantuan itu merata pada ratusan penerima.

Kerugian awal sempat ditaksir sebesar Rp 120 juta. Namun, selama pemeriksaan, nominalnya belum pasti. Bahkan  laporan hasil pemeriksaan (LHP) perhitungan kerugian negara masih belum beres di inspektorat. Padahal dalam kasus itu tidak hanya kental dugaan sunatan bantuan, tetapi juga ditengarai banyak penerima yang tidak tepat sasaran.

Wakapolres Lumajang Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, sampai saat ini pemeriksaan masih terus dilakukan. Namun, untuk sejauh mana pemeriksaan itu berjalan, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih. “Sementara masih penentuan kerugian negara oleh inspektorat,” kata pria yang juga sebagai Ketua Tim Saber Pungli Lumajang itu.

Padahal, tanggal 16 Juni lalu, pemeriksaan dilakukan besar-besaran. Seluruh lembaga pemerintah yang tergabung dalam Tim Saber Pungli tersebut sangat banyak. Mulai dari inspektorat, kepolisian, kejaksaan, Dinas Koperasi, hingga satpol PP turun mendatangi setiap penerima. Namun, sampai sekarang belum ketahuan siapa tersangkanya.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru menyebutkan, penyunatan bantuan tersebut dilakukan oleh salah satu oknum perangkat desa setempat. Bahkan dia juga melibatkan tiga sampai empat warga lainnya untuk memuluskan aksinya. Termasuk membantu warga yang tidak memiliki usaha untuk mengajukan BPUM.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/