alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 5 October 2022

Masuk Kemarau, Mulai Periksa Kawasan Kekeringan

BPBD Siapkan Bantuan Dropping Air Bersih

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, puluhan dusun di Lumajang masuk zona merah kekeringan. Kawasan dengan kondisi krisis air bersih itu mulai dipetakan permasalahannya. Oleh karena itu, beberapa hari terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai memeriksa kawasan krisis air bersih.

Temukan Empat ODGJ Dipasung

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, ada 48 dusun dilanda kekeringan pada tahun lalu. Puluhan dusun itu berada di 19 desa dengan tujuh kecamatan. Dua desa di antaranya masuk kecamatan kota. Yakni Desa Blukon dan Boreng.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Data tahun lalu jumlah kawasan kekeringan air bersih cukup banyak. Tujuh kecamatan itu meliputi Kecamatan Kota Lumajang, Padang, Gucialit, Kedungjajang, Randuagung, Klakah, dan Ranuyoso,” ujar Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Wawan mengatakan, saat ini BPBD terus melakukan asesmen ke lapangan. Hal itu merupakan tindak lanjut permohonan kepala desa setempat. Sebab, sebelumnya BPBD memberikan imbauan agar melaporkan kondisi air bersih di masing-masing desa. Khususnya desa rawan krisis air bersih.

Proses asesmen itu masih berlanjut. Personel BPBD memeriksa sumber air terdekat dan sumber air dari sumur rumah tangga. Jika debit sumber mata air dan sumur di kawasan tersebut menurun, maka kawasan tersebut masuk zona krisis air bersih. Oleh karena itu, dropping air bersih segera dilakukan minimal dua kali dalam sepekan.

“Sedangkan jika di titik itu sumber mata airnya sudah mengering dan parah, kami akan dropping air bersih rutin dua hari sekali. Ini juga menyesuaikan dengan jumlah KK dan kebutuhan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kami masih menunggu hasil asesmen dan laporan dari kepala desa,” jelasnya.

Rencananya, pengiriman air bersih akan dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Hal itu juga menyesuaikan kondisi kawasan terdampak krisis air bersih. Sebab, jika kawasan sudah dinyatakan bebas krisis air bersih, maka pengiriman air akan dihentikan. “Kami siapkan personel dan empat armada tangki,” tambahnya.

Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, puluhan dusun di Lumajang masuk zona merah kekeringan. Kawasan dengan kondisi krisis air bersih itu mulai dipetakan permasalahannya. Oleh karena itu, beberapa hari terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai memeriksa kawasan krisis air bersih.

Temukan Empat ODGJ Dipasung

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, ada 48 dusun dilanda kekeringan pada tahun lalu. Puluhan dusun itu berada di 19 desa dengan tujuh kecamatan. Dua desa di antaranya masuk kecamatan kota. Yakni Desa Blukon dan Boreng.

“Data tahun lalu jumlah kawasan kekeringan air bersih cukup banyak. Tujuh kecamatan itu meliputi Kecamatan Kota Lumajang, Padang, Gucialit, Kedungjajang, Randuagung, Klakah, dan Ranuyoso,” ujar Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Wawan mengatakan, saat ini BPBD terus melakukan asesmen ke lapangan. Hal itu merupakan tindak lanjut permohonan kepala desa setempat. Sebab, sebelumnya BPBD memberikan imbauan agar melaporkan kondisi air bersih di masing-masing desa. Khususnya desa rawan krisis air bersih.

Proses asesmen itu masih berlanjut. Personel BPBD memeriksa sumber air terdekat dan sumber air dari sumur rumah tangga. Jika debit sumber mata air dan sumur di kawasan tersebut menurun, maka kawasan tersebut masuk zona krisis air bersih. Oleh karena itu, dropping air bersih segera dilakukan minimal dua kali dalam sepekan.

“Sedangkan jika di titik itu sumber mata airnya sudah mengering dan parah, kami akan dropping air bersih rutin dua hari sekali. Ini juga menyesuaikan dengan jumlah KK dan kebutuhan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kami masih menunggu hasil asesmen dan laporan dari kepala desa,” jelasnya.

Rencananya, pengiriman air bersih akan dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Hal itu juga menyesuaikan kondisi kawasan terdampak krisis air bersih. Sebab, jika kawasan sudah dinyatakan bebas krisis air bersih, maka pengiriman air akan dihentikan. “Kami siapkan personel dan empat armada tangki,” tambahnya.

Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Memasuki musim kemarau, puluhan dusun di Lumajang masuk zona merah kekeringan. Kawasan dengan kondisi krisis air bersih itu mulai dipetakan permasalahannya. Oleh karena itu, beberapa hari terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mulai memeriksa kawasan krisis air bersih.

Temukan Empat ODGJ Dipasung

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, ada 48 dusun dilanda kekeringan pada tahun lalu. Puluhan dusun itu berada di 19 desa dengan tujuh kecamatan. Dua desa di antaranya masuk kecamatan kota. Yakni Desa Blukon dan Boreng.

“Data tahun lalu jumlah kawasan kekeringan air bersih cukup banyak. Tujuh kecamatan itu meliputi Kecamatan Kota Lumajang, Padang, Gucialit, Kedungjajang, Randuagung, Klakah, dan Ranuyoso,” ujar Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

Wawan mengatakan, saat ini BPBD terus melakukan asesmen ke lapangan. Hal itu merupakan tindak lanjut permohonan kepala desa setempat. Sebab, sebelumnya BPBD memberikan imbauan agar melaporkan kondisi air bersih di masing-masing desa. Khususnya desa rawan krisis air bersih.

Proses asesmen itu masih berlanjut. Personel BPBD memeriksa sumber air terdekat dan sumber air dari sumur rumah tangga. Jika debit sumber mata air dan sumur di kawasan tersebut menurun, maka kawasan tersebut masuk zona krisis air bersih. Oleh karena itu, dropping air bersih segera dilakukan minimal dua kali dalam sepekan.

“Sedangkan jika di titik itu sumber mata airnya sudah mengering dan parah, kami akan dropping air bersih rutin dua hari sekali. Ini juga menyesuaikan dengan jumlah KK dan kebutuhan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kami masih menunggu hasil asesmen dan laporan dari kepala desa,” jelasnya.

Rencananya, pengiriman air bersih akan dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Hal itu juga menyesuaikan kondisi kawasan terdampak krisis air bersih. Sebab, jika kawasan sudah dinyatakan bebas krisis air bersih, maka pengiriman air akan dihentikan. “Kami siapkan personel dan empat armada tangki,” tambahnya.

Jurnalis: Muhammad Sidikin Ali
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Muchammad Ainul Budi

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/