alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Rayakan Hari Raya di Tenda

Suka Duka Berlebaran di Kawasan Terdampak Gempa Idealnya, hari raya identik dengan perayaan yang gegap gempita. Momen tahunan yang dirasakan dengan kebahagiaan bagi semua umat Islam. Sebab, setelah sebulan lamanya berpuasa, masyarakat menyambut hari raya dengan suka cita. Namun, tidak bagi masyarakat yang terdampak gempa. Pada hari raya, suka cita menjadi duka cita.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi yang dirasakan masyarakat Kaliuling, Tempursari, begitu memilukan. Hari raya tahun ini diselimuti dengan kenangan pilu sebulan lalu. Gempa bumi yang berpusat di Malang menghancurkan rumah mereka. Sebagian masyarakat sudah mempersiapkan dengan membangun rumah baru atau sekadar mempercantik tampilan. Kini, mereka merayakan hari raya di tenda.

Tentu, bagi mereka, Lebaran tahun ini sungguh berbeda. Namun, mereka tegar menghadapi kenyataan pahit dengan pulih bersama. Meski dengan fasilitas apa adanya, persiapan tetap dilakukan.

“Sehari sebelum salat Id, kami membersihkan puing-puing yang ada di sekitar tenda. Awalnya di lokasi ini berdiri Masjid Al Falah yang biasa digunakan untuk salat. Karena gempa, bangunannya runtuh dan tidak bisa digunakan salat. Terpaksa kami membersihkan puing bangunan yang runtuh di sekitar masjid agar tetap bisa salat di tenda yang sudah dibangun sekitar masjid,” ujar Poniran, Sekretaris Takmir Masjid Al Falah Iburaja, Kaliuling.

Mobile_AP_Rectangle 2

Masjid Al Falah menjadi masjid yang terdampak paling parah akibat gempa. Biasanya, masjid tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk salat Id. Namun, tahun ini tidak bisa. “Jadi, kami salat di tenda yang sudah dibangun pemerintah. Memang, tenda ini digunakan untuk keperluan ibadah,” katanya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi yang dirasakan masyarakat Kaliuling, Tempursari, begitu memilukan. Hari raya tahun ini diselimuti dengan kenangan pilu sebulan lalu. Gempa bumi yang berpusat di Malang menghancurkan rumah mereka. Sebagian masyarakat sudah mempersiapkan dengan membangun rumah baru atau sekadar mempercantik tampilan. Kini, mereka merayakan hari raya di tenda.

Tentu, bagi mereka, Lebaran tahun ini sungguh berbeda. Namun, mereka tegar menghadapi kenyataan pahit dengan pulih bersama. Meski dengan fasilitas apa adanya, persiapan tetap dilakukan.

“Sehari sebelum salat Id, kami membersihkan puing-puing yang ada di sekitar tenda. Awalnya di lokasi ini berdiri Masjid Al Falah yang biasa digunakan untuk salat. Karena gempa, bangunannya runtuh dan tidak bisa digunakan salat. Terpaksa kami membersihkan puing bangunan yang runtuh di sekitar masjid agar tetap bisa salat di tenda yang sudah dibangun sekitar masjid,” ujar Poniran, Sekretaris Takmir Masjid Al Falah Iburaja, Kaliuling.

Masjid Al Falah menjadi masjid yang terdampak paling parah akibat gempa. Biasanya, masjid tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk salat Id. Namun, tahun ini tidak bisa. “Jadi, kami salat di tenda yang sudah dibangun pemerintah. Memang, tenda ini digunakan untuk keperluan ibadah,” katanya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kondisi yang dirasakan masyarakat Kaliuling, Tempursari, begitu memilukan. Hari raya tahun ini diselimuti dengan kenangan pilu sebulan lalu. Gempa bumi yang berpusat di Malang menghancurkan rumah mereka. Sebagian masyarakat sudah mempersiapkan dengan membangun rumah baru atau sekadar mempercantik tampilan. Kini, mereka merayakan hari raya di tenda.

Tentu, bagi mereka, Lebaran tahun ini sungguh berbeda. Namun, mereka tegar menghadapi kenyataan pahit dengan pulih bersama. Meski dengan fasilitas apa adanya, persiapan tetap dilakukan.

“Sehari sebelum salat Id, kami membersihkan puing-puing yang ada di sekitar tenda. Awalnya di lokasi ini berdiri Masjid Al Falah yang biasa digunakan untuk salat. Karena gempa, bangunannya runtuh dan tidak bisa digunakan salat. Terpaksa kami membersihkan puing bangunan yang runtuh di sekitar masjid agar tetap bisa salat di tenda yang sudah dibangun sekitar masjid,” ujar Poniran, Sekretaris Takmir Masjid Al Falah Iburaja, Kaliuling.

Masjid Al Falah menjadi masjid yang terdampak paling parah akibat gempa. Biasanya, masjid tersebut digunakan masyarakat sekitar untuk salat Id. Namun, tahun ini tidak bisa. “Jadi, kami salat di tenda yang sudah dibangun pemerintah. Memang, tenda ini digunakan untuk keperluan ibadah,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/