alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Prioritaskan Trauma Healing Anak-Anak

Korban Ada yang Tidak Mau Tinggal di Rumahnya

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pascagempa bumi sepekan lalu, rupanya tidak hanya dirasakan oleh warga yang kehilangan rumahnya. Sejumlah persoalan lain juga perlu diperhatikan. Misalnya anak-anak warga tentu juga mengalami trauma cukup mendalam. Mereka perlu diberikan perhatian supaya bisa kembali bermain seperti anak seusianya.

Sebagian besar anak warga yang kehilangan rumah harus mengungsi di rumah kerabat-kerabatnya. Ada juga yang memilih tetap tinggal bersama kedua orang tuanya di tenda-tenda kecil sekitar rumah. Mereka tentu memiliki trauma yang harus ditangani. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan.

Kabag Sumber Daya Polres Lumajang Khusnul Khotimah mengatakan, selama beberapa hari ini seluruh konselor menuju warga terdampak. Sasaran awal adalah warga yang diduga mengalami trauma akibat kehilangan rumah tempat tinggal. Termasuk anak-anak mereka yang ikut menetap di pengungsian.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini memang musibah yang harus dilewati, tetapi bagaimana dengan perasaan anak-anak? Tentu sulit. Belum lagi, mereka melewati malam Ramadan dengan tinggal di tempat yang kurang nyaman. Trauma pasti ada. Makanya kami datang ke lokasi mengajak mereka bermain supaya kesedihan itu berkurang,” ujarnya.

Adapun lokasi yang telah didatangi di antaranya beberapa dusun di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, seperti Dusun Iburaja, Dusun Krajan, dan Dusun Rojopolo. Kemudian, beberapa dusun lainnya di Kecamatan Pronojiwo seperti Dusun Sukosari, Desa Pundungsari, dan Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pascagempa bumi sepekan lalu, rupanya tidak hanya dirasakan oleh warga yang kehilangan rumahnya. Sejumlah persoalan lain juga perlu diperhatikan. Misalnya anak-anak warga tentu juga mengalami trauma cukup mendalam. Mereka perlu diberikan perhatian supaya bisa kembali bermain seperti anak seusianya.

Sebagian besar anak warga yang kehilangan rumah harus mengungsi di rumah kerabat-kerabatnya. Ada juga yang memilih tetap tinggal bersama kedua orang tuanya di tenda-tenda kecil sekitar rumah. Mereka tentu memiliki trauma yang harus ditangani. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan.

Kabag Sumber Daya Polres Lumajang Khusnul Khotimah mengatakan, selama beberapa hari ini seluruh konselor menuju warga terdampak. Sasaran awal adalah warga yang diduga mengalami trauma akibat kehilangan rumah tempat tinggal. Termasuk anak-anak mereka yang ikut menetap di pengungsian.

“Ini memang musibah yang harus dilewati, tetapi bagaimana dengan perasaan anak-anak? Tentu sulit. Belum lagi, mereka melewati malam Ramadan dengan tinggal di tempat yang kurang nyaman. Trauma pasti ada. Makanya kami datang ke lokasi mengajak mereka bermain supaya kesedihan itu berkurang,” ujarnya.

Adapun lokasi yang telah didatangi di antaranya beberapa dusun di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, seperti Dusun Iburaja, Dusun Krajan, dan Dusun Rojopolo. Kemudian, beberapa dusun lainnya di Kecamatan Pronojiwo seperti Dusun Sukosari, Desa Pundungsari, dan Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pascagempa bumi sepekan lalu, rupanya tidak hanya dirasakan oleh warga yang kehilangan rumahnya. Sejumlah persoalan lain juga perlu diperhatikan. Misalnya anak-anak warga tentu juga mengalami trauma cukup mendalam. Mereka perlu diberikan perhatian supaya bisa kembali bermain seperti anak seusianya.

Sebagian besar anak warga yang kehilangan rumah harus mengungsi di rumah kerabat-kerabatnya. Ada juga yang memilih tetap tinggal bersama kedua orang tuanya di tenda-tenda kecil sekitar rumah. Mereka tentu memiliki trauma yang harus ditangani. Apalagi saat ini memasuki bulan Ramadan.

Kabag Sumber Daya Polres Lumajang Khusnul Khotimah mengatakan, selama beberapa hari ini seluruh konselor menuju warga terdampak. Sasaran awal adalah warga yang diduga mengalami trauma akibat kehilangan rumah tempat tinggal. Termasuk anak-anak mereka yang ikut menetap di pengungsian.

“Ini memang musibah yang harus dilewati, tetapi bagaimana dengan perasaan anak-anak? Tentu sulit. Belum lagi, mereka melewati malam Ramadan dengan tinggal di tempat yang kurang nyaman. Trauma pasti ada. Makanya kami datang ke lokasi mengajak mereka bermain supaya kesedihan itu berkurang,” ujarnya.

Adapun lokasi yang telah didatangi di antaranya beberapa dusun di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, seperti Dusun Iburaja, Dusun Krajan, dan Dusun Rojopolo. Kemudian, beberapa dusun lainnya di Kecamatan Pronojiwo seperti Dusun Sukosari, Desa Pundungsari, dan Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/