alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Efektivitas Kartu Ternak Elektronik Pelacak Sapi Curian

Program Kartu Ternak Elektronik (e-Nak) sudah berjalan sejak tahun lalu. Tujuannya agar semua ternak terdata dan memiliki identitas. Dengan demikian, saat ada kasus pencurian ternak, keberadaan ternak bisa dilacak. Akan tetapi, efektifkah program ini?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencurian hewan jenis sapi masih menjadi momok bagi masyarakat Lumajang. Meski upaya keamanan sudah ditingkatkan, pencurian masih sering terjadi. Sedikitnya, belasan kasus pencurian sapi terjadi sejak awal tahun ini. Hasilnya, sebagian besar sapi itu hilang dan tidak dapat dilacak.

Baca Juga : Sehari Bisa sampai 100 Liter Susu

Maraknya kasus tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang kembali menggulirkan program Kartu Ternak Elektronik (e-Nak). Tahun ini, ribuan ternak di seluruh desa di Kecamatan Sukodono mulai didata. Harapannya, ternak memiliki identitas dapat dilacak dan terhindar dari maling sapi yang terus menghantui masyarakat setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, pendataan kartu ternak itu melanjutkan program tahun lalu. Sebelumnya, seluruh ternak jenis sapi potong di Kecamatan Jatiroto dipilih sebagai pilot project. Karenanya, tahun ini pendataan dilanjutkan di Kecamatan Sukodono. “Pertimbangannya karena banyak keluhan dari masyarakat Kecamatan Sukodono yang mengalami pencurian sapi,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin tahun 2019, populasi ternak sapi di Sukodono berjumlah 1.475 ekor. Seiring bergantinya tahun, jumlah tersebut mengalami perubahan. Hal itu disebabkan sejumlah faktor. Seperti mutasi sapi, pemotongan, maupun kelahiran sapi.

Pihaknya menargetkan sekitar dua ribu ekor sapi mendapatkan kartu ternak. Dengan demikian, data populasi tersebut dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan. Terlebih, saat ada kasus pencurian sapi, kartu ternak bisa digunakan untuk melacak keberadaan sapi. “Kartu ternak juga berfungsi untuk mengantisipasi kasus pencurian sapi,” jelasnya.

Sebagai informasi, kartu ternak itu berisi bukti kepemilikan hewan ternak. Di dalamnya terdapat informasi nama peternak, alamat, ciri-ciri hewan ternak, jenis ternak, dan ras ternak. Selain sejumlah fungsi itu, kartu tersebut juga akan dijadikan syarat pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) dan aktivitas jual beli ternak. (kin/c2/nur)

Sapi Wajib Ditandai

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencurian hewan jenis sapi masih menjadi momok bagi masyarakat Lumajang. Meski upaya keamanan sudah ditingkatkan, pencurian masih sering terjadi. Sedikitnya, belasan kasus pencurian sapi terjadi sejak awal tahun ini. Hasilnya, sebagian besar sapi itu hilang dan tidak dapat dilacak.

Baca Juga : Sehari Bisa sampai 100 Liter Susu

Maraknya kasus tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang kembali menggulirkan program Kartu Ternak Elektronik (e-Nak). Tahun ini, ribuan ternak di seluruh desa di Kecamatan Sukodono mulai didata. Harapannya, ternak memiliki identitas dapat dilacak dan terhindar dari maling sapi yang terus menghantui masyarakat setempat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, pendataan kartu ternak itu melanjutkan program tahun lalu. Sebelumnya, seluruh ternak jenis sapi potong di Kecamatan Jatiroto dipilih sebagai pilot project. Karenanya, tahun ini pendataan dilanjutkan di Kecamatan Sukodono. “Pertimbangannya karena banyak keluhan dari masyarakat Kecamatan Sukodono yang mengalami pencurian sapi,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin tahun 2019, populasi ternak sapi di Sukodono berjumlah 1.475 ekor. Seiring bergantinya tahun, jumlah tersebut mengalami perubahan. Hal itu disebabkan sejumlah faktor. Seperti mutasi sapi, pemotongan, maupun kelahiran sapi.

Pihaknya menargetkan sekitar dua ribu ekor sapi mendapatkan kartu ternak. Dengan demikian, data populasi tersebut dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan. Terlebih, saat ada kasus pencurian sapi, kartu ternak bisa digunakan untuk melacak keberadaan sapi. “Kartu ternak juga berfungsi untuk mengantisipasi kasus pencurian sapi,” jelasnya.

Sebagai informasi, kartu ternak itu berisi bukti kepemilikan hewan ternak. Di dalamnya terdapat informasi nama peternak, alamat, ciri-ciri hewan ternak, jenis ternak, dan ras ternak. Selain sejumlah fungsi itu, kartu tersebut juga akan dijadikan syarat pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) dan aktivitas jual beli ternak. (kin/c2/nur)

Sapi Wajib Ditandai

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencurian hewan jenis sapi masih menjadi momok bagi masyarakat Lumajang. Meski upaya keamanan sudah ditingkatkan, pencurian masih sering terjadi. Sedikitnya, belasan kasus pencurian sapi terjadi sejak awal tahun ini. Hasilnya, sebagian besar sapi itu hilang dan tidak dapat dilacak.

Baca Juga : Sehari Bisa sampai 100 Liter Susu

Maraknya kasus tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang kembali menggulirkan program Kartu Ternak Elektronik (e-Nak). Tahun ini, ribuan ternak di seluruh desa di Kecamatan Sukodono mulai didata. Harapannya, ternak memiliki identitas dapat dilacak dan terhindar dari maling sapi yang terus menghantui masyarakat setempat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang drh Rofi’ah mengatakan, pendataan kartu ternak itu melanjutkan program tahun lalu. Sebelumnya, seluruh ternak jenis sapi potong di Kecamatan Jatiroto dipilih sebagai pilot project. Karenanya, tahun ini pendataan dilanjutkan di Kecamatan Sukodono. “Pertimbangannya karena banyak keluhan dari masyarakat Kecamatan Sukodono yang mengalami pencurian sapi,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin tahun 2019, populasi ternak sapi di Sukodono berjumlah 1.475 ekor. Seiring bergantinya tahun, jumlah tersebut mengalami perubahan. Hal itu disebabkan sejumlah faktor. Seperti mutasi sapi, pemotongan, maupun kelahiran sapi.

Pihaknya menargetkan sekitar dua ribu ekor sapi mendapatkan kartu ternak. Dengan demikian, data populasi tersebut dapat dilaporkan dan dipertanggungjawabkan. Terlebih, saat ada kasus pencurian sapi, kartu ternak bisa digunakan untuk melacak keberadaan sapi. “Kartu ternak juga berfungsi untuk mengantisipasi kasus pencurian sapi,” jelasnya.

Sebagai informasi, kartu ternak itu berisi bukti kepemilikan hewan ternak. Di dalamnya terdapat informasi nama peternak, alamat, ciri-ciri hewan ternak, jenis ternak, dan ras ternak. Selain sejumlah fungsi itu, kartu tersebut juga akan dijadikan syarat pemotongan sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) dan aktivitas jual beli ternak. (kin/c2/nur)

Sapi Wajib Ditandai

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/