alexametrics
23.8 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Puluhan Perumahan Belum Serahkan Aset

Didominasi Permukiman yang Dibangun Lama

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Tidak sedikit perumahan yang belum menyerahkan aset fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) ke Pemkab Lumajang. Jumlahnya mencapai ratusan bidang. Seperti aset jalan, saluran air (drainase), dan ruang terbuka hijau (RTH) masih ada di pengembang.

Setidaknya dari 91 perumahan dan tanah kavling yang ada, ada sekitar 28 perumahan yang belum memberikan seluruh fasilitas miliknya pada pemerintah. Bahkan, beberapa di antaranya juga belum mengurus perizinan yang resmi. Padahal, warga yang tinggal di lokasi tersebut perlu jaminan keamanan dan kelayakan hunian.

Kasi Perizinan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Iin Suharyati mengatakan, ada sekitar 98 bidang fasilitas dalam perumahan yang masih ada di tangan pengembang. Luasannya mencapai 118 ribu meter persegi. Bahkan, nilai asetnya juga mencapai Rp 31,6 miliar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebanyakan, seluruh perumahan tersebut telah berdiri sejak lama. Karena itu, pihaknya kadang kesulitan mendeteksi siapa-siapa pengembang yang membangun. “Ada dari luar Lumajang yang masih belum tahu pemiliknya siapa. Kan kadang setelah unit rumah atau tanah kavlingannya terjual habis, pengembang itu ya selesai,” ucapnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Tidak sedikit perumahan yang belum menyerahkan aset fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) ke Pemkab Lumajang. Jumlahnya mencapai ratusan bidang. Seperti aset jalan, saluran air (drainase), dan ruang terbuka hijau (RTH) masih ada di pengembang.

Setidaknya dari 91 perumahan dan tanah kavling yang ada, ada sekitar 28 perumahan yang belum memberikan seluruh fasilitas miliknya pada pemerintah. Bahkan, beberapa di antaranya juga belum mengurus perizinan yang resmi. Padahal, warga yang tinggal di lokasi tersebut perlu jaminan keamanan dan kelayakan hunian.

Kasi Perizinan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Iin Suharyati mengatakan, ada sekitar 98 bidang fasilitas dalam perumahan yang masih ada di tangan pengembang. Luasannya mencapai 118 ribu meter persegi. Bahkan, nilai asetnya juga mencapai Rp 31,6 miliar.

Kebanyakan, seluruh perumahan tersebut telah berdiri sejak lama. Karena itu, pihaknya kadang kesulitan mendeteksi siapa-siapa pengembang yang membangun. “Ada dari luar Lumajang yang masih belum tahu pemiliknya siapa. Kan kadang setelah unit rumah atau tanah kavlingannya terjual habis, pengembang itu ya selesai,” ucapnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Tidak sedikit perumahan yang belum menyerahkan aset fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) ke Pemkab Lumajang. Jumlahnya mencapai ratusan bidang. Seperti aset jalan, saluran air (drainase), dan ruang terbuka hijau (RTH) masih ada di pengembang.

Setidaknya dari 91 perumahan dan tanah kavling yang ada, ada sekitar 28 perumahan yang belum memberikan seluruh fasilitas miliknya pada pemerintah. Bahkan, beberapa di antaranya juga belum mengurus perizinan yang resmi. Padahal, warga yang tinggal di lokasi tersebut perlu jaminan keamanan dan kelayakan hunian.

Kasi Perizinan dan Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Iin Suharyati mengatakan, ada sekitar 98 bidang fasilitas dalam perumahan yang masih ada di tangan pengembang. Luasannya mencapai 118 ribu meter persegi. Bahkan, nilai asetnya juga mencapai Rp 31,6 miliar.

Kebanyakan, seluruh perumahan tersebut telah berdiri sejak lama. Karena itu, pihaknya kadang kesulitan mendeteksi siapa-siapa pengembang yang membangun. “Ada dari luar Lumajang yang masih belum tahu pemiliknya siapa. Kan kadang setelah unit rumah atau tanah kavlingannya terjual habis, pengembang itu ya selesai,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/