alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kerangka Rumah Sementara dari Pemerintah Lumajang Diterjang Angin Kencang

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tantangan relawan dan non-governmental organization (NGO) mendirikan hunian sementara (huntara) rupanya cukup berat. Sebab, belasan kerangka huntara yang bakal dibangun itu kemarin beterbangan disapu hujan dan angin yang cukup kencang.

Setidaknya, dari 19 kerangka huntara yang ada di tempat relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, 15 di antaranya roboh dan terbang. Bahkan, sebagian besar galvalum yang terpasang sebagai kerangka huntara itu rusak dan bengkok.

Salah satu pekerja pembangunan huntara, Aden, menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 14.00 itu mulanya hanya air. Namun, beberapa menit kemudian angin datang sangat kencang. Sehingga pekerjaannya dihentikan karena cuaca tidak memungkinkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tiba-tiba langsung hujan deras, saya berhenti. Saya geser berteduh, lalu saya lihat galvalumnya terbang,” katanya. Memang fondasi huntara menggunakan semen dan pasir. Namun, untuk kerangka huntara menggunakan galvalum. Kemudian, dindingnya menggunakan tripleks.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sehari selang kedatangan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, pembangunan huntara di lahan seluas 81 hektare tersebut dikerjakan. Beberapa relawan maupun NGO mulai melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda pekerjaan dimulai.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tantangan relawan dan non-governmental organization (NGO) mendirikan hunian sementara (huntara) rupanya cukup berat. Sebab, belasan kerangka huntara yang bakal dibangun itu kemarin beterbangan disapu hujan dan angin yang cukup kencang.

Setidaknya, dari 19 kerangka huntara yang ada di tempat relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, 15 di antaranya roboh dan terbang. Bahkan, sebagian besar galvalum yang terpasang sebagai kerangka huntara itu rusak dan bengkok.

Salah satu pekerja pembangunan huntara, Aden, menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 14.00 itu mulanya hanya air. Namun, beberapa menit kemudian angin datang sangat kencang. Sehingga pekerjaannya dihentikan karena cuaca tidak memungkinkan.

“Tiba-tiba langsung hujan deras, saya berhenti. Saya geser berteduh, lalu saya lihat galvalumnya terbang,” katanya. Memang fondasi huntara menggunakan semen dan pasir. Namun, untuk kerangka huntara menggunakan galvalum. Kemudian, dindingnya menggunakan tripleks.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sehari selang kedatangan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, pembangunan huntara di lahan seluas 81 hektare tersebut dikerjakan. Beberapa relawan maupun NGO mulai melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda pekerjaan dimulai.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Tantangan relawan dan non-governmental organization (NGO) mendirikan hunian sementara (huntara) rupanya cukup berat. Sebab, belasan kerangka huntara yang bakal dibangun itu kemarin beterbangan disapu hujan dan angin yang cukup kencang.

Setidaknya, dari 19 kerangka huntara yang ada di tempat relokasi Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, 15 di antaranya roboh dan terbang. Bahkan, sebagian besar galvalum yang terpasang sebagai kerangka huntara itu rusak dan bengkok.

Salah satu pekerja pembangunan huntara, Aden, menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 14.00 itu mulanya hanya air. Namun, beberapa menit kemudian angin datang sangat kencang. Sehingga pekerjaannya dihentikan karena cuaca tidak memungkinkan.

“Tiba-tiba langsung hujan deras, saya berhenti. Saya geser berteduh, lalu saya lihat galvalumnya terbang,” katanya. Memang fondasi huntara menggunakan semen dan pasir. Namun, untuk kerangka huntara menggunakan galvalum. Kemudian, dindingnya menggunakan tripleks.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sehari selang kedatangan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, pembangunan huntara di lahan seluas 81 hektare tersebut dikerjakan. Beberapa relawan maupun NGO mulai melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda pekerjaan dimulai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/