alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jembatan Gantung Darurat di Sumberwuluh Bakal Molor

Pengerjaan jembatan gantung darurat di Sumberwuluh belum berjalan maksimal. Pasalnya, jembatan yang akan menjadi akses darurat pejalan kaki dan roda dua ini masih menunggu izin peledakan tebing. Jika sudah mengantongi izin, proses pengerjaan jembatan gantung mirip jembatan Kali Regoyo ini bakal dikebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, bakal memiliki dua jembatan gantung. Pertama, jembatan gantung Kali Regoyo di Dusun Kebondeli Selatan, dan kedua, jembatan gantung darurat di Dusun Kamar Kajang atau kawasan Geladak Perak. Akan tetapi, wujud jembatan kedua masih belum diketahui. Rencananya, jembatan ini mirip jembatan gantung Kali Regoyo.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jembatan gantung ini direncanakan bersamaan dengan pengerjaan jembatan permanen Geladak Perak. Namun, jembatan darurat lebih didahulukan. Sebab, hal itu akan memudahkan akses masyarakat dari atau ke arah Lumajang-Malang. Meski demikian, pengerjaan ini baru di tahap awal. Sebab, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali belum mengantongi izin dari kepolisian.

Izin tersebut berkenaan dengan peledakan tebing di sisi (arah, Red) Lumajang dan Malang. Sebab, jika dilakukan secara manual akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hasil rapat masih belum final. Rencananya peledakan, tetapi sampai saat ini masih belum dapat izin dari kepolisian. Peledakan itu untuk meruntuhkan tebing dan memudahkan pengerjaan jembatan darurat. Saat ini masih dilakukan pengeboran untuk memasang material peledaknya saja,” kata Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba.

Rizal melanjutkan, jika izin sudah keluar, maka pembuatan fondasi jembatan bisa dilakukan. Sesuai rencana, peledakan akan dilakukan bersamaan di kedua sisi. Sementara, keputusan finalnya dilakukan hari ini. Sebab, beberapa kali pihaknya masih melakukan observasi dan analisis mendalam di lokasi tersebut. “Besok (hari ini, Red) keputusan finalnya,” tegasnya.

Rencana awal, panjang jembatan gantung darurat ini adalah 84 meter. Setelah beberapa kali pembahasan, panjang jembatan bertambah menjadi 120 meter. Namun, dia masih belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, permintaan terakhir adalah penambahan jembatan lebih dari 120 meter.

“Sekali lagi, semuanya masih belum final. Tetapi, gambaran awal modelnya mirip jembatan gantung Kali Regoyo. Sedangkan untuk meminimalisasi kerusakan sebelum pengerjaan, kami akan menggunakan peledak yang kecil atau low explosion,” terangnya.

Semeru Lapsus 2

 

Pengerjaan Jembatan Gantung Berpotensi Molor

 

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, bakal memiliki dua jembatan gantung. Pertama, jembatan gantung Kali Regoyo di Dusun Kebondeli Selatan, dan kedua, jembatan gantung darurat di Dusun Kamar Kajang atau kawasan Geladak Perak. Akan tetapi, wujud jembatan kedua masih belum diketahui. Rencananya, jembatan ini mirip jembatan gantung Kali Regoyo.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jembatan gantung ini direncanakan bersamaan dengan pengerjaan jembatan permanen Geladak Perak. Namun, jembatan darurat lebih didahulukan. Sebab, hal itu akan memudahkan akses masyarakat dari atau ke arah Lumajang-Malang. Meski demikian, pengerjaan ini baru di tahap awal. Sebab, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali belum mengantongi izin dari kepolisian.

Izin tersebut berkenaan dengan peledakan tebing di sisi (arah, Red) Lumajang dan Malang. Sebab, jika dilakukan secara manual akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.

“Hasil rapat masih belum final. Rencananya peledakan, tetapi sampai saat ini masih belum dapat izin dari kepolisian. Peledakan itu untuk meruntuhkan tebing dan memudahkan pengerjaan jembatan darurat. Saat ini masih dilakukan pengeboran untuk memasang material peledaknya saja,” kata Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba.

Rizal melanjutkan, jika izin sudah keluar, maka pembuatan fondasi jembatan bisa dilakukan. Sesuai rencana, peledakan akan dilakukan bersamaan di kedua sisi. Sementara, keputusan finalnya dilakukan hari ini. Sebab, beberapa kali pihaknya masih melakukan observasi dan analisis mendalam di lokasi tersebut. “Besok (hari ini, Red) keputusan finalnya,” tegasnya.

Rencana awal, panjang jembatan gantung darurat ini adalah 84 meter. Setelah beberapa kali pembahasan, panjang jembatan bertambah menjadi 120 meter. Namun, dia masih belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, permintaan terakhir adalah penambahan jembatan lebih dari 120 meter.

“Sekali lagi, semuanya masih belum final. Tetapi, gambaran awal modelnya mirip jembatan gantung Kali Regoyo. Sedangkan untuk meminimalisasi kerusakan sebelum pengerjaan, kami akan menggunakan peledak yang kecil atau low explosion,” terangnya.

Semeru Lapsus 2

 

Pengerjaan Jembatan Gantung Berpotensi Molor

 

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, bakal memiliki dua jembatan gantung. Pertama, jembatan gantung Kali Regoyo di Dusun Kebondeli Selatan, dan kedua, jembatan gantung darurat di Dusun Kamar Kajang atau kawasan Geladak Perak. Akan tetapi, wujud jembatan kedua masih belum diketahui. Rencananya, jembatan ini mirip jembatan gantung Kali Regoyo.

Informasi yang berhasil dihimpun, pengerjaan jembatan gantung ini direncanakan bersamaan dengan pengerjaan jembatan permanen Geladak Perak. Namun, jembatan darurat lebih didahulukan. Sebab, hal itu akan memudahkan akses masyarakat dari atau ke arah Lumajang-Malang. Meski demikian, pengerjaan ini baru di tahap awal. Sebab, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali belum mengantongi izin dari kepolisian.

Izin tersebut berkenaan dengan peledakan tebing di sisi (arah, Red) Lumajang dan Malang. Sebab, jika dilakukan secara manual akan membutuhkan waktu relatif lebih lama.

“Hasil rapat masih belum final. Rencananya peledakan, tetapi sampai saat ini masih belum dapat izin dari kepolisian. Peledakan itu untuk meruntuhkan tebing dan memudahkan pengerjaan jembatan darurat. Saat ini masih dilakukan pengeboran untuk memasang material peledaknya saja,” kata Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba.

Rizal melanjutkan, jika izin sudah keluar, maka pembuatan fondasi jembatan bisa dilakukan. Sesuai rencana, peledakan akan dilakukan bersamaan di kedua sisi. Sementara, keputusan finalnya dilakukan hari ini. Sebab, beberapa kali pihaknya masih melakukan observasi dan analisis mendalam di lokasi tersebut. “Besok (hari ini, Red) keputusan finalnya,” tegasnya.

Rencana awal, panjang jembatan gantung darurat ini adalah 84 meter. Setelah beberapa kali pembahasan, panjang jembatan bertambah menjadi 120 meter. Namun, dia masih belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, permintaan terakhir adalah penambahan jembatan lebih dari 120 meter.

“Sekali lagi, semuanya masih belum final. Tetapi, gambaran awal modelnya mirip jembatan gantung Kali Regoyo. Sedangkan untuk meminimalisasi kerusakan sebelum pengerjaan, kami akan menggunakan peledak yang kecil atau low explosion,” terangnya.

Semeru Lapsus 2

 

Pengerjaan Jembatan Gantung Berpotensi Molor

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/