alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Peringati Harjalu ke 766 Secara Sederhana

Semoga Lumajang Segera Pulih dari Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke 766 tahun tetap digelar meskipun tergolong sederhana. Terlebih, saat ini Lumajang sedang ditimpa musibah bencana erupsi Gunung Semeru. Sebagai ungkapan rasa syukur, Pemkab Lumajang tetap menggelar tasyakuran dan potong tumpeng bersama.

Prosesi Harjalu tersebut diselenggarakan di lobi Pemkab Lumajang, kemarin pagi. Tampak hadir Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama seluruh jajaran kepala OPD. Termasuk juga para Pimpinan DPRD Lumajang dan instansi vertikal lainnya ikut menyaksikan perayaan sedernaha itu.

 Cak Thoriq sapaan akrab Bupati Lumajang mengatakan, bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru Sabtu terjadi pada awal bulan Desember lalu. Sehingga tasyakuran Harjalu kali ini memang sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diberikan kepada masyarakat Lumajang sekaligus berdoa agar Lumajang dapat segera pulih dari bencana.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Harjalu tahun ini tentu berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, sedianya kita bisa berkegiatan terbuka tetapi tahun ini digelar secara sederhana. Tetapi pelaksanaan Harjalu ke 766 kita melaksanakan dengan sederhana tentu karena rasa keprihatinan apalagi saat ini terkena musibah bencana semeru,” ujarnya.

Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Syaifuddin mengatakan, pihaknya menyadari perayaan Harjalu kali ini memang sangat berbeda. Tidak ada upacara seperti tahun lalu dan tidak ada kemeriahan seperti beberapa tahun sebelumnya. Sebab, situasi dan kondisi saat ini memang tidak memungkinkan.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke 766 tahun tetap digelar meskipun tergolong sederhana. Terlebih, saat ini Lumajang sedang ditimpa musibah bencana erupsi Gunung Semeru. Sebagai ungkapan rasa syukur, Pemkab Lumajang tetap menggelar tasyakuran dan potong tumpeng bersama.

Prosesi Harjalu tersebut diselenggarakan di lobi Pemkab Lumajang, kemarin pagi. Tampak hadir Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama seluruh jajaran kepala OPD. Termasuk juga para Pimpinan DPRD Lumajang dan instansi vertikal lainnya ikut menyaksikan perayaan sedernaha itu.

 Cak Thoriq sapaan akrab Bupati Lumajang mengatakan, bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru Sabtu terjadi pada awal bulan Desember lalu. Sehingga tasyakuran Harjalu kali ini memang sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diberikan kepada masyarakat Lumajang sekaligus berdoa agar Lumajang dapat segera pulih dari bencana.

“Harjalu tahun ini tentu berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, sedianya kita bisa berkegiatan terbuka tetapi tahun ini digelar secara sederhana. Tetapi pelaksanaan Harjalu ke 766 kita melaksanakan dengan sederhana tentu karena rasa keprihatinan apalagi saat ini terkena musibah bencana semeru,” ujarnya.

Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Syaifuddin mengatakan, pihaknya menyadari perayaan Harjalu kali ini memang sangat berbeda. Tidak ada upacara seperti tahun lalu dan tidak ada kemeriahan seperti beberapa tahun sebelumnya. Sebab, situasi dan kondisi saat ini memang tidak memungkinkan.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke 766 tahun tetap digelar meskipun tergolong sederhana. Terlebih, saat ini Lumajang sedang ditimpa musibah bencana erupsi Gunung Semeru. Sebagai ungkapan rasa syukur, Pemkab Lumajang tetap menggelar tasyakuran dan potong tumpeng bersama.

Prosesi Harjalu tersebut diselenggarakan di lobi Pemkab Lumajang, kemarin pagi. Tampak hadir Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama seluruh jajaran kepala OPD. Termasuk juga para Pimpinan DPRD Lumajang dan instansi vertikal lainnya ikut menyaksikan perayaan sedernaha itu.

 Cak Thoriq sapaan akrab Bupati Lumajang mengatakan, bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru Sabtu terjadi pada awal bulan Desember lalu. Sehingga tasyakuran Harjalu kali ini memang sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diberikan kepada masyarakat Lumajang sekaligus berdoa agar Lumajang dapat segera pulih dari bencana.

“Harjalu tahun ini tentu berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, sedianya kita bisa berkegiatan terbuka tetapi tahun ini digelar secara sederhana. Tetapi pelaksanaan Harjalu ke 766 kita melaksanakan dengan sederhana tentu karena rasa keprihatinan apalagi saat ini terkena musibah bencana semeru,” ujarnya.

Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Syaifuddin mengatakan, pihaknya menyadari perayaan Harjalu kali ini memang sangat berbeda. Tidak ada upacara seperti tahun lalu dan tidak ada kemeriahan seperti beberapa tahun sebelumnya. Sebab, situasi dan kondisi saat ini memang tidak memungkinkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/