22.4 C
Jember
Tuesday, 30 May 2023

ANBK SD di Lumajang Kendala Susah Sinyal

Kendala pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di kawasan pegunungan seperti di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, perlu menjadi catatan. Sebab, ANBK bukannya dikerjakan di sekolah, tetapi di teras rumah warga.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar (SD) sederajat terbilang lancar. Namun, di kawasan sekolah pinggiran seperti di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, tidak selalu berjalan mulus. Pelaksanaannya terhambat oleh sinyal dan listrik padam.

Kepala Sekolah SDN 02 Argosari, Kecamatan Senduro, Abdul Adim mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan survei lokasi. Sebab, sinyal di lingkungan sekolah sangat tidak mendukung. Bahkan, sekadar membuka media sosial saja kesulitan. Dengan begitu, selama dua pekan beragam uji coba dilakukan.

“Dua pekan sebelum ANBK, kami petakan untuk mencari sinyal. Hasilnya, ada salah satu rumah warga yang menjadi titik sinyal paling kuat. Sehingga pelaksanaannya diputuskan di teras rumah warga Dusun Gedok, Desa Argosari. Jaraknya sekitar satu kilometer dari sekolah. Jarak ini juga berada di pertengahan jalur menuju kawasan wisata B29 Argosari,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di ketinggian sekitar 2,4 ribu meter di atas permukaan laut, para siswa masih bersemangat. Meski terlihat kesulitan mengerjakan soal, mereka tetap menyelesaikan ANBK di tengah sulitnya sinyak karena kabut. “Terus terang, di lingkungan sekolah sinyal tidak ada (lemah, Red). Jadi, pelaksanaan seratus persen tidak bisa di sekolah,” tambahnya.

Dia berharap, rencana pembangunan tower penguat sinyal dari pemerintah terwujud. Sebab, hal itu sangat mendukung pelaksanaan pendidikan di wilayahnya. Khususnya, di Desa Argosari.

Sementara itu, di SD Negeri 01 Argosari, masalah serupa juga dikeluhkan. Akibatnya, pelaksanaan ANBK menyebar di empat titik. Satu siswa di atap kamar mandi, sisanya di atas bukit sekitar rumah warga hingga perbatasan Lumajang-Probolinggo. Namun, saat pelaksanaan sesi dua atau siang, hujan mengguyur cukup deras dan listrik padam. Akibatnya, pelaksanaan ANBK dilakukan di dalam ruang guru.

“Pertama, kondisi cuaca sering hujan sehingga sinyal sulit. Kalau kondisi cerah, siswa bisa mengerjakan di tempat lain. Selain itu, listrik juga sering padam seperti sekarang (kemarin, Red). Jadi, elektronik tidak bisa digunakan. Anak-anak bergantian mengerjakan ANBK karena salah satu laptop mati,” pungkas Eko Prayogo, wali kelas V SDN 01 Argosari.

 

 

Perlu Suntikan Bantuan Sarpras

Agar Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

ARGOSARI, Radar Semeru – Meningkatkan mutu pendidikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pelaksanaan ANBK menjadi salah satu solusi mengetahui kualitas pendidikan di setiap kawasan. Untuk mendukung itu, suntikan bantuan sarana dan prasarana perlu segera diberikan.

Salah seorang guru SDN 01 Argosari Eko Prayogo berharap, ada bantuan khusus sarana-prasarana bagi sekolah pinggiran. Misalnya, pengadaan laptop dan peralatan penunjang pembelajaran lain. “Pendanaan fasilitas laptop sifatnya mahal. Jadi, kami juga masih menunggu giliran bantuan. Semoga, secepatnya bisa dapat fasilitas laptop sehingga pelaksanaan ujian atau ANBK tahun depan bisa lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Lumajang Fanandri mengungkapkan, pelaksanaan ANBK dilakukan secara nasional. Oleh sebab itu, kegiatan nasional sudah terencana dan melibatkan banyak pihak. Tentu, sudah ada persiapan sehingga saat ada kendala, sudah ada solusinya.

“Sebagai pelaksana ANBK, setiap sekolah sudah tahu kondisi riilnya seperti apa. Persoalan teknis sering terjadi dan bisa diantisipasi. Namun, jika di luar itu, sekolah harus sigap mencari solusinya. Sebab, kalau pelaksanaannya mengalami banyak kendala, berarti persiapan sekolah masih kurang,” jelasnya.

Dia menegaskan, semua sekolah di Lumajang sudah dikaver oleh pengawas. Jadi, konsep dan kebijakannya sudah tertata oleh setiap pengawas. Tidak terkecuali dalam pelaksanaan ANBK.

“ANBK ini memotret kualitas pendidikan di Indonesia. Khususnya di Lumajang. Oleh karena itu, tentu harus bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan mutu pendidikan ke depan. Sebab,  pengumpulan data dari ANBK ini dilakukan secara serentak dan menjadi pijakan peningkatan mutu. Jadi, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar (SD) sederajat terbilang lancar. Namun, di kawasan sekolah pinggiran seperti di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, tidak selalu berjalan mulus. Pelaksanaannya terhambat oleh sinyal dan listrik padam.

Kepala Sekolah SDN 02 Argosari, Kecamatan Senduro, Abdul Adim mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan survei lokasi. Sebab, sinyal di lingkungan sekolah sangat tidak mendukung. Bahkan, sekadar membuka media sosial saja kesulitan. Dengan begitu, selama dua pekan beragam uji coba dilakukan.

“Dua pekan sebelum ANBK, kami petakan untuk mencari sinyal. Hasilnya, ada salah satu rumah warga yang menjadi titik sinyal paling kuat. Sehingga pelaksanaannya diputuskan di teras rumah warga Dusun Gedok, Desa Argosari. Jaraknya sekitar satu kilometer dari sekolah. Jarak ini juga berada di pertengahan jalur menuju kawasan wisata B29 Argosari,” katanya.

Di ketinggian sekitar 2,4 ribu meter di atas permukaan laut, para siswa masih bersemangat. Meski terlihat kesulitan mengerjakan soal, mereka tetap menyelesaikan ANBK di tengah sulitnya sinyak karena kabut. “Terus terang, di lingkungan sekolah sinyal tidak ada (lemah, Red). Jadi, pelaksanaan seratus persen tidak bisa di sekolah,” tambahnya.

Dia berharap, rencana pembangunan tower penguat sinyal dari pemerintah terwujud. Sebab, hal itu sangat mendukung pelaksanaan pendidikan di wilayahnya. Khususnya, di Desa Argosari.

Sementara itu, di SD Negeri 01 Argosari, masalah serupa juga dikeluhkan. Akibatnya, pelaksanaan ANBK menyebar di empat titik. Satu siswa di atap kamar mandi, sisanya di atas bukit sekitar rumah warga hingga perbatasan Lumajang-Probolinggo. Namun, saat pelaksanaan sesi dua atau siang, hujan mengguyur cukup deras dan listrik padam. Akibatnya, pelaksanaan ANBK dilakukan di dalam ruang guru.

“Pertama, kondisi cuaca sering hujan sehingga sinyal sulit. Kalau kondisi cerah, siswa bisa mengerjakan di tempat lain. Selain itu, listrik juga sering padam seperti sekarang (kemarin, Red). Jadi, elektronik tidak bisa digunakan. Anak-anak bergantian mengerjakan ANBK karena salah satu laptop mati,” pungkas Eko Prayogo, wali kelas V SDN 01 Argosari.

 

 

Perlu Suntikan Bantuan Sarpras

Agar Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

ARGOSARI, Radar Semeru – Meningkatkan mutu pendidikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pelaksanaan ANBK menjadi salah satu solusi mengetahui kualitas pendidikan di setiap kawasan. Untuk mendukung itu, suntikan bantuan sarana dan prasarana perlu segera diberikan.

Salah seorang guru SDN 01 Argosari Eko Prayogo berharap, ada bantuan khusus sarana-prasarana bagi sekolah pinggiran. Misalnya, pengadaan laptop dan peralatan penunjang pembelajaran lain. “Pendanaan fasilitas laptop sifatnya mahal. Jadi, kami juga masih menunggu giliran bantuan. Semoga, secepatnya bisa dapat fasilitas laptop sehingga pelaksanaan ujian atau ANBK tahun depan bisa lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Lumajang Fanandri mengungkapkan, pelaksanaan ANBK dilakukan secara nasional. Oleh sebab itu, kegiatan nasional sudah terencana dan melibatkan banyak pihak. Tentu, sudah ada persiapan sehingga saat ada kendala, sudah ada solusinya.

“Sebagai pelaksana ANBK, setiap sekolah sudah tahu kondisi riilnya seperti apa. Persoalan teknis sering terjadi dan bisa diantisipasi. Namun, jika di luar itu, sekolah harus sigap mencari solusinya. Sebab, kalau pelaksanaannya mengalami banyak kendala, berarti persiapan sekolah masih kurang,” jelasnya.

Dia menegaskan, semua sekolah di Lumajang sudah dikaver oleh pengawas. Jadi, konsep dan kebijakannya sudah tertata oleh setiap pengawas. Tidak terkecuali dalam pelaksanaan ANBK.

“ANBK ini memotret kualitas pendidikan di Indonesia. Khususnya di Lumajang. Oleh karena itu, tentu harus bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan mutu pendidikan ke depan. Sebab,  pengumpulan data dari ANBK ini dilakukan secara serentak dan menjadi pijakan peningkatan mutu. Jadi, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Hari pertama pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang sekolah dasar (SD) sederajat terbilang lancar. Namun, di kawasan sekolah pinggiran seperti di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, tidak selalu berjalan mulus. Pelaksanaannya terhambat oleh sinyal dan listrik padam.

Kepala Sekolah SDN 02 Argosari, Kecamatan Senduro, Abdul Adim mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan, pihaknya melakukan survei lokasi. Sebab, sinyal di lingkungan sekolah sangat tidak mendukung. Bahkan, sekadar membuka media sosial saja kesulitan. Dengan begitu, selama dua pekan beragam uji coba dilakukan.

“Dua pekan sebelum ANBK, kami petakan untuk mencari sinyal. Hasilnya, ada salah satu rumah warga yang menjadi titik sinyal paling kuat. Sehingga pelaksanaannya diputuskan di teras rumah warga Dusun Gedok, Desa Argosari. Jaraknya sekitar satu kilometer dari sekolah. Jarak ini juga berada di pertengahan jalur menuju kawasan wisata B29 Argosari,” katanya.

Di ketinggian sekitar 2,4 ribu meter di atas permukaan laut, para siswa masih bersemangat. Meski terlihat kesulitan mengerjakan soal, mereka tetap menyelesaikan ANBK di tengah sulitnya sinyak karena kabut. “Terus terang, di lingkungan sekolah sinyal tidak ada (lemah, Red). Jadi, pelaksanaan seratus persen tidak bisa di sekolah,” tambahnya.

Dia berharap, rencana pembangunan tower penguat sinyal dari pemerintah terwujud. Sebab, hal itu sangat mendukung pelaksanaan pendidikan di wilayahnya. Khususnya, di Desa Argosari.

Sementara itu, di SD Negeri 01 Argosari, masalah serupa juga dikeluhkan. Akibatnya, pelaksanaan ANBK menyebar di empat titik. Satu siswa di atap kamar mandi, sisanya di atas bukit sekitar rumah warga hingga perbatasan Lumajang-Probolinggo. Namun, saat pelaksanaan sesi dua atau siang, hujan mengguyur cukup deras dan listrik padam. Akibatnya, pelaksanaan ANBK dilakukan di dalam ruang guru.

“Pertama, kondisi cuaca sering hujan sehingga sinyal sulit. Kalau kondisi cerah, siswa bisa mengerjakan di tempat lain. Selain itu, listrik juga sering padam seperti sekarang (kemarin, Red). Jadi, elektronik tidak bisa digunakan. Anak-anak bergantian mengerjakan ANBK karena salah satu laptop mati,” pungkas Eko Prayogo, wali kelas V SDN 01 Argosari.

 

 

Perlu Suntikan Bantuan Sarpras

Agar Ada Peningkatan Mutu Pendidikan

ARGOSARI, Radar Semeru – Meningkatkan mutu pendidikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pelaksanaan ANBK menjadi salah satu solusi mengetahui kualitas pendidikan di setiap kawasan. Untuk mendukung itu, suntikan bantuan sarana dan prasarana perlu segera diberikan.

Salah seorang guru SDN 01 Argosari Eko Prayogo berharap, ada bantuan khusus sarana-prasarana bagi sekolah pinggiran. Misalnya, pengadaan laptop dan peralatan penunjang pembelajaran lain. “Pendanaan fasilitas laptop sifatnya mahal. Jadi, kami juga masih menunggu giliran bantuan. Semoga, secepatnya bisa dapat fasilitas laptop sehingga pelaksanaan ujian atau ANBK tahun depan bisa lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Lumajang Fanandri mengungkapkan, pelaksanaan ANBK dilakukan secara nasional. Oleh sebab itu, kegiatan nasional sudah terencana dan melibatkan banyak pihak. Tentu, sudah ada persiapan sehingga saat ada kendala, sudah ada solusinya.

“Sebagai pelaksana ANBK, setiap sekolah sudah tahu kondisi riilnya seperti apa. Persoalan teknis sering terjadi dan bisa diantisipasi. Namun, jika di luar itu, sekolah harus sigap mencari solusinya. Sebab, kalau pelaksanaannya mengalami banyak kendala, berarti persiapan sekolah masih kurang,” jelasnya.

Dia menegaskan, semua sekolah di Lumajang sudah dikaver oleh pengawas. Jadi, konsep dan kebijakannya sudah tertata oleh setiap pengawas. Tidak terkecuali dalam pelaksanaan ANBK.

“ANBK ini memotret kualitas pendidikan di Indonesia. Khususnya di Lumajang. Oleh karena itu, tentu harus bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga ada perbaikan mutu pendidikan ke depan. Sebab,  pengumpulan data dari ANBK ini dilakukan secara serentak dan menjadi pijakan peningkatan mutu. Jadi, kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca