alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Penanganan Krisis Air Perumdam Tirta Mahameru

Penyebab krisis air bersih di kawasan utara Lumajang ternyata bukan karena faktor alam maupun kondisi tanah. Bisa disebabkan oleh keserakahan. Seperti keran satu pelanggan kadang dipakai untuk kebutuhan beberapa keluarga.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski berada di dataran tinggi, sebagian besar desa yang ada di wilayah kecamatan utara Lumajang sering mengalami kekurangan air. Kondisi itu berlangsung hingga sekarang. Bahkan, sekalipun menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang, kadang tidak menjamin keberlangsungan air bersih.

Adi, salah satu warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, menceritakan, beberapa waktu lalu air bersih satu gang di sekitar rumahnya tidak mengalir. Hampir seminggu kondisi itu tidak berubah. Karenanya, dia harus membeli satu tanki air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saat itu.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Lukman Hakim mengatakan, saluran air yang mampet tersebut disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi karena jaringan yang sudah tua yang mengalami kerusakan, eror, atau disebabkan oleh kejadian di luar dugaan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sekarang ini paling banyak memang karena kejadian di luar dugaan, seperti pekerjaan pembangunan pelebaran jalan yang tiba-tiba merusak pipa. Itu sudah yang cukup sering. Terakhir itu pipa air yang memiliki debit cukup besar, makanya satu gang pelanggan itu mati semua. Tetapi, sekarang sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Achmad Arifulin Nuha menjelaskan, krisis air yang dialami warga di dekat jalan raya dengan warga di perdesaan memiliki penyebab masing-masing. Saluran yang mengaliri kawasan perkotaan biasanya terkendala oleh gangguan teknis.

Sementara, saluran air yang mengaliri perdesaan ini di luar teknis. Seperti kadang dalam satu keran pelanggan digunakan oleh banyak pelanggan. “Kami sudah mengganti water meter, tetapi belum sepenuhnya. Karena kadang kami menemukan satu keran itu digunakan untuk banyak keluarga,” katanya.

Otomatis, penggunaan air yang tidak bijak mengakibatkan saluran pipa yang seharusnya bisa digunakan untuk mengaliri beberapa pelanggan justru tidak mencukupi. Sehingga saat ini terus dilakukan penggantian water meter. “Penggunaan water meter itu bisa mengukur kebutuhan pelanggan sendiri. Biayanya bergantung pemakaian,” pungkasnya.

 

Lakukan Pendekatan Proaktif dan Preventif

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski berada di dataran tinggi, sebagian besar desa yang ada di wilayah kecamatan utara Lumajang sering mengalami kekurangan air. Kondisi itu berlangsung hingga sekarang. Bahkan, sekalipun menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang, kadang tidak menjamin keberlangsungan air bersih.

Adi, salah satu warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, menceritakan, beberapa waktu lalu air bersih satu gang di sekitar rumahnya tidak mengalir. Hampir seminggu kondisi itu tidak berubah. Karenanya, dia harus membeli satu tanki air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saat itu.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Lukman Hakim mengatakan, saluran air yang mampet tersebut disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi karena jaringan yang sudah tua yang mengalami kerusakan, eror, atau disebabkan oleh kejadian di luar dugaan.

“Sekarang ini paling banyak memang karena kejadian di luar dugaan, seperti pekerjaan pembangunan pelebaran jalan yang tiba-tiba merusak pipa. Itu sudah yang cukup sering. Terakhir itu pipa air yang memiliki debit cukup besar, makanya satu gang pelanggan itu mati semua. Tetapi, sekarang sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Achmad Arifulin Nuha menjelaskan, krisis air yang dialami warga di dekat jalan raya dengan warga di perdesaan memiliki penyebab masing-masing. Saluran yang mengaliri kawasan perkotaan biasanya terkendala oleh gangguan teknis.

Sementara, saluran air yang mengaliri perdesaan ini di luar teknis. Seperti kadang dalam satu keran pelanggan digunakan oleh banyak pelanggan. “Kami sudah mengganti water meter, tetapi belum sepenuhnya. Karena kadang kami menemukan satu keran itu digunakan untuk banyak keluarga,” katanya.

Otomatis, penggunaan air yang tidak bijak mengakibatkan saluran pipa yang seharusnya bisa digunakan untuk mengaliri beberapa pelanggan justru tidak mencukupi. Sehingga saat ini terus dilakukan penggantian water meter. “Penggunaan water meter itu bisa mengukur kebutuhan pelanggan sendiri. Biayanya bergantung pemakaian,” pungkasnya.

 

Lakukan Pendekatan Proaktif dan Preventif

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Meski berada di dataran tinggi, sebagian besar desa yang ada di wilayah kecamatan utara Lumajang sering mengalami kekurangan air. Kondisi itu berlangsung hingga sekarang. Bahkan, sekalipun menjadi pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang, kadang tidak menjamin keberlangsungan air bersih.

Adi, salah satu warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, menceritakan, beberapa waktu lalu air bersih satu gang di sekitar rumahnya tidak mengalir. Hampir seminggu kondisi itu tidak berubah. Karenanya, dia harus membeli satu tanki air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saat itu.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Lukman Hakim mengatakan, saluran air yang mampet tersebut disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi karena jaringan yang sudah tua yang mengalami kerusakan, eror, atau disebabkan oleh kejadian di luar dugaan.

“Sekarang ini paling banyak memang karena kejadian di luar dugaan, seperti pekerjaan pembangunan pelebaran jalan yang tiba-tiba merusak pipa. Itu sudah yang cukup sering. Terakhir itu pipa air yang memiliki debit cukup besar, makanya satu gang pelanggan itu mati semua. Tetapi, sekarang sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mahameru Lumajang Achmad Arifulin Nuha menjelaskan, krisis air yang dialami warga di dekat jalan raya dengan warga di perdesaan memiliki penyebab masing-masing. Saluran yang mengaliri kawasan perkotaan biasanya terkendala oleh gangguan teknis.

Sementara, saluran air yang mengaliri perdesaan ini di luar teknis. Seperti kadang dalam satu keran pelanggan digunakan oleh banyak pelanggan. “Kami sudah mengganti water meter, tetapi belum sepenuhnya. Karena kadang kami menemukan satu keran itu digunakan untuk banyak keluarga,” katanya.

Otomatis, penggunaan air yang tidak bijak mengakibatkan saluran pipa yang seharusnya bisa digunakan untuk mengaliri beberapa pelanggan justru tidak mencukupi. Sehingga saat ini terus dilakukan penggantian water meter. “Penggunaan water meter itu bisa mengukur kebutuhan pelanggan sendiri. Biayanya bergantung pemakaian,” pungkasnya.

 

Lakukan Pendekatan Proaktif dan Preventif

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/